Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
Hari yang dinanti


__ADS_3

"Semua seperti sebuah mimpi. Kamu memang wanita luar biasa, yang mampu menaklukkan hati aku begitu singkat. Menghapus kenangan buruk aku akan sebuah pernikahan. Entah mengapa aku merasa yakin menjalankan rumah tangga bersamamu," ucap Reza.


Saat ini Reza sudah terlihat sangat tampan dengan balutan beskap putih yang nantinya akan senada dengan kebaya akad nikah yang akan dikenakan Sania. Rona bahagia terpancar dari wajah Reza. Akhirnya dia bisa menikmati indahnya berumah tangga.


"Selamat Son, Papi bahagia melihatnya. Tak semuanya pernikahan itu menyakitkan, justru kamu harus membuktikan kalau kamu mampu menjadi kepala keluarga yang baik untuk keluarga. Semoga pernikahan kalian sakinah, mawadah, dan warohmah," ucap sang Papi.


"Thanks Pi, karena Papi sudah mau hadir di acara pernikahan aku. Aku bahagia bisa melihat Mami dan Papi bisa akur, meskipun hanya hari ini. Aku tahu kalau kalian melakukannya demi aku," ucap Reza.


Suasana begitu mengharukan. Kehidupan Reza begitu menyedihkan. Dia kerap mendapatkan bullyan dari teman-teman sekolahnya, karena tak memiliki orang tua. Bahkan kedua orang tua Reza jarang sekali mengunjungi dirinya. Sampai dia pernah berpikir, mengapa dirinya harus dilahirkan, jika akhirnya tak dianggap dan di sia-siakan.


Inilah salah satu alasan dirinya tak ingin memiliki anak, karena dirinya merasa belum siap. Dia tak ingin kalau anaknya justru menjadi korban. Namun, pemikiran hal itu musnah sudah. Dia akan menjalani kehidupan yang sebenarnya dengan Sania. Memiliki sebuah keluarga dan juga keturunan.


"Cantik banget anak Bunda. Selamat ya, Sayang. Semoga kebahagiaan selalu menghampiri kamu, hormati suami kamu. Jadilah istri yang baik untuk suami! Layani suami dengan baik, agar suami tak akan pernah berpaling kepada wanita lain," ucap sang Bunda.


Semua biaya pernikahan dibiayai Reza. Acara akad nikah, akan di adakan di mesjid besar di Jakarta. Reza menginginkan acara sakralnya dengan Sania dilakukan di mesjid. Pesta resepsi akan diadakan pada malam hari, di sebuah hotel bintang 5 di Jakarta. Acara akan diadakan secara mewah. Bahkan Sania beserta kedua orang tuanya mendapatkan fasilitas mobil mewah untuk membawanya ke mesjid tempat akad nikah akan dilaksanakan. Reza tampak berdiri menunggu sang pujaan hati. Kini pihak Reza beserta rombongan keluarga dan juga kedua orang tua Reza sudah berhadapan dengan pihak Sania.


Suasana penuh haru dan deg-degan mengiringi acara akad nikah mereka. Bahkan bagi Reza, rasa ini lebih menegangkan dari pada berhadapan dengan para klien. Jantungnya berdegup kencang, saat duduk berdampingan dengan sang pujaan hati. Reza begitu terkesima melihat kecantikan wanita yang sebentar lagi akan resmi menjadi istrinya.

__ADS_1


Sah!


Sania dan Reza telah resmi menjadi pasangan suami istri. Dina dan Rian pun hadir di acara akad nikah Sania dengan Reza. Rona bahagia terpancar dari wajah keduanya. Meskipun ada kesedihan di hati Sania, karena dirinya tak bisa mempertahankan mahkotanya. Untungnya laki-laki itu mau menerima dirinya apa adanya, dan Reza pun memiliki masa lalu yang buruk juga. Menjadikan sebuah keperawa*nan tak ada artinya. Yang penting istrinya mencintai, menyayangi, dan setia kepadanya.


"Terima kasih, sudah mau menerima aku menjadi suami kamu," ucap Reza. Sania mencium tangan laki-laki yang telah resmi menjadi suaminya dan Reza mencium kening istrinya sebagai bentuk rasa cintanya kepada sang istri.


Acara selanjutnya adalah tukar cincin. Mereka bergantian saling memasangkan cincin di jari manis pasangannya. Reza juga memasangkan kalung ke leher dan juga gelang ke tangan Sania. Setelah itu, dilakukan prosesi sungkeman. Acara yang penuh haru. Kedua orang tua mereka berdoa agar pernikahan mereka langgeng sampai maut yang memisahkan.


"Selamat ya Sayang, senang banget aku melihatnya. Semoga cepat di beri momongan, dan menjadi keluarga sakinah, mawadah, dan warohmah," ucap Dina dan juga pelukan untuk sahabatnya.


Para tamu undangan yang hadir di acara akad nikah, memberikan ucapan selamat dan doa kepada kedua pengantin. Sekaligus Reza memperkenalkan Sania kepada para saudara terdekat yang datang ke acara tersebut. Untungnya mereka menyambut Sania dengan baik. Justru mereka memuji kecantikan Sania, dan mereka bersyukur karena akhirnya Reza memiliki pendamping hidup.


"Kenapa lirik-lirik," ujar Sania ketus.


"Jangan galak-galak! ! Nanti kalau sudah nyobain Rudal Mas, pasti ketagihan. Sudah yuk langsung ke hotel. Lumayan bisa beberapa ronde," bisik Reza.


"Apaan sih? Orang aku lagi datang bulan," sahut Sania. Membuat Reza menelan salivanya.

__ADS_1


"Serius kamu? Kamu ngerjain aku kan? Hayo ngaku! Masa iya temanku yang dokter salah hitung sih," ujar Reza lesu, dirinya masih tak percaya.


"Ngapain juga aku boongin kamu. Nanti kamu bisa cek," sahut Sania.


Padahal Reza sudah sangat menginginkannya. Biasanya satu minggu, dua kali dia membuang racun juniornya. Setelah dirinya berhubungan dengan Sania, dirinya berpuasa tak gelap celup celup lagi. Hal itu membuat Reza tak bersemangat. Sania justru tertawa geli dalam hati, karena berhasil mengerjai suaminya itu.


Acara akad nikah telah selesai. Sania, Reza, beserta kedua orang tua mereka akan beristirahat di hotel tempat resepsi akan diselenggarakan. Ini adalah hal pertama kali bagi kedua orang tua Sania menginjakkan kaki di hotel apalagi hotel bintang lima. Reza memperlakukan kedua mertuanya dengan baik, sangat spesial.


"Sania benar-benar beruntung ya Bu mendapatkan Nak Reza. Semoga dirinya tak berubah ya bu nanti setelah menikah. Reza juga memperlakukan Sania dengan baik dan setia," ujar Sang Bapak.


Kini mereka sudah sampai di hotel. Mereka langsung masuk ke kamarnya masing-masing. Sama halnya dengan Sania dan Reza, yang sekarang sudah berada di kamar president suite room. Kamar itu sudah dihias sangat indah, bertaburan kelopak bunga mawar di setiap sudut ruangan. Tentu saja hal itu membuat Sania merasa terpanah diperlakukan sangat manis.


"Apa kamu suka? Huh, padahal aku sudah berharap kalau malam ini adalah malam pertama kita menjadi pasangan suami istri," ujar Reza lirih. Raut wajahnya terlihat, kalau dirinya merasa kecewa. Membuat Sania merasa tak tega.Reza langsung membuka pakaian yang dia kenakan, dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai dirinya keluar, dan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggang, membuat Sania menelan salivanya.


Sania pun sama halnya dengan Reza, dia membuka kain dan kebaya yang dia kenakan di luar kamar mandi. Reza terlihat cuek dan cool, padahal sesekali dirinya melirik ke arah sang istri.


Sambil menunggu up, mampir yuk di karya bestieku😍

__ADS_1



__ADS_2