
Inilah waktu yang di nanti sejak lama oleh pasangan Dina dan juga Rian. Hari ini mereka akan menikah kembali. Pernikahan kali ini tampak berbeda dengan pernikahan sebelumnya. Terlihat mewah, dan banyak di hadiri tamu undangan. Rona bahagia terpancar dari keduanya. Mereka tampak serasi, tubuh Dina terlihat langsing kembali setelah melahirkan Baby Al.
Setelah perjuangan cukup panjang, kini mereka sudah resmi menjadi pasangan suami dan istri yang sesungguhnya. Rian sudah halal menyentuh Dina. Mereka melakukan ijab kabul kembali. Dina mencium tangan suaminya dan Rian mendaratkan kecupan di kening Dina.
Para tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Dina memilih tidak mengundang orang tua Nando. Untuk menjaga hal yang tak memungkinkan.
"Selamat ya Din, aku ikut bahagia melihat kalian akhirnya resmi menjadi pasangan suami istri. Semoga kalian selalu bahagia. Menjadi keluarga sakinah, mawadah, dan warohmah," doa Sania untuk sahabatnya.
"Iya, makasih ya. Doa terbaik juga buat kamu, semoga persalinan kamu berjalan lancar," sahut Dina. Kini mereka telah bahagia, setelah rasa sakit yang mereka rasakan.
Setelah rangkaian akad nikah selesai, mereka kini sedang bersiap-siap untuk acara resepsi. Mereka memilih langsung ke acara resepsi, tak menunda malam hari lagi. Rencananya mereka akan menginap di hotel, untuk menikmati malam pertama mereka yang sempat tertunda. Acara mereka diadakan di sebuah gedung yang berada di Jakarta.
__ADS_1
Untungnya Al tak rewel, di dalam gendongan sang ART selama acara berlangsung. Dina tak memakai jasa Baby sister untuk mengurus anaknya. Karena Dina hanya membutuhkan pekerja yang membantu dirinya. Selama ada dirinya, Al selalu bersamanya.
Acara telah selesai. Rian dan Dina sedang menikmati hidangan yang disediakan pihak. catering, bersama kedua orang tua mereka. Mereka sudah bisa bernapas lega, karena keinginan mereka bisa terwujud dan berjalan lancar.
"Din, Al biar sama Ibu saja gimana? Agar kamu tak terganggu ehem ... ehemnya," ucap sang ibu membuat wajah Dina memerah menahan rasa malu.
"Kasihan Nak Rian selama ini sudah lama berpuasa. Benar 'kan Nak Rian?" goda ibunya Dina lagi, membuat Rian tersipu malu. Dina justru merasa kesal dengan ucapan sang ibu. Hal itu justru membuat Dina merasa tegang dan kikuk.
"Al jangan nakal ya sama nenek dulu malam ini, minumnya ASI di botol dulu ya," ucap Dina sambil mendaratkan kecupan di kening anaknya.
"Ingat, jangan langsung di gempur istrinya! Kasihan Dina," bisik sang mama dan Rian justru hanya menanggapi dengan senyuman.
__ADS_1
Kedua orang tua mereka sangat tahu, bagaimana Rian begitu sabar. Menikahi wanita yang sedang hamil anak laki-laki lain, bertanggung jawab menikahi meskipun bukan dia yang menghamilinya. Bahkan dia siap menjadi ayah dari bayi yang di kandung Dina. Dengan sabarnya Rian menahan hasratnya, sampai dirinya halal menyentuh Dina. Hari ini dirinya sudah bisa menikmati hasil dari perjuangan dirinya selama ini selama satu tahun lebih.
Rian dan Dina kini sudah menuju hotel yang Rian sudah pesan. Rian menggandeng sang istri dengan mesra memasuki kamar. Dina terpanah melihat dekorasi kamar pengantin mereka. Meskipun malam pertama yang tertunda, Rian tetap melakukan yang spesial untuk sang istri.
Dina tampak gugup, saat Rian menggenggam kedua tangannya. Netra mereka saling bertemu, menatap lekat pasangannya.
"Akhirnya, kita bisa menjadi pasangan suami istri yang sebenarnya. Semoga aku bisa menjadi suami yang lebih baik lagi untuk kamu. Semoga kita bisa menua bersama. Aku sangat mencintai kamu," ucap Rian yang kini melabuhkan kecupan di pucuk kepala istrinya dengan lembut.
Sambil menunggu up, mampir yuk di karya bestie ku😍
__ADS_1