Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
Kebahagiaan Rian dan Dina


__ADS_3

Meskipun Baby Al bukanlah anak kandung Rian, Rian tetap menyayangi Baby Al seperti anaknya sendiri. Rian tampak menggendong Baby Al. Rian juga berniat mengurungkan niatnya untuk segera memiliki anak. Dia ingin Dina fokus dulu mengurus Baby Al. Bagaimana pun Baby Al tak bersalah.


"Wajahnya mirip Nando banget Din, pasti salah satu ada yang tak panjang umur. Dari bayi sudah terlihat banget kalau nantinya Al akan mirip dengan Nando," ujar Ibunya Dina.


Jika harus memilih tentu saja Dina berharap Baby Al yang akan panjang umur. Bagi Dina, dia menganggap Nando sudah mati. Berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengan laki-laki baji*ngan itu.


Allah memang maha adil, memberikan wajah Baby Al mirip seperti yang buatnya. Membuat Nando tak bisa mengelak, tak mengakui Baby Al sebagai anaknya.


Untungnya Rian tak cemburu, karena Rian yakin semua itu kuasa Allah, Allah yang sudah mengaturnya. Lagi pula Baby Al memang anak Nando.

__ADS_1


"Minggu depan Ibu pulang ya Nduk, kasihan Bapak sama adik kamu kalau di tinggal terlalu lama. Nanti ibu akan ajarkan kamu dulu ya cara mandiin, dan mengurus anak. Kamu juga harus merawat tubuh dan milik kamu, biar suami kamu selalu sayang sama kamu. Ingat kamu kan akan menikah sesungguhnya sama Nak Rian. Jangan buat Nak Rian kecewa. Kasihan Nak Rian sudah sabar menunggu kamu," ujar sang ibu membuat wajah Dina memerah menahan perasaan malu.


Benar kata sang ibu. Suaminya itu sudah sabar menunggu sampai saatnya tiba. Dina tak ingin mengecewakan suaminya. Dina sudah siap jika suaminya ingin segera dilayani. Setelah masa nifas, Dina akan menikah dengan Rian.


"Tapi aku ingin kamu KB dulu, aku ingin kita fokus dulu membesarkan Baby Al. Aku ingin kamu memberikan ASI selama dua tahun agar data tahan tubuhnya kuat," ujar Rian.


Kesabaran Rian memang patut di acungkan jempol. Bahkan dia tak memaksa Dina untuk segera memiliki keturunan, Lagi-lagi dirinya harus mengalah.


"Kalau kamu mengantuk, tidur saja dulu! Mumpung Al tidur nyenyak. Nanti kalau dia bangun, biar aku yang jaga. Aku belum mau tidur, masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan," ujar Rian.

__ADS_1


"Makasih ya Mas, Mas sudah baik banget sama anak aku. Bahkan Mas mau mengadzani Baby Al saat lahir, padahal seharusnya tugas itu menjadi tugas Ayah kandungnya. Makasih juga Mas sudah menyayangi Al seperti anak Mas sendiri. Mas juga sudah mau membantu aku untuk mengurus Al. Kehadiran Baby Al menambah kebahagiaan Rian dan Dina.


Sedangkan orang tua Nando kini justru sedang mencari keberadaan Dina. Dia ingin bertemu Dina dan mengajak Dina untuk menengok Nando. Orang tua Nando mencoba mendatangi perusahaan tempat Dina dulu bekerja, mereka menanyakan tempat tinggal Rian.


Dulu, Nando pernah ngomong kalau Dina menikah dengan atasannya di kantornya. Mereka sudah mendapatkan alamat tempat tinggal Nando. Tanpa buang waktu, mereka langsung mendatangi rumah Rian. Alangkah terkejutnya mereka kala mendengar dari ART yang bekerja di rumah Rian yang menyatakan kalau Dina dan Rian sedang berada di rumah sakit. Dina melahirkan. Kedua orang tua Nando langsung menanyakan tempat Dina melahirkan.


"Pak, cucu kita sudah lahir. Anak Nando sudah lahir. Nando pasti senang kalau tahu anaknya sudah lahir. Ibu yakin Nando pasti sembuh kalau tahu anaknya sudah lahir. Kita harus segera menemui Dina Pak. Semoga Dina mau memberikan anak itu kepada kita Pak," ujar Mama-nya Nando.


"Bapak rasa Dina tak akan mau Bu. Semua ini salah Nando, yang tak berkata jujur dari awal. Pasti Dina sangat sakit hati, harus berjuang sendiri mempertahankan bayi itu. Sedangkan Nando justru malah menikahi Mira. Sejak awal Bapak juga sudah tidak setuju, karena Bapak tahu kalau Nando sangat mencintai Dina. Hubungan mereka juga baik-baik saja," sahut Bapak-nya Nando.

__ADS_1


"Tapi kan semua itu karena Nando tak jujur dari awal. Kalau tahu Dina hamil, ibu juga tak akan memaksa Nando untuk menikahi Mira," ujar sang mama membela diri.


"Ah, kamu juga dulu malah menghina Dina. Kamu bilang tak sudi punya cucu dari wanita miskin dan kamu malah menghina Dina, tak percaya dengan ucapan Dina. Dengan sombongnya kamu mengatakan kalau kamu bisa mendapatkan cucu dari Mira. Sekarang saja sudah begini, kamu menginginkan anak itu. Pasti Dina tak akan semudah itu memberikannya kepada kamu," ujar sang Papa. Membuat ibunya Nando terdiam, merasa malu. Teringat atas ucapannya dulu kepada Dina.


__ADS_2