Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
Twins Baby


__ADS_3

Dina dan Rian baru saja sampai di rumah sakit, Rian tampak menggandeng tangan sang istri masuk ke dalam rumah sakit. Tujuannya langsung ke poli kandungan. Untuk memeriksa kandungan istrinya.


"Kamu tunggu di sini dulu ya! Aku mau daftar dulu," ujar Rian dan Dina menganggukkan kepalanya.


Kini Dina dan Rian sedang menunggu giliran Dina dipanggil untuk diperiksa. Dina terlihat lesu meletakkan kepalanya di bahu suaminya. Sedangkan Rian tak henti-hentinya menggenggam tangan istrinya.


"Ibu Dina," panggil sang perawat.


Dina dan Rian memasuki ruang periksa dan duduk berhadapan dengan sang dokter. Dina mulai menceritakan keluhan yang dia rasakan saat ini. Dina juga menceritakan, kalau dirinya sudah melakukan tes urine dengan testpack.


"Ayo, coba Ibu berbaring dulu di sana," ujar sang dokter yang mengarahkan Dina untuk berbaring di ranjang untuk USG.


Dokter mulai melakukan pemeriksaan. Rian pun tampak mengamati sambil menggenggam erat tangan istrinya.


"Wah, selamat ya Pak, Bu! Anak kalian kembar, karena di rahim ibu terdapat dua kantung bayi," jelas sang dokter membuat Dina dan Rian merasa bahagia.


"Alhamdulillah. Bagaimana kondisi bayi kami, Dok?" tanya Rian kepada sang dokter.


Dina dan Rian bisa bernapas lega, karena kondisi bayi mereka dalam kondisi sehat.


"Kandungan Ibu saat ini masih terbilang lemah. Di trimester pertama, wanita hamil memang kerap merasakan mual dan muntah. Meskipun demikian, Ibu tetap harus rutin untuk makan. Jangan sampai perutnya kosong! Justru hal itu dapat menyebabkan perut menjadi mual," jelas sang dokter.


Dokter akan menuliskan resep, berisi vitamin, obat pereda mual, dan juga vitamin untuk kecerdasan otak bayi. Dokter menyarankan agar Dina tidak mengalami stres dan juga melakukan pekerjaan terlalu berat.


"Apa benar Dok, di masa trimester pertama tidak boleh melakukan hubungan suami istri?" tanya Rian membuat wajah Dina memerah. Jika kehamilan pertama, Rian tak mempermasalahkan hal itu. Di kehamilan kedua Dina, justru membuat suaminya merasa gelisah.

__ADS_1


"Kalau bisa dihindarkan dulu atau dibatasi! Karena sper*ma suami dapat membuat resiko keguguran. Sebaiknya menggunakan kon*dom atau tak membuang di dalam," jelas sang dokter, Dina dan Rian tampak menyimak.


Meskipun dirinya ingin melakukan hal itu, Rian akan tetap memperhatikan kondisi istrinya. Dia tak akan bersikap egois. Kenyamanan sang istri, dan keselamatan buah hatinya yang terpenting.


Kini mereka sedang menunggu obat di apotik. Tanpa sadar, ada orang yang sejak tadi memperhatikan mereka. Dia adalah mamanya Nando. Dia sedang menunggu obat juga di apotik. Dirinya tak menyangka, kalau Dina berobat di rumah sakit yang sama dengannya.


"Din, apa kabar? Bagaimana keadaan Al?" sapa Mamanya Nanda yang datang secara tiba-tiba.


"Eh, Mama. Alhamdulillah Ma, kabar Dina baik. Al juga baik, dan sekarang tambah pintar. Mama bagaimana kabarnya? Oh iya, Mama sama siapa ke sini?" tanya Dina ramah.


"Sendiri, Mama habis periksa ke dokter. Mama terkena jantung. Kalau kamu di sini ngapain?" ujar Mamanya Nando.


Dina sempat terkejut dan merasa kasihan melihat kondisi Mamanya Nando yang sekarang. Dina mengatakan kalau dirinya saat ini sedang hamil adiknya Al.


"Amin. Terima kasih doanya ya, Ma. Alhamdulillah bukan hanya satu, Dina di beri rezeki dua anak sekaligus," ungkap Dina dengan raut wajah yang terlihat bahagia.


Mendengar Dina akan memiliki dua orang anak, Mamanya Nando menjadi terpikir ingin mengambil Al dari Dina. Dengan alasan ingin membantu Dina mengurus Al.


"Din, jika kamu tak merasa keberatan. Mama boleh tidak membantu mengurus Al. Agar Mama di rumah ada temannya, tak merasa kesepian," ucap Mamanya Nando dengan penuh iba.


Dina terdiam, tentu saja hal yang sangat berat untuknya. Melihat ekspresi wajah istrinya yang tak biasa. Rian tentu saja yang angkat bicara. Dia akan selalu pelindung untuk istrinya.


"Bu maaf, bukan kami berniat menyinggung perasaan Ibu. Namun, saya tahu apa yang dirasa dan dipikirkan istri saya. Pastinya bukan suatu hal yang mudah bagi istri saya, meskipun kami akan memiliki anak kembali dan bahkan dua anak sekaligus. Menurut kamu gimana, Yang?" tanya Rian lembut. Dia ingin memastikan, apakah yang diucap dirinya sesuai dengan pemikiran istrinya.


"Iya Ma, maaf ya! Kalau untuk diambil Dina tak bisa. Namun, jika Mama ingin mengajak Al sesekali untuk menginap. Dina tak masalah, bagaimanapun Mama adalah Nenek dari Al," jelas Dina kepada Mamanya Nando.

__ADS_1


Rasanya begitu berat baginya untuk berpisah dari Al, lagi pula Al pasti tak akan mau. Karena Al tak dekat dengan Mamanya Nando. Perasaan seorang anak sangatlah peka, dia dapat merasakan mana yang benar-benar sayang dengannya atau tidak.


Ucapan Dina tentu saja membuat Mamanya Nando merasa malu. Dia pikir bisa semudah itu, dia mengambil Al dari tangan Dina. Dina tak akan melakukannya, meskipun kepada neneknya.


Dina sudah berjanji dalam hati, dia akan berusaha sekuat tenaga mengurus ketiga anaknya sendiri dan hanya membutuhkan orang yang membantu dirinya. Jika dirinya sedang merasa sibuk. Terlebih ketiganya pasti butuh perhatian yang besar dari dirinya. Sebisa mungkin dirinya akan berusaha bersikap adil kepada ketiga anaknya.


"Aku bersyukur banget, karena Allah menitipkan kembali amanah kepada kita. Bahkan dua anak sekaligus. Ini bukanlah suatu hal yang mudah, untuk membagi kasih sayang kepada ketiganya. Namun, sebisa mungkin aku akan bersikap adil kepada ketiganya. Tanpa membedakan Al bukan anak kandung aku," ungkap Rian.


"Makasih ya Yang, aku sangat bangga kepada kamu. Aku bersyukur bisa memiliki kamu. Tetaplah menjadi suami dan Ayah yang baik untuk anak-anak," puji Dina.


Dina melayangkan kecupan di pipi suaminya. Dina tak malu-malu lagi untuk menunjukkan rasa sayangnya kepada sang suami. Semakin hari dia merasa semakin cinta kepada suaminya.


"Aku pun merasa bersyukur. Allah begitu sayang kepadaku, memberikan kebahagiaan yang tak terhingga. Meskipun awalnya penuh liku, pada akhirnya aku merasa bahagia," ucap Rian dan membuat Dina tersenyum.


Sebelum mereka pulang, Rian mengajak sang istri untuk mampir membeli cemilan dan juga susu untuk istrinya. Rian akan menjadi suami dan ayah siaga kembali, seperti saat Dina hamil Al. Pastinya Rian akan memanjakan istrinya.


"Ada makanan yang kamu inginkan tidak?" tanya Rian kepada istrinya.


"Aku tidak lapar. Nanti makan di rumah saja. Kasihan Al, aku ingin cepat pulang ke rumah," ujar Dina dan Rian mengiyakan.


Dina langsung menghubungi ibunya dan ibunya Rian, untuk memberi tahu kalau saat ini dirinya sedang hamil dan bahkan dirinya sedang hamil anak kembar. Tentu saja membuat kedua orang tua mereka ikut bahagia mendengarnya. Itulah saat yang di nanti-nantikan.


Sambil menunggu up, mampir yuk ke karya yang di jamin seru😍


__ADS_1


__ADS_2