
"Bagaimana? Apa semuanya sudah selesai semua yang saya minta?" Tanya Reza kepada orang suruhannya.
"Sudah, bos. Semua sudah sesuai dengan yang Anda minta," ujar Ardi orang suruhan Reza.
Reza tersenyum, rumah impiannya sudah selesai di renovasi. Reza sengaja mempercepatnya, karena dirinya sudah tak sabar ingin memberikan kado untuk istrinya, sebagai ucapan terima kasih karena istrinya akan memberikan dua orang anak untuknya.
"Mas, apa-apaan sih?" rengek Sania, saat suaminya tiba-tiba saja menggendongnya dan membawanya ke mobil. Kali ini Reza akan membawa mobil sendiri, tanpa menggunakan jasa supir.
"Memangnya kita mau kemana sih? Masa aku hanya pakai pakaian rumah saja," protes Sania.
"Sudah diam saja, ikutin saja! Tak apa, seperti ini saja sudah cantik kok," ujar Reza.
Reza akan memberikan kejutan, membawanya ke rumah yang nantinya akan mereka tempati u
bersama anak-anak mereka. Reza membeli rumah itu dan sedikit merenovasinya. Awalnya dia ingin istrinya yang memilih untuk perabotnya, tetapi tidak jadi.
__ADS_1
"Wow, mewah sekali rumahnya? Rumah siapa ini? Aku malu hanya memakai pakaian seperti ini," ujar Sania.
Sania terpesona melihat rumah yang sangat indah, memilki taman yang sangat indah, Arena pekarangan yang cukup luas, dan memiliki taman bermain untuk anak-anak. Di sana juga terdapat sebuah kolam renang.
"Ini rumah untuk kamu Beb, sebagai kado karena kamu memberikan anak untuk aku. Kado untuk istriku tercinta," ucap Reza. Tentu saja hal itu membuat dirinya tersenyum bahagia.
"Ini sangat mewah sekali, Beb. Bagiku ini sangat berlebihan," sahut Sania.
"Tidak, Beb. Kamu pantas mendapatkannya," ujar Reza.
"Ini kamar mandi? Ya ampun mewah banget," ujar Sania membuat Reza tertawa. Kamar mandi yang luas dan mewah.
"Biar betah berlama-lama di kamar mandi. Enak Beb, main di kamar mandi," ungkap Rian membuat Sania memanyunkan bibirnya.
Reza langsung menggendong tubuh istrinya, dan membawanya ke ranjang. Membuat tubuh Sania menegang, ketakutan. Dia takut kalau suaminya meminta bercinta dengannya.
__ADS_1
"Tak usah takut, aku hanya ingin mencoba tiduran saja di sini. Aku tak akan menyerang kamu sekarang," sahut Reza.
"Ya sudah awas dong! Aku ingin lanjut keliling," rengek Sania.
Sania dan Reza lanjut lagi mengelilingi dapur, dan tempat-tempat lainnya. Satu kata untuk rumah itu secara keseluruhan, yaitu mewah.
"Kamu suka enggak?" Tanya Reza sambil melingkarkan tangannya di perut istrinya dan meletakkan dagunya di pundak istrinya dengan manja.
"Suka banget, ini benar-benar seperti mimpi. Makasih ya, Beb. Jujur aku tak pernah menyangka kalau rumah yang kamu berikan semewah ini," ujar Sania.
Reza melepaskan tangannya dan kini berdiri di hadapan istrinya sambil menggenggam tangan istrinya dengan mesra.
"Rumah ini pantas untuk kamu, karena kamu sangat spesial untuk aku. Aku ingin menjadi bersama kamu, membesarkan anak-anak kita bersama," ungkap Reza membuat Sania merasa terharu. Bahkan sampai meneteskan air mata.
"Kok malah nangis, aku kan ingin buat kamu bahagia."
__ADS_1
"Aku sedih, aku terharu. Menjadi istri kamu saja sudah seperti mimpi. Ternyata Allah memberikan untuk aku yang luar biasa."