Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
Kikuk


__ADS_3

Setelah selesai bertemu dengan orang tua Sania, Reza pamit untuk pulang. Hatinya sudah merasa tenang, karena sudah mengantongi restu dari orang tua Sania. Sania pun ikut pulang bersama Reza, karena lusa dia harus bekerja.


"Hati-hati ya Nduk," ucap Ayah Amril saat Sania mencium tangan sang Ayah. Reza pun mengikuti Sania mencium tangan sang Ayah mertua.


"Jaga dirimu baik-baik! Semoga dilancarkan semuanya," ujar sang bunda. Sania dan Reza melakukan hal yang sama ke sang bunda seperti ke sang Ayah.


Rasa kikuk menghantui Sania. Dirinya tiba-tiba merasa malu berada di sebelah Reza. Sania merasa, dirinya tak pantas bersanding dengan Reza seorang laki-laki yang begitu sempurna. Perbedaan mereka ibarat langit dan bumi. Padahal berkali-kali Reza sudah menjelaskan kepada Sania, untuk tidak membahas permasalahan ini lagi.


"Aku kok merasa, aku tak pantas bersanding sama kamu," ucap Sania lirih.


"Kamu mau aku perko*sa di sini ya," ancam Reza membuat Sania ketakutan. Padahal Reza tak sungguh-sungguh melakukannya.


"Sekali lagi kamu bicara itu lagi, aku beneran akan perko*sa kamu! Biar kamu tak akan pernah berniat meninggalkan aku. Aku harus gimana sih membuktikan perasaan cinta aku kepada kamu? Apa aku tak pantas mendapatkan kebahagiaan? Menjalani sebuah pernikahan," ujar Reza kesal. Membuat Sania merasa serba salah. Suasana hening seketika. Sania hanya diam, dan Reza pun memilih untuk fokus menyetir.


"Kita mampir makan dulu ya! Lapar aku. Padahal masakan Ibu kamu enak. Aku baru loh merasakan makanan rumah. Tapi aku malu kalau makannya banyak di depan calon mertua," ujar Reza sambil nyengir. Reza memilih untuk tidak membahas perkataan Sania tadi.


Mungkin orang mengira Reza itu sangat beruntung, hidup bergelimang harta dan memiliki wajah dan postur tubuh yang sempurna. Siapa sangka kalau dirinya memiliki cerita hidup yang begitu sedih. Kedua orang tuanya berpisah sejak dirinya duduk di bangku kelas 5 SD.


Setelah kedua orang tuanya berpisah, Reza di urus oleh kakek dan neneknya. Karena Maminya memilih menikah lagi dan suami barunya tak menginginkan Reza ikut bersamanya. Sama halnya yang memilih menikah kembali. Ibu tirinya tak ingin mengurus dirinya. Saat itu dirinya merasa menjadi orang yang tak beruntung. Untungnya kakek dan neneknya selalu memberi dirinya semangat untuk bisa menjadi orang sukses. Reza sempat membenci sebuah pernikahan, inilah yang membuat dirinya menjadi seorang Casanova. Menjadikan wanita hanya sebagai pemuas ranjang.

__ADS_1


Kini Reza dan Sania sudah berada di sebuah restoran steak. Sania merasa kikuk berjalan di sebelah Reza. Terlebih mereka kini menjadi pusat perhatian pengunjung restoran. Namun, Reza membuktikan cintanya kepada Sania. Dirinya menggandeng mesra Sania, meskipun saat itu Sania hanya memakai pakaian sederhana.


"Mulai sekarang kamu harus percaya diri. Kamu itu cantik alami. Apalagi kalau kamu lebih di poles dan memakai barang branded. Besok pulang kerja, kita belanja ya. Kamu bebas memilih apapun yang kamu suka. Jangan sungkan, karena sebentar lagi kamu adalah resmi menjadi istri aku," ujar Reza dan Sania hanya menganggukkan kepalanya.


Sania terlihat kikuk, saat harus duduk berhadapan untuk makan. Dia terlihat grogi, badannya gemetar. Namun Reza berusaha menenangkannya.


Wanita yang telah di sakiti, kini telah mendapatkan kebahagiaan. Sedangkan Nando kini terbaring tak berdaya. Hanya menunggu kapan ajal akan menjemput dirinya.


"Aku merasa puas, akhirnya kamu mendapatkan karma atas apa yang kamu perbuat kepada kami," gumam Mira.


Kondisinya semakin parah. Rambutnya sudah mulai rontok, wajahnya terlihat pucat. Tubuhnya terasa lemas. Semua itu akibat efek dari kemoterapi yang dia lakukan. Kestabilan tubuhnya semakin menurun. Sudah lama dirinya mencari keberadaan Dina. Mira telah menyesali perbuatan yang pernah dia lakukan kepada Dina. Dia ingin meminta maaf. Rencananya hari ini dirinya dengan diantar kedua orang tuanya, berniat mengunjungi rumah Dina.


Mira kini duduk di kursi roda. Kakinya tak mampu menopang tubuhnya. Tak ada lagi yang patut dia banggakan. Hanya menunggu kapan ajal akan menjemput dirinya.


Dina bergegas untuk membuka pintu rumahnya. Dirinya merasa terkejut, saat melihat Mira dan kedua orang tuanya berada di depan pintu rumahnya, Meskipun Mira telah menyakiti hatinya.


"Mau apa kalian ke sini? Jangan bilang kamu akan mengganggu kehidupan istri saya lagi! Jika hal itu terjadi, kamu hadapi saya," ujar Rian ketus. Dialah orang pertama yang akan melindungi istrinya.


Mira menceritakan kondisi yang dia alami. Dirinya tak ingin meninggal dengan membawa dosa atas apa yang diperbuat olehnya dulu. Mira mengaku menyesal.

__ADS_1


"Untungnya kamu memiliki penyakit. Jika tidak, pasti sampai hari ini kamu tak akan menyesali, dan mengakui kesalahan kamu," sindir Rian, membuat Mira merasa malu. Wajahnya terlihat memerah.


"Sudah, tak ada yang perlu dibahas lagi! Aku telah memaafkan semua yang kamu perbuat kepadaku. Lanjutkan hidup kamu menjadi orang yang lebih baik lagi," ujar Dina. Mira terlihat meneteskan air matanya. Mira tak mampu lagi membendung perasaannya. Mira sudah mengetahuinya, kalau anak yang dikandung Dina saat ini adalah anak Nando.


Reza baru saja sampai di Singapura, Reza berniat menemui sang mami untuk membicarakan tentang pernikahannya dengan Sania. Sang mami merasa terkejut, saat melihat sang anak datang menghampiri dirinya. Reza langsung mengungkapkan tujuan kedatangan dirinya.


"Mami sangat senang mendengarnya. Akhirnya kamu mampu menghapus rasa trauma yang kamu rasakan selama ini. Semoga kelak kamu bahagia bersama istri kamu," ujar sang mami dan Reza mengaminkannya.


"Terima kasih, Mi. Aku pamit ya, aku ingin langsung ke Papi. Aku minta waktunya kalian Sabtu ini untuk melamar calon istriku," ujar Reza kepada sang mami.


Setelah mendapat restu dari sang mami, Reza langsung kembali ke Indonesia. Karena sang Papi saat ini tinggal di Bandung. Mereka jarang sekali bertemu, karena kesibukan masing-masing. Selama ini Reza hanya mendapatkan kasih sayang dari kakek dan neneknya. Dirinya bersyukur, bisa memiliki keluarga baru. Dia yakin kalau Sania pilihan yang tepat untuknya.


Sama halnya dengan sang mami, sang Papi pun merestui pernikahan Reza dengan Sania. Tak ada alasan baginya untuk menolaknya. Selama ini, dirinya tak pernah memberikan kebahagiaan untuk sang anak dan kini saatnya sang anak mendapatkan kebahagiaan.


"Baiklah Papi dan mami akan melamar wanita itu untuk kamu. Jika kamu merasa bahagia, Papi dan mami ikut bahagia," ujar sang Papi.


Lega sudah. Reza dan Sania telah mengantongi restu dari kedua orang tuanya. Setelah urusan dengan papinya selesai, Reza langsung kembali ke Jakarta untuk menemui kekasih hatinya.


"Kamu pindah saja yuk di apartemen aku! Aku tak tega melihat kamu tinggal di sini," ujar Reza, tetapi Sania menolaknya. Dia ingin mereka menikah dulu.

__ADS_1


Sambil menunggu up mampir yuk ke bestie ku😍



__ADS_2