
"Mir, kamu harus kuat!" ucap sang Mama. Melihat putri kesayangannya kritis, tentu saja seorang ibu tak akan mampu membendung perasaannya. Sejak tadi sang ibu terus meneteskan air matanya.
Mobil ambulance melaju dengan cepat membawa Mira menuju rumah sakit, untuk mendapatkan pertolongan. Napas Mira tiba-tiba saja terasa sesak. Tubuhnya terasa lemas, tak berdaya.
"Maafin Mira, Ma. Mira sudah tak tahan lagi. Mira. lelah," ucap Mira.
Napas Mira kembali sesak, bahkan untuk bernapas saja Mira mengalami kesulitan.
"Mira ... jangan tinggalkan Mama. Hiks ... hiks ... hiks," teriak sang Mama dengan histeris.
Mira menghembuskan napas terakhirnya, saat sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Selama ini Mira berusaha bertahan hidup, tetapi takdir berkata lain. Hari ini dirinya telah pergi meninggalkan dunia untuk selamanya.
Tangis pun tak akan mampu membuat sang anak hidup kembali. Dadanya terasa sesak. Melihat putri kesayangannya meninggal begitu tragis. Sang mama mencoba menyapu mata sang anak yang meninggal dalam keadaan melotot.
"Selamat jalan sayang, semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa kamu. Melapangkan kubur kamu," ucap sang mama diiringi isak tangis.
__ADS_1
Mobil ambulance yang membawa Mira telah sampai di rumah sakit. Namun sayangnya tim medis tak lagi melakukan pertolongan, dia hanya akan mengurus kematian Mira. Karena Mira sudah terbujur kamu.
"Mira kenapa, Bu?" Tanya sang suami, saat akan menyambut sang anak turun dari ambulance.
"Mira sudah meninggal, Pak. Hiks ... hiks ... hiks," ucap sang istri.
Tak lama kemudian ibunda dari Mira akhirnya jatuh pingsan, tubuhnya terasa lemas tak berdaya. Hingga akhirnya dibawa ke IGD. Seperti diketahui, ibunda dari Mira begitu menyayangi sang anak. Berbagai cara dia lakukan untuk mewujudkan keinginan sang anak, termasuk menikahi sang anak dengan laki-laki pujaannya yaitu Nando.
Saat ini Nando pun sedang berada di rumah sakit dalam keadaan koma. Tubuhnya sudah terlihat kurus, hanya tinggal tulang saja. Namun, Allah belum juga mengambil nyawanya. Kondisinya saat ini dalam keadaan kritis.
"Pak, Mira .... Hiks ... hiks ... hiks," ucap sang mama, saat tersadar.
"Ibu sekarang istirahat saja dulu! Bapak mau urus Mira dulu," ujar sang suami, dan sang ibu hanya menganggukkan kepalanya.
Berita kematian Mira sudah di umumkan lewat pengeras suara mesjid di rumah orang tuanya. Membuat orang tua Nando, terutama sang mantan ibu mertua. Meskipun dirinya sudah tahu penyakit mantan menantunya.
__ADS_1
"Si Mira sudah meninggal. Apa si Nando juga bakal meninggal juga," gumam Mama Eliza.
Mama Eliza menjadi teringat akan sosok Dina. Wanita yang pernah dirinya hina, karena dia ingin sang anak menikah dengan Mira. Kini keduanya sudah mendapatkan karma. Mira meninggal dalam keadaan tragis. Nando pun sudah merasakan atas perbuatannya, saat ini sedang dalam kritis. Sedangkan Dina justru sudah hidup bahagia, sedang menunggu saat sang anak lahir ke dunia.
"Sebentar lagi anak Mama sudah mau lahir. Rasanya Mama sudah tak sabar menunggu kamu lahir ke dunia," ujar Dina.
"Kamu harus sudah beli perlengkapannya Yang. Besok kita beli ya," ucap Rian.
"Makasih ya Mas, kamu sudah baik banget sama anak aku," ungkap Dina.
"Aku sudah menganggap anak kamu, menjadi anak aku juga. Aku menyayangi dia, walaupun bukan anak kandung aku," sahut Rian.
Menurut hasil USG, Dina akan melahirkan seorang bayi dengan jenis kelamin laki-laki. Menurut hasil prediksi, dua bulan lagi Dina akan melahirkan. Rian pun sudah menanti kelahiran Dina. Setelah masa nifas selesai, Rian akan menikah kembali secara resmi dengan Dina.
Sama halnya dengan Dina yang sudah merasakan bahagia, Sania pun sudah hidup bahagia dengan Reza. Reza selalu bersikap baik dan sayang kepada Sania. Pasangan itu sedang merasa bahagia, Sania dinyatakan hamil menambah pelengkap di pernikahan mereka.
__ADS_1
"Ayah sayang sama kamu! Besok kita belanja keperluan kamu ya," ucap Rian sambil mengelus perut istrinya. Seolah dirinya sedang berbicara dengan sang anak secara langsung.
Jenazah Mira segera diberangkatkan menuju rumah orang tua Mira. Kini Mira di bawa dengan menggunakan mobil jenazah, bukan ambulance lagi. Prosesi pemakaman akan diadakan besok