Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
Ucapan Terima Kasih Rian


__ADS_3

Rian dan Dina baru saja sampai di rumah, dan langsung di sambut oleh Al.


"Benar Bun, ada dede bayinya di perut Bunda?" tanya Al kepada sang Bunda.


"Iya, benar. Al sebentar lagi akan punya adik. Nanti, Al bantu Bunda menjaga adik ya," ujar Rian yang kini berjongkok mensejajarkan dengan Al.


"Hore ... Hore ... Hore. Al mau punya adik," teriak Al. Dia merasa senang mendengar bundanya akan memberikan adik untuknya.


kebahagiaan Al bertambah, saat mendengar kalau dirinya akan mendapatkan dia adik sekaligus. Mereka tampak bahagia menyambut kelahiran anggota baru di keluarga mereka.


"Bi, mulai besok Bibi tolong handle semua pekerjaan rumah ya! Bapak tidak mengizinkan Ibu untuk mengerjakan pekerjaan rumah, termasuk memasak. Ibu saat ini sedang mengalami masa mengidam, merasakan mual dan muntah. Nanti Bibi bantu urus Al juga ya. Gaji Bibi akan saya naikkan 300 ribu," ujar Rian kepada sang ART.


Rian akan bersikap posesif, demi kesehatan istri dan kedua anaknya yang masih di dalam kandungannya.


"Mulai hari ini, Ayah memiliki tugas untuk membuatkan Bunda susu coklat hangat untuk Bunda. Apapun keinginan Bunda, InsyaAllah akan Ayah turuti," ujar Rian, membuat Dina tersenyum.

__ADS_1


"Terima kasih, Ayah. Twins sayang Ayah," ucap Dina yang menirukan suara anak kecil.


Bukan hanya mereka bertiga yang merasa bahagia. Kedua orang tua Rian juga merasa bahagia, mereka akan memiliki cucu dari anaknya. Bahkan mereka akan memiliki dua orang cucu sekaligus. Meskipun demikian, mereka akan tetap menyayangi Al seperti cucunya sendiri


"Akhirnya ya, Pa. Rian sebentar lagi akan memiliki anak dari darah dagingnya sendiri," ucap Mama Elia kepada sang suami.


"Iya, Ma. Semoga Rian dan Dina selalu diberikan kebahagiaan," ujar sang papa dan diaminkan oleh sang istri.


Rian merasa kasihan melihat istrinya yang kerap merasakan mual dan muntah, tubuh Dina semakin terlihat kurus. Wajahnya kini terlihat pucat. Berulang kali dirinya memuntahkan isi perutnya. Kehamilan kali ini sedikit berbeda, lebih terasa berat bagi Dina.


"Susu coklat hangat untuk Bunda dan juga Twins," ucap Rian sambil membawa satu gelas berisi susu coklat. Rian langsung memberikannya kepada sang istri.


Baru menenggak sedikit, perutnya tiba-tiba saja terasa mual. Dina langsung berlari menuju kamar mandi. Rian yang melihat sang istri seperti itu, langsung menghampiri sang istri. Kemudian memijat tengkuk sang istri.


Setelah itu, Rian memapah sang istri untuk duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


"Masih mual?" tanya Rian dan Nisa mengiyakan.


"Minum apa ya biar tidak mual begitu? Obat mualnya suka diminum 'kan?


Dina pun tak tahu, karena bawaan kehamilan kali ini sangat berbeda. Dia minum semua obat dari dokter, minum susu, dan mengikuti perintah dokter. Semua itu demi kesehatan kedua bayinya yang masih dalam kandungan.


Rian membantu istrinya untuk membaringkan tubuhnya. Kemudian memijat kaki Dina dengan penuh kelembutan. Perlahan mata sang istri meredup dan akhirnya tertidur pulas.


"Terima kasih Sayang, karena kamu telah memberikan kebahagiaan untuk aku. I Love You," ucap Rian. Kemudian melabuhkan kecupan di kening istrinya.


Rian langsung menutupi tubuh istrinya dengan selimut. Istrinya telah banyak berjuang untuk memberikan dia kebahagiaan. Di kehamilan yang sekarang dia harus mengalami mual dan muntah, bahkan Dina sampai tak bisa makan nasi. Hanya minum jus buah dan makan sayur.


Sambil menunggu up mampir yuk di karya yang pastinya seru 😍


__ADS_1


__ADS_2