Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
Kapan Hamil?


__ADS_3

Saat Nando berangkat bekerja, sang Mama memutuskan untuk mendatangi rumah yang ditempati Nando dan Mira, dia ingin menemui sang menantu. Hal ini tak mungkin dibiarkan begitu saja, dia yakin kalau rumah tangga anaknya tak harmonis. Lagi pula dia ingin membicarakan kepada Mira kapan dirinya hamil. Mama-nya Nando ingin segera memiliki cucu dari anaknya Nando.


Tok! Tok! Tok!


"Assallammualaikum. Mir, Mira," panggil Mama-nya Nando. Dirinya sudah berada di depan pintu rumah. Dia sudah mengetahui kalau menantunya sudah tak bekerja lagi, dan saat ini belum mendapatkan pekerjaan lagi.


"Kemana sih ini orang, sudah siang lampu depan masih saja menyala. Tak mungkin pergi juga, AC masih menyala, pasti ini anak masih tidur," gerutu Mama-nya Nando.


Dirinya memilih mengetuk pintu rumahnya semakin keras, agar sang menantu. Karena suara dirinya masih terkalahkan dengan suara AC.


"Siapa sih yang mengetuk pintu keras banget, tak tahu apa orangnya lagi tidur. Ganggu saja," gerutu Mira yang terpaksa turun dari ranjang dan segera membuka pintu rumahnya. Alangkah terkejutnya Mira, saat melihat sang mertualah yang datang.


"Ma-ma, sudah lama? Ayo masuk Ma," ujar Mira.

__ADS_1


Wajahnya terlihat tegang, bertambah buruk saja dirinya dimata ibu mertuanya. Setelah kejadian di rumah sakit tempo lalu. Wajah Ibu-nya Nando terlihat tak bersahabat. Dirinya merasa kesal. Membuat Mira menghela napas panjang.


"Mama sudah lama di depan? Maaf aku semalam tak bisa tidur, baru bisa tidur menjelang pagi. Makanya jam segini baru bangun, biasanya sih tak pernah seperti ini. Oh ya Mama mau minum apa? Biar aku buatkan sekalian aku mau bersihin muka dulu ya Ma," ujar Mira. Dia berusaha menutupi perasaan gugupnya.


"Tak perlu Repot-repot! Mama sudah minum di rumah, lagi pula kedatangan Mama ke sini tak akan lama. Hanya ingin menanyakan hal penting saja," ujar Mama-nya Nando tegas. Membuat Mira merasa tegas, apakah yang akan dibicarakan ibu mertuanya itu.


"Kapan kamu hamil? Masa iya sampai sekarang kamu belum hamil juga. Makanya jadi wanita itu jangan malas, harus bisa menyenangkan hati suami. Apalagi kamu sekarang lagi tak bekerja, apa salahnya fokus mengurus suami. Biar suami terus menempel sama kita. Ini baru nikah, sudah seperti kucing dan anjing. Kerjaannya bertengkar terus. Mama sih tak masalah Nando pulang ke rumah Mama, tetapi bagaimana dengan pemikiran tetangga. Kamu di sini, Nando di rumah Mama. Sebenarnya apa sih yang terjadi sama kalian," ujar Mama-nya Nando.


"Bagaimana aku bisa hamil, kalau Nando jarang menyentuh aku. Semua ini karena Dina, Nando masih belum bisa melupakan Dina. Bahkan dirinya berniat ingin kembali sama Dina," cerocos Mira mencoba membela diri dengan mengkambinghitamkan Dina.


Mira sudah bisa bernapas lega, saat sang ibu mertua sudah pamit pulang. Untungnya sang ibu mertua masih percaya dengan ucapan dirinya.


"Aku akan buat Ibu mertua aku sangat membenci Dina. Agar suamiku tak akan pernah kembali lagi dengannya," ujar Mira menyeringai licik.

__ADS_1


Nando baru saja pulang dari rumah kantor, hari ini dirinya berniat ingin menginap kembali di rumah sang Mama. Entah mengapa dirinya merasa jenuh.


"Nan, setelah kamu mandi dan makan, Mama ingin bicara sama kamu," ucap sang Mama terlihat serius.


Nando sudah terlihat segar, dirinya sudah mandi dan juga makan. Kini dirinya sudah duduk bersama dengan sang Mama.


"Katakan sekarang saja Mah, lebih cepat lebih baik," ujar Nando. "Mama dengar kamu masih memiliki perasaan sama si Dina? Mau sampai kapan? Ingat kamu itu sudah menikah, hargai istri kamu! Lebih baik kamu fokus sama istri kamu, agar istri kamu segera hamil. Kapan bisa hamil kalau kamu bersikap cuek sama istri kamu," cerocos sang Mama.


"Enggak tahu aku ma, rasanya aku malas. Tak ada hasrat sama si Mira. Enak main sama Dina. Kangen aku," ujar Nando asal. Dirinya tak menyadari kalau dia sudah membuka rahasia yang selama ini tersembunyi.


"Enak main sama Dina? Kangen? Memangnya kamu sudah melakukan hubungan suami istri?" tanya sang Mama menyelidik.


"Iya Mah, bahkan sudah menghasilkan anak," ucap Nando dalam hati.

__ADS_1


Tentu saja Nando tak berani berkata jujur. Nando terlihat gugup, karena sang Mama sudah menatap dirinya tajam.


"Sudah ah, Nando malas membahasnya. Ya sudah kalau Mama tak suka aku di sini, ok aku pulang sekarang," ujar Nando yang memilih menghindari sang Mama.


__ADS_2