Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia
Episode 100


__ADS_3

''kamu pernah liat aku gk saat masih sma''tanya Tio serius.


''mmm aku gk ingat''jawab Qia seada nya.


''hmmm kamu ingat gk saat kamu kena bola''tanya tio tidak enak.


''ingat lah rasa nya sakit banget''ucap Qia memegang kepala nya yang tidak sakit lagi.


''tapi kamu jangan marah ya''


''itu dulu aku yang tendang tapi tapi aku yang menggendong mu ke uks''ucap tio cepat takut Qia marah.


''puft hahahaha''Qia tertawa lepas


tio heran melihat Qia tertawa terbahak bahak harus nya Qia marah.


''apa kau tidak marah''tanya tio dengan wajah bingung yang membuat imut di mata Qia


''hmmm karna kau begitu imut aku tidak marah tapiiii...''


''aku dari tadi ingin mencubit pipi mu''Qia mencubit pipi tio yang lembek dengan sangat gemas.


tio hanya tersenyum membiar kan Qia mencubit pipi nya sampai puas.


Qia melpeas kan tangan nya dan duduk.dengan puas.


''apa kau sudah puas mencubit pipi ku''tanya tio memegangi pipi nya yang sedikit sakit dan panas.


''ha sudah''jawab Qia tersenyum memperlihat kan lesung pipi nya.


deg...jantung tio langsung berdetak melihat senyum Qia yang begitu manis melebehi manis nya gula hehe.


''boleh kah kita berteman''tanya tio tersenyum berharap,sedang kan Qia berpikir pikir sambil melihat wajah tio.


''tentu saja boleh,karna kau begitu imut sekali''ucap Qia tersenyum kembali.


....


''veron ingin bertanya serius dengan papa''ucap veron serius menatap papa nya yang sekarang ada di depan nya.

__ADS_1


''ya bicara lah''jawab rian santai.


''papa masih ingat wanita yang bernama lia''


''lia''ulang rian mengingat ingat nama yang tidak asing bagi nya.


''owh mantan kekasih mu 3 tahun lalu''jawab rian yakin.


''ya pa,veron ingin tanya papa,apa benar papa yang nyuruh dia buat jauhi veron''tanya veron hati hati dengan perkataan nya.


''ya benar''jawab rian santai lagi.


sedang kan veron merasa sesak di dada nya.


''kenapa pa''tanya veron dengan mata yang sudah memerah.


sedan kan seorang gadis yang berada di balik pintu entah kenapa hati nya merasa takut.


''karna dia tidak pantas untuk mu''


''papa tau kan kalau dulu aku sangat mencintai nya,tapi papa dengan seenak nya menyuruh nya untuk menjauhi veron hmmm huh veron kecewa sama papa''ucap veron menekan perkataan terakhir nya berjalan ingin meninggal kan pap nya.


veron berhenti sejenak menarim nafas nya panjang.


''kalau ia memang kenapa pa,aku yang berhak menentukan siapa pilihan ku,kalau aku memang masih mencintai nya kenapa apa papa juga akan tetap menyuruh nya untuk pergi lagi''tanya veron tanpa menoleh ke arah rian dan kembali berjalan.


seorang gadis yang berada di balik pintu sedari tadi air mata nya sudah jatuh hati nya benar benar sakit rasa cinta nya sudah hancur,''kaki ku tidak sanggup lagi berdiri''ia menutup mulut nya agar tidak bersuara ''aku tidak sanggup lagi''gumam nya berlari keluar masih menutup mulut nya agar isakan tangis nya tidak terdengar.


''oh ia papa lebih baik pulang kembali ke amrik karna varon sudah setuju untuk mengurus perusahan papa dan tidak usah ikut campur lagi dengan masalah pribadi veron pa''ucap veron dan meninggal kan rian yang masih ada di ruangan nya dan masuk ke kamar nya.


rian melihat jam tangan nya menunjukan pukul 12.00 siang dan menggeleng kan kepala nya karna tingkah veron.


....


pukul 12.35 siang


''hik hik hik hiks''tara terus berlari menuruni anak tangga dan tidak sengaja terpeleset hingga jatuh dari tangga ia guling guling sampai kepala bagian belakang nya terbentur parah begitu pun dengan kening nya dengan kaki yang lecet.tapi ia tidak pingsan sama sekali ia berdiri sekuqt tenaga nya berjalan dengan pincang dan kepala yang berdarah.


''luka ini tidak sebanding dengan apa yang kurasakan saat ini hiks hika kak veron jahat hiks''gumam tara air mata yang bercucuran dengan darah dari kepala nya yang menetes hingga ke pakaian nya.

__ADS_1


ia memperhatikan pembantu yang ada di sana ingin menolong nya.


''aku hanya ingin minta satu hal jangan bilang ke kak veron kalau aku ke mari''ucap tara dan meninggal kan ke dua pembantu yang ada di sana menatap nya dengan sedih.


....


tara keluar dari taxi berjalan pincang masuk ke dalam apertemen,dengan darah yang sudah membeku.


ia masuk ke dalam kamar nya tanpa melihat gio papa nya.


saat sampai dalam kamar nya tiba tiba kepala nya terasa berdenyut denyut dan serasa di tusuk sampai ke otak ia menahan rasa sakit itu sampai dunia begitu gelap.


....


pukul 20.00 malam


''taraaaaa''teriak gio melihat putri nya tergeletak di lantai dengan darah di kaki dan kepala nya yang terlihat mengering.


dan dengan wajah yang seperti tidak mempunyai darah.


gio dengan cepat mengangkat putri nya itu ke kasur dan menghubungi dokter.


....


''tuan gio keaadan putri bapak sangat gawat kita harus segera memawa nya ke rumah sakit''ucap dokter itu setelah melihat ke adaan tara.


dengan cepat gio mengangkat putri nya itu.


''tara papa mohon bangun nak,jangan buat papa khawatir''ucap gio berlari masuk ke dalam lift di ikuti dokter yang juga berlari terburu buru.


dokter itu sudah menelfon ambulance agar bisa tetap memeriksa keadaan tara di perjalanan takut terlewat kan.


dalam ambulance tara di pasang kan alat oksigen agar tetap bernafas,dengan gio yang di samping nya mengusap usap tangan putri nya itu agar hangat karna seluruh tubuh tara kini semua terasa dingin.


....


''saya akan tutup rumah sakit ini jika terjadi apa apa pada putri saya''ancam gio sebelum masuk ruang operasi.


para dokter dan suster meneguk salvina nya kasar takut dengan ancaman gio mereka dengan cepat masuk kedalam ruang operasi.

__ADS_1


__ADS_2