
Sylvia mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Dia melirik kaca spion dan terlihat dua mobil hitam mencurigakan berada tepat di belakangnya.
Sylvia terus melaju dan sesekali melirik kaca spion untuk memastikan apakah dua mobil itu benar-benar mengikutinya atau tidak.
Hingga saat sampai di pertigaan, Sylvia yang tadinya melaju pelan tiba-tiba berbelok dan menambah kecepatan.
"Sial!!" umpat pria yang mengikuti sylvia. Dia menambah kecepatan untuk mengejar Sylvia.
Sylvia kembali melirik kaca spion dan melihat kedua mobil itu juga melaju dengan kecepatan tinggi. Dia tersenyum sinis dan menyalip mobil-mobil yang ada di depannya. Dia akan menggiring mereka ke jalanan yang sepi untuk mempermudah melawan mereka.
"Kita lihat, apa yang kalian inginkan?" seringai Sylvia.
Saat sampai di jalanan yang sepi, Sylvia memutar arah laju motornya berlawanan dengan kedua mobil yang mengejarnya.
"CK.. Lambat!!" gerutu Sylvia karena mobil itu tertinggal jauh. Dan tidak berapa lama, kedua mobil itu terlihat di depan sana.
"Akhirnya muncul juga." Sylvia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi berlawanan arah tetapi satu jalur dengan mobil itu.
"Apa dia sudah gila?" Seru pria itu saat melihat Sylvia justru melaju kearah mereka.
"Aku tidak perduli. Tabrak dia!!"
Kedua mobil itu juga melaju kencang dan berniat menabrak Sylvia. Tapi di luar dugaan, Sylvia justru melakukan jumping trail.
"A_apa yang wanita itu lakukan?"
Saat motor Sylvia berada di atas kedua mobil tersebut, dia mengeluarkan pistolnya dan menembak atap kedua mobil itu.
DOR
DOR
DOR
DOR
Sylvia mendarat dengan sempurna, dia memutar arah motornya dan kembali menembak kedua mobil itu.
__ADS_1
DOR
DOR
Salah satu mobil itu oleng dan menabrak pembatas jalan. Si pengemudi mencoba untuk keluar tapi sayangnya sudah terlambat. Terjadi kebocoran pada bahan bakar dan akhirnya menyebabkan mobil tersebut meledak.
DUAARRR
DUAARRR
DUAARRR
"Tinggal satu lagi." Sylvia melajukan motornya dan mengarahkan senjatanya pada mobil yang tersisa. Tapi beberapa pria terlihat keluar dari mobil tersebut dan mengarahkan senjatanya pada Sylvia.
"Shiiitt!!" Sylvia mencoba menghindari tembakan musuh. Tapi karena hal itu membuat laju motornya tidak stabil hingga akhirnya dia jatuh terguling dari motornya.
"Sial!!" umpat Sylvia
Pria-pria itu mendekati Sylvia dengan mengarahkan senjata mereka padanya. Mereka di perintahkan untuk menangkap Sylvia hidup-hidup. Untuk itu mereka tidak melepas tembakan.
Sylvia melepas helmnya dan hal itu membuat mereka waspada. "Siapa kalian?" tanya Sylvia.
"Anda tidak perlu tahu siapa kami. Yang jelas kami di perintahkan untuk menangkap mu."
Sylvia tersenyum sinis. Dia berdiri perlahan dan langsung di kelilingi anak buah orang yang mengincarnya. "Apa kalian tahu? Kalian tidak akan bisa menangkap ku." seru Sylvia
"Cih.. Lihatlah situasi anda, nona! Bahkan untuk melarikan diri saja kau tidak akan bisa."
Sylvia tertawa keras. Dia melipat kedua tangannya di depan dada dan berkata, "Sedikit saran untuk kalian. Langsung saja habisi musuhmu selagi masih ada kesempatan." ucapnya santai
"Apa maksudmu nona?"
"Maksudku adalah....
DOR
DOR
__ADS_1
DOR
Belum selesai Sylvia berbicara, tiba-tiba terdengar tembakan yang membuat Pria itu tersentak karena serangan dadakan. Tiga temannya tumbang karena terkena tembakan. Dia menoleh dan melihat seorang pria berjalan mendekat dengan mengarahkan senjatanya pada mereka yang tersisa.
"Anthony!!" lirih Sylvia
"Brengsek!!" pria itu membalas menembaki Anthony. Tapi dengan gesit dia menghindar dan melempar belati kearah mereka.
"Akh.....
"Wow!!" Sylvia seperti menonton film action melihat keahlian Anthony melawan pria-pria itu menggunakan tangan kosong.
Sylvia mencoba untuk membantu. Tapi sayangnya kakinya terkilir. "Akh... Sial !!" umpatnya. "Jika begini aku tidak akan mendapat bagian." Gerutu Sylvia.
Tanpa di sengaja, dia melihat musuh yang sudah tidak berdaya mencoba membidik Anthony. Tapi dengan sigap, Sylvia melempar helmnya dan mengenai kepala musuh hingga pingsan.
"Rasakan!!" ucapnya senang. Dia kembali menyaksikan pertarungan Anthony dan beberapa musuh yang ingin menangkapnya.
Anthony terlihat tenang saat melawan mereka. Benar-benar tidak ada rasa takut sama sekali. Hingga pertarungan itu berakhir dan di menangkan oleh Anthony.
"Wow.. Kau sangat hebat, Anthony." puji Sylvia.
"Dan kau juga sangat ceroboh, sayang."
"Hei.. Siapa yang ceroboh?" gerutu Sylvia.
"Lihat kakimu!!" Anthony jongkok di depan Sylvia dan menekan pergelangan kaki Sylvia.
"Akh..!! Sakit bodoh." teriak Sylvia.
"Kau masih mau berkata tidak ceroboh?"
"I_itu...
Anthony berdiri dan langsung menggendong Sylvia ala bridal. "Kita pulang dan obati kakimu. Jangan sampai kau tidak bisa ikut berpesta besok."
"Iya-iya." jawab Sylvia pasrah
__ADS_1