Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia
Kalian Bisa Tenang Sekarang


__ADS_3

Sementara itu, Anthony dengan santainya berjalan sambil menembaki musuh seolah tidak takut mati. Tujuannya hanya satu yaitu membunuh tuan D dan Kehl.


Ekor matanya yang tajam melirik kesana kemari mencari keberadaan mereka. "Di mana kalian?" geramnya. Dia menembak keatas tanpa melihat saat ada musuh yang mencoba membidiknya. Sesekali, Daniel melindungi Anthony saat ada yang mengincar tuannya.


"Come on Mr. D!! Sampai kapan kau akan bersembunyi?" teriak Anthony


Tidak jauh dari Anthony berdiri, kedua orang tersebut terlihat bersembunyi. Dia tidak menyangka jika Anthony begitu mengerikan. Bahkan dia tidak takut mati.


Sepertinya dia memang pantas mendapat gelar mafia yang paling di takuti. Karena dia begitu hebat.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan tuan?" tanya Kehl


"Kita harus pergi dari sini." seru Tuan D


"Baik, aku akan melindungi mu, Tuan. Kau pergilah!! Cari bantuan!!" ucap Kehl yang di jawab anggukkan oleh Tuan D.


"MR. D!!" teriak Anthony


Kehl keluar dari tempat persembunyiannya dan Anthony langsung mengarahkan senjata pada pria paruh baya tersebut. "Akhirnya kau keluar juga, Kehl." seru Anthony


"Cih.. Apa kau pikir aku takut padamu, hah? Kalau berani lawan aku dengan tangan kosong." tantang Kehl


Anthony tertawa keras. Dia melempar senjatanya ke segala arah dan menggerakkan tangannya memberi kode untuk Kehl agar maju melawannya.

__ADS_1


"Kurang ajar!!" Kehl yang merasa tertantang segera maju melawan Anthony menggunakan tangan kosong. Tapi dengan gesit pria itu menghindari setiap serangan Kehl.


"Lawan aku, Sialan!!" teriak Kehl. Dia merasa dipermainkan karena setiap serangannya tidak ada yang tepat sasaran. Justru Anthony terlihat mempermainkannya.


Nafas Kehl terengah-engah. Dia menatap Anthony yang terlihat tenang. Dan hal itu membuatnya muak. Dia melirik besi di sampingnya dan dengan gerakan cepat, Kehl mengambil besi tersebut dan menghantamkannya pada Anthony.


Tapi Kehl justru terkejut karena Anthony bisa menahan serangannya hanya dengan satu tangan.


"Apa hanya segini kemampuanmu, Kehl?" ejek Anthony


"Jangan meremehkan ku, sialan!!" Kehl mencoba menarik besinya, tapi di tahan oleh Anthony. "Kau....


"Cukup main-mainnya." Anthony menarik besi tersebut yang membuat Kehl ikut tertarik dan Anthony langsung menghadiahi pria itu pukulan keras di ulu hatinya.


"Ugh..." Kehl mengerang kesakitan. Tapi Anthony tidak melepaskannya begitu saja. Kehl adalah musuhnya. Bahkan dia dengan berani merusak sistem keamanannya. Untuk itu dia tidak akan segan menghabisi pria itu. Dan dengan sekali tendangan, Kehl terpental jauh menghantam kaca yang membuatnya tertusuk dan tewas seketika.


"Mau lari kemana, Mr. D?" Anthony mendekati Tuan D dengan wajah yang mengerikan. Tatapannya sangat tajam rahangnya mengeras dan kedua tangannya mengepal.


Tuan D merangkak mundur. Kini terlihat betapa pengecutnya dia. Dia hanya berkuasa karena uang. Berlindung di belakang orang-orang dungu. Dan sekarang, tidak ada siapa-siapa di sana yang melindunginya.


"Kenapa, hm? Apa kau takut padaku? Dimana kesombonganmu tadi Mr. D?" seringai Anthony. Dia menginjak kaki Tuan D kencang yang membuatnya berteriak kesakitan.


"Aargghh..!!!" teriak Tuan D.

__ADS_1


Anthony tertawa keras. "Bagaimana rasanya, hm? Ini tidak sebanding dengan apa yang telah kau lakukan pada kami." Anthony kembali menekan kakinya dan membuat Tuan D berteriak kencang.


"Kau tahu bukan jika semua menganggap jika aku seorang mafia yang kejam. Tapi khusus untuk dirimu, aku akan menjadi psikopat yang kejam."


Deg


Tuan D menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ti_tidak!! Lepaskan aku!!" Dia terus memberontak, menarik kakinya yang diinjak Anthony.


"Kau mau lari, hm? Baiklah!!" Anthony mengangkat kakinya dan kembali berkata, "Lari lah!!"


Tuan D tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia mencoba berdiri dan menyeret kakinya yang sakit untuk berlari.


"Ya, bagus. Teruslah berlari !!" teriak Anthony. Dia menyeringai dan mengambil besi yang tergeletak tidak jauh di sana. "Kita lihat seberapa jauh kau bisa berlari." Anthony melempar besi itu dan...


Jleb


"Ugh..!!!


Besi tersebut menancap sempurna di punggung Tuan D dan menembus sampai ke perut.


Tuan D ambruk menahan rasa sakit yang teramat sangat. Mulutnya mengeluarkan darah dan nafasnya mulai tersengal-sengal. Tapi sepertinya Anthony tidak mempunyai niat untuk melepaskannya begitu saja.


Anthony mendekati Tuan D yang sudah diambang Kematian dan menarik besi yang menancap di punggung nya.

__ADS_1


"Arrghh..!!!" Tuan D berteriak kesakitan. Dan Anthony justru kembali menancap besi tersebut berkali-kali di tubuh Tuan D hingga pria itu tidak bernyawa lagi.


"Aarrggghh...!!!" Anthony berteriak keras. Dia membuang besi yang dia gunakan untuk membunuh tuan D. "Mom, Dad!! Kalian bisa tenang sekarang." gumamnya sambil berlinang air mata.


__ADS_2