
Sylvia datang ke kantor FBI dan langsung menemui Kapten Alvin di ruangannya. Di sana sudah berkumpul para petinggi FBI.
Sylvia berdiri tegap dan memberi hormat pada para petinggi dan juga kapten Alvin. Dia menatap lurus ke depan dengan tatapan yang datar. Tapi bukan berarti dia tidak bisa membaca situasi di ruangan itu. Entah mengapa dia merasa ada yang aneh di antara mereka yang berkumpul di sana.
"Akhirnya kau datang juga Sylvia. Dan selamat bergabung dengan kami." seru Kapten Alvin.
"Siap! Terimakasih Sir." jawab Sylvia
"Setelah ini kami akan mengadakan pelantikan untuk mu. Dan kau akan masuk ke dalam tim ku. Tapi sebelum itu, aku akan memperkenalkan padamu para pejabat tinggi di FBI. Beliau adalah Tuan John Anderson, dan di sebelah beliau ada Tuan Felix Willis."
John berdiri dan mendekati Sylvia yang menatap lurus ke depan. Dia menatap Sylvia dengan seksama. Entah mengapa wanita itu mengingatkannya pada seseorang.
"Selamat bergabung dengan kami, Sylvia." seru John
"Siap!! Terimakasih Sir." balas Sylvia dengan tegas.
"Aku dengar kau anggota polisi yang paling berbakat di tim kapten William. Tapi karena kau menikah dengan musuh, dia mengambil keputusan untuk memecat mu." John berdiri tepat di depan Sylvia dan kembali berkata, "Dia terlihat seperti pengecut karena melepas mu. Tapi kami dengan senang hati merekrut mu. Untuk itu, jangan kecewakan kami."
"Siap, sir!!" Diam-diam Sylvia mengepalkan kedua tangannya. Dia tidak suka ada orang yang merendahkan kapten William. Walaupun dia sudah memecatnya, tapi kapten William sangat berjasa dalam hidupnya. Beliau yang sudah memberinya perlindungan dan membuat nya menjadi sekarang. Dan dia yakin, jika kapten William memecatnya karena mempunyai tujuan yang baik. Seperti sekarang misalnya.
Setelah melakukan perkenalan, Sylvia di bawa ke lapangan untuk dilantik menjadi anggota FBI dan akan bergabung di tim kapten Alvin. Sylvia juga mendapatkan julukan atau nama samaran yang akan di gunakan saat bertugas nanti.
"Selamat bergabung dengan tim kami, Sylvia. Dan Aku akan memperkenalkan Anggota di tim kita." Kapten Alvin meminta satu persatu anggota nya untuk memperkenalkan diri.
"Aku Bara, di sampingku ini namanya Amel"
__ADS_1
"Hai Sylvia." sapa Amel yang di balas senyuman oleh Sylvia
"Dia Bruce dan sebelahnya Axel." seru Bara
"Salam kenal Sylvia dan selamat bergabung di tim Alfa." sapa Axel
"Terimakasih."
Mereka mulai berbincang untuk saling mengenal lebih dekat. Dan Sylvia merasa jika tim baru nya lumayan menyenangkan. Tapi ada satu yang membuat Sylvia heran. Tatapan tuan John terasa aneh. Pria itu menatap nya seolah mengenalnya. Dan hal itu membuatnya curiga. Apa mungkin Tuan John mengenalnya atau mungkin ayahnya? Jika benar, mungkin pria itu tahu siapa orang yang mungkin menaruh dendam pada ayahnya.
"Kita juga kedatangan orang baru. Dia baru saja bergabung dengan kita kemarin.".seru Amel
"O ya, siapa dia?" tanya Sylvia
"Dia.....
Deg
"Akhirnya kau datang juga." seru Bruce
Sylvia merasa tidak asing dengan suara itu. Dia menoleh kebelakang dan melihat seseorang yang sangat dia kenal.
"Kau....
...****************...
__ADS_1
Di gedung pencakar langit dengan logo ABX Company, Anthony baru saja selesai meeting dengan koleganya. Dia terburu-buru masuk keruangan nya dan langsung membuka laptopnya.
Dia terlihat serius menatap ke layar laptop dan mendengar dengan seksama percakapan yang berasal dari laptop nya.
"John Anderson." gumam Anthony. Dia memperbesar gambar dan melihat orang yang bernama John. Dia merasa aneh dengan pria tua itu karena terus menatap Sylvia seolah dia pernah bertemu Sylvia. Mungkin John pernah melihat foto Sylvia tapi itu berbeda jika kita bertemu langsung.
Sebagai ketua mafia yang sudah lama terjun di dunia hitam, dia tahu jika tatapan John bukanlah tatapan biasa tapi tatapan menyelidik. Dia yakin jika John mengenal Sylvia atau mungkin pernah melihat seseorang yang mirip dengan Sylvia.
"Datang ke ruangan ku." Anthony menekan tombol interkom dan meminta Daniel datang ke ruangan nya.
Tok Tok Tok
"Masuk!!"
Daniel masuk keruangan Anthony dan membungkuk hormat. " Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Daniel
"Aku ingin kau mencari informasi tentang John Anderson dan juga Felix Willis. Mereka berdua adalah petinggi di FBI. Cari sedetail-detailnya mengenai kehidupan mereka dan apakah mereka ada hubungannya dengan keluarga ku dan keluarga Abraham Louis." titah Anthony
"Baik Tuan." Daniel undur diri dan mulai menjalankan tugasnya.
Sedangkan Anthony, dia kembali menatap ke layar laptop nya . Dia mengikuti acara pelantikan istrinya dan terlihat jelas siapa saja anggota tim baru Sylvia.
Bagaimana Anthony bisa tahu? Karena tanpa sepengetahuan Sylvia, dia memasang alat pelacak di cincin pernikahan mereka. Alat pelacak itu sangat canggih. Dia bisa menangkap pembicaraan dengan jelas dan memperlihatkan tangkapan gambar dengan luas. Jadi walaupun tangan Sylvia berada di posisi tegap sekalipun, alat di cincin Sylvia bisa memperlihatkan secara menyeluruh isi di ruangan di mana wanita itu berada.
"Lumayan juga tim mu, sayang. Mereka terlihat hebat. Tapi aku yakin tidak ada yang sehebat dirimu." Anthony mendengar pembicaraan Sylvia dan timnya, sampai di mana seseorang datang dan hal itu membuat Anthony melebarkan kedua matanya.
__ADS_1
"Dia...