
"Bagaimana? Apa kau sudah tahu berapa jumlah mereka?" tanya Anthony saat sampai di lokasi di mana Sylvia tengah menjalankan misinya.
"Kurang lebih 10 orang tuan. Dan mereka berhasil menangkap FBI yang saat ini juga mengintai mereka."
"Termasuk sniper mereka?" tanya Anthony yang di jawab anggukan bodyguard
Anthony tersenyum sinis. Dia tidak menyangka jika hanya sampai di situ kemampuan tim Alvin. Mereka kalah sebelum berperang.
Tapi hal itu membuat nya tertarik melihat aksi istrinya. Dia melihat rumah itu menggunakan teropong tapi sayangnya tidak terlihat jelas karena jendela rumah terhalang oleh tirai. Dan hal itu membuatnya semakin penasaran. Dia mengambil laptopnya dan melihat Sylvia melalui alat pelacak yang terpasang di cincin pernikahan yang di pakai Sylvia.
Anthony duduk dengan santai melihat istrinya yang begitu ahli melawan tiga orang pria disana.
"Wow.. amazing." seru Anthony. Dia kembali fokus di layar laptop dan menangkap sebuah tato di salah satu pria itu.
Ini yang dia tunggu-tunggu. Dia memperbesar gambar di layar laptop dan melihat tato yang berada di lengan pria itu.
"Sial, ternyata bukan salah satu dari mereka." umpat Anthony. Awalnya dia berharap bisa mendapatkan petunjuk jika benar tato yang ada di lengan pelaku adalah tato nail snake. Tapi sepertinya semua tidak akan semudah itu.
Anthony kembali memperhatikan Sylvia yang mulai kewalahan melawan ketiga pria itu hingga anak buah mereka membawa teman satu tim Sylvia.
"Apa yang akan kita lakukan tuan?" tanya Daniel. Saat ini istri Anthony tertangkap tapi pria itu justru terlihat santai tanpa ada rasa khawatir sama sekali. Apa Anthony tidak akan menolong Sylvia karena dia bergabung dengan FBI? Tapi rasanya itu tidak mungkin karena dia tahu jika Anthony sangat mencintai Sylvia.
"Ini bukan urusan kita. Jadi biarkan saja." seru Anthony.
Daniel hanya diam tidak menjawab. Walaupun tuannya berkata seperti itu tapi dia tahu jika sebenarnya Tuannya sangat mengkhawatirkan istrinya. Terbukti sampai saat ini pria itu masih memantau istrinya melalui alat pelacak yang terpasang di cincin pernikahan mereka.
__ADS_1
"Tuan!! Ini informasi dari pelaku." salah satu anak buah Anthony datang dan memberikan berkas berisi informasi tentang musuh yang saat ini di hadapi Sylvia dan timnya
Anthony menerima berkas tersebut membacanya dengan serius. "Cih.. hanya segerombolan orang-orang yang tidak berguna." ucapnya sinis
"Kita pergi dari sini." Anthony meninggal kan tempat tersebut di ikuti Daniel dan anak buahnya.
...****************...
Sylvia menatap satu persatu pelaku. Dia mengumpat dalam hati karena ternyata tato yang mereka miliki bukan tato nail snake melainkan tato naga. Seperti nya semua ini tidak akan mudah. Tapi sekarang bukan waktu nya untuk memikirkan hal itu. Sekarang dia harus mencari cara agar bisa lolos dari ketiga pria itu. Apalagi mereka bilang jika anak buah mereka berhasil menangkap rekannya yang lain.
Tapi bukan kah ini cukup aneh. Bagaimana caranya mereka menemukan dan menangkap tim nya dalam waktu yang singkat?
"Menyerahlah sayang. Atau kau akan berakhir sama seperti teman-teman mu." seru salah satu pria itu
Sylvia tidak menjawab. Dia melirik kursi kayu yang tergeletak di depannya. Dan dengan secepat kilat dia menendang kursi tersebut sehingga mengenai salah satu pria itu.
Dor
Dor
Dor
Mereka berlari dan bersembunyi dari tembakan tersebut. Tapi Sylvia tidak tinggal diam. Dia mengambil belati nya dan mengarahkannya di leher pria yang saat ini ada di tangan nya.
"Keluar kalian berdua!! Atau aku bunuh teman kalian." teriak Sylvia
__ADS_1
Kedua pria itu saling pandang. Tapi tidak ada satupun yang berniat keluar. Justru salah satu dari mereka mengarahkan senjata nya dan menembak pria yang menjadi sandera Sylvia. Sehingga pria itu tewas seketika.
"Shitt!!" umpat Sylvia. Dia mengambil senjata yang tergeletak di lantai dan menembaki kedua pria itu. Dia berguling dan bersembunyi.
"Kau tidak akan menang melawan kami. Jadi lebih baik kau menyerah." teriak pria itu
"Dalam mimpimu." Sylvia berguling dan menembak pria yang hendak menembaknya, dan tepat sasaran. Tembakannya mengenai tangan pria itu yang membuat senjata di tangan nya terjatuh.
Sylvia berlari dan menendang pria itu hingga tersungkur. Tapi di luar dugaan, anak buah mereka datang dengan membawa semua rekannya yang tertangkap.
"Menyerahlah, nona."
Sylvie menoleh dan melihat semua rekannya tertangkap dengan tangan terikat di belakang tubuh mereka. Sial!! sekarang dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Pria yang tersungkur , berdiri dan memegang tangannya yang terluka karena tertembak. Dia merobek bajunya dan mengikatnya di lengan nya yang terluka untuk menghentikan pendarahan.
"Kau tidak apa-apa Jack?"
"Yeah. I'm fine. Ini Luka kecil untuk ku James." seru Jack. Dia menatap Sylvia yang diam mematung. Dia menyeringai dan mendekati wanita itu.
"Aku akui kau sangat hebat, nona. berbeda dengan teman-teman mu yang payah." seru Jack
"Terimakasih atas pujiannya." jawab Sylvia.
Mendengar hal itu, Bruce terlihat geram dan menatap tajam Sylvia. Semua ini salah Sylvia karena bertindak tanpa persetujuan nya sebagai ketua tim. Bahkan sekarang Sylvia secara terang-terangan menghina tim mereka.
__ADS_1
"Tapi walaupun begitu, tetap saja kau akan bergabung dengan mereka. Kumpulan orang-orang bodoh." Jack tertawa keras dan memerintahkan anak buahnya untuk mengikat tangan Sylvia.
Sial!!! Sekarang dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Semua kacau karena tim nya tertangkap. Dia menatap satu persatu temannya. Dia penasaran bagaimana bisa mereka tertangkap begitu mudah. Hingga dia menyeringai karena baru saja mendapatkan cara untuk melawan pelaku.