
"Apa maksud semua ini, Sylvia?" Sentak kapten Alvin. Dia begitu geram setelah membaca surat dari Sylvia.
"Aku rasa semua sudah jelas kapten. Aku mengundurkan diri."
Deg
Semua anggota tim Alfa tercengang mendengar ucapan Sylvia. Tak terkecuali Bruce.
Walaupun dia tidak menyukai Sylvia tapi dia terkejut dengan pengunduran diri wanita itu. Ini terkesan mendadak dan dia rasa tidak ada alasan yang membuat wanita itu harus mengundurkan diri. Kecuali karena Axel.
"Apa maksudnya Sylvia? Apa semua ini karena Axel?" Tanya Damian.
"Aku akui, aku memang tidak menyukaimu. Tapi mendengar keputusan mu mengundurkan diri saat kita sepakat untuk menyelidiki ulang kasus Axel membuatku kecewa. Kau tidak setia kawan, Sylvia." Ujar Bruce.
Sylvia tahu semua akan berakhir seperti ini. Tapi jika dia tetap berada di sini, nyawanya bisa terancam. Dan dia tidak akan bisa menangkap pelaku sebenarnya.
"Sylvia, beritahu kami. Kenapa kau memutuskan untuk mengundurkan diri? Apa ada yang membuatmu tidak nyaman?" Amel ikut menimpali. Dia sangat terkejut dengan keputusan Sylvia. Padahal dia adalah anggota yang hebat. Berkat kepintarannya, mereka bisa memecahkan kasus dengan cepat.
__ADS_1
Sylvia menatap satu persatu teman-temannya. Sampai tatapannya berhenti pada satu orang yang membuatnya murka. Dia mengepalkan tangannya erat. Ingin rasanya dia menghadiahi orang itu dengan bogem mentahnya. Tapi jika dia melakukan semua itu, rencana yang sudah dia susun dengan Anthony akan berantakan.
Dia memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas panjang untuk meredam emosinya.
"Sorry guys. Aku tahu keputusanku ini mendadak. Tapi aku melakukan semua ini justru untuk Axel." ucap Sylvia
"Apa maksudmu?" tanya Barra
"Anggap saja aku mengalami trauma." Sylvia menatap Damian dan kembali berkata, "kau tahu kan bagaimana aku waktu kehilangan sahabat ku saat kita masih menjadi polisi? Dan sekarang hal itu terjadi padaku lagi saat aku menjadi anggota FBI. Itu sebabnya aku memilih mengundurkan diri."
"Aku tahu, tapi bukan begini caranya Sylvia. Kita bisa hadapi bersama-sama. Kau tidak seharusnya menyerah." teriak Damian
"Sylvia, tunggu!!" Amel mengejar Sylvia. Begitu juga dengan Bruce. Dia ingin membuat perhitungan dengan wanita itu karena bertindak layaknya pecundang.
"Sylvia!!" teriak Bruce.
Sylvia menghentikan langkahnya. Dia membalikkan badannya dan tersenyum. "Ada apa Bruce? Bukankah ini yang kau inginkan?"
__ADS_1
"Sial!!" umpat Bruce. "Aku memang ingin menyingkirkanmu. Tapi bukan begini caranya sialan!!" teriaknya
"Kami sudah kehilangan Axel. Tapi kenapa sekarang kau juga ingin pergi, Sylvia?" Isak Amel
Sylvia berjalan mendekati Amel. Dia memeluk Amel dan berkata, "Apa kau tahu Axel diam-diam mencintaimu?"
Deg
"Da_dari mana....
"Kau tidak perlu tahu aku tahu dari mana. Tapi yang jelas aku melakukan semua ini untuk Axel. Karena jika aku tetap berada disini, aku tidak akan bisa menangkap pelakunya." bisik Sylvia
"A_apa maksudmu?" tanya Amel
"Cepat atau lambat kau akan tahu." Sylvia mengurai pelukannya. Dia menghapus air mata Amel dan kembali berkata, "Aku berharap kau adalah orang yang bisa di percaya. Aku tahu kau orang yang baik. Selamat tinggal." Sylvia menepuk pelan bahu Amel dan pergi dari sana.
Dia berhenti sesaat setelah sampai di depan markas FBI. Dia menoleh menatap gedung yang sudah memberinya banyak pelajaran.
__ADS_1
Tidak semua orang yang kita anggap baik itu berhati malaikat. Nyatanya dia adalah orang yang akan mencabut nyawamu entah karena apa.
"Mari kita mulai permainan kita. Kau menginginkan nyawaku, maka keluarlah dan kejar aku!!! Tunjukan batang hidungmu, atau kau memilih aku menyeretmu keluar dari tempat persembunyian mu, bastard."