Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia
Dari Awal Aku Tahu, Kau Pelakunya


__ADS_3

Tepat tengah malam, Sylvia terbangun dari tidurnya. Dia melihat Anthony yang tertidur pulas dan menyingkirkan tangan pria itu yang memeluknya.


Sebelumnya dia sudah memberi sedikit cairan chloroform atau semacam cairan bius di bantal Anthony. Dan dia yakin saat ini Anthony sedang mimpi indah di dalam tidurnya.


Sylvia bangun dan bersiap untuk pergi menyelamatkan kedua orang tua angkatnya.


Ya, ada yang menculik orang tua angkatnya dan memintanya untuk datang ke suatu tempat jika tidak ingin sesuatu terjadi pada mereka. Dan dia bisa menebak siapa pelakunya.


Sylvia menimang-nimang kira-kira senjata apa yang akan dia bawa. Musuhnya kali ini pasti tahu kebiasaannya jadi dia akan memberikan sedikit kejutan untuknya.


Sylvia menyimpan dua pistol di pinggangnya dan tidak lupa belati kesayangannya. Setelahnya dia memasukan Cairan Chloroform kedalam sebuah suntikan. Dia akan menggunakannya untuk membuat penjaga beristirahat sejenak.


Setelah semua siap, Sylvia keluar diam-diam. Dia mengendap-endap di rumah suaminya sendiri. Dia menutup hidung nya menggunakan masker dan mulai menyemprotkan cairan chloroform melalui suntikan.


Uap yang keluar dari cairan tersebut membuat satu persatu bodyguard tergeletak pingsan. Dan dia melakukan hal yang sama pada bodyguard yang berjaga di depan.


Setelah semuanya pingsan, Sylvia keluar dari tempat persembunyiannya. Dia menatap satu persatu bodyguard dan naik ke salah satu mobil milik Anthony. Dia menginjak pedal gas meninggalkan rumah tersebut.


Sekilas rencana Sylvia terlihat sempurna. Tapi dia melupakan sesuatu. Di mana Daniel?


Tap


Tap

__ADS_1


Tap


Pria itu melihat semua bodyguard yang tergeletak dan hanya tersenyum sinis. Dari arah belakang juga terdengar langkah kaki seseorang.


Daniel menoleh dan membungkuk hormat. "Tuan!!"


"Bukankah dia sangat hebat, Niel. Bahkan dia bisa membuat semua bodyguard tidak sadarkan diri." Anthony menghela nafas panjang dan kembali berkata, "Tapi tetap saja dia bodoh."


"Bangunkan mereka dan persiapkan semuanya!!" perintahnya


"Baik tuan!!"


Sementara itu, Sylvia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Jalanan yang sepi membuatnya menggila saat melajukan mobilnya. Itu karena dia tidak sabar untuk menyelamatkan orang tua angkatnya. Dan dia berharap mereka baik-baik saja.


"Aku tidak akan memaafkan mu jika sampai mereka terluka." geram Sylvia dalam hati.


Sylvia memarkirkan mobilnya asal. Dia menghela nafas panjang dan turun dari mobilnya. Kedatangannya sudah di sambut oleh dua pria yang tidak di kenal lengkap dengan senjata di tangannya.


Keduanya menodongkan senjata pada Sylvia. Tapi wanita itu tidak takut sama sekali. Dia bersikap tenang. Dan bertanya, "dimana orang tua ku?" teriak Sylvia


"Mereka ada di dalam." Keduanya menuntun Sylvia masuk dengan mengarahkan senjata pada wanita itu.


Dan saat sudah masuk, dia melihat kedua orangtuanya terikat dalam keadaan tidak sadarkan diri. "Mom!! Dad!!" teriak Sylvia

__ADS_1


Perlahan keduanya sadar dan melihat putri mereka berada di sana. "Sylvia!! Apa yang kau lakukan di sini? Harusnya kau tidak usah datang." seru Isaac


"Bodoh. Mana mungkin aku membiarkan kalian terluka demi diriku. Aku pernah kehilangan orang yang aku sayangi dan aku tidak ingin hal itu terulang kembali."


"S_sylvia." Isaac dan Debora terharu mendengar ucapan putrinya. Walaupun dia bukan putri kandung mereka, tapi mereka sangat menyayanginya. Kesalahan terbesar mereka adalah menjadikan Sylvia sebagai penebus hutang hingga dia harus menikah dengan mafia.


Tapi semenjak itu, mereka bersumpah tidak akan membuat putrinya susah lagi. Tapi sekarang, justru karena mereka lagi-lagi putrinya menantang bahaya.


"Wah.. Wah.. Wah.. Aku terharu dengan kalian. Keluarga yang sangat harmonis." seorang pria datang dan berdiri tidak jauh dari Sylvia.


"Lama tidak berjumpa, Sylvia." ucapnya lagi.


"Damian!!" geram Sylvia


"Ya, ini aku. Sepertinya kau tidak terkejut jika aku adalah pelaku yang menculik orang tuamu."


"Dari awal aku sudah tahu jika kau pelakunya. Kau juga yang membunuh Axel dan menjadi pengkhianat negara."


Damian terdiam. Dia tidak menyangka jika ternyata Sylvia sudah tahu sejauh itu. Tapi kenapa wanita itu hanya diam saja dan tidak bertindak? Bahkan dia memilih untuk mengundurkan diri. Apa dia merasa sungkan dengannya?


Bagaimanapun juga mereka sudah lama bekerja di tim yang sama. Jadi kedekatan mereka tidak di ragukan lagi. Jadi mungkin karena hal itu Sylvia segan padanya.


"Jangan berfikir terlalu jauh, Dam!! Aku tidak segan padamu. Justru aku keluar dari FBI agar aku bebas menangkap mu kapanpun tanpa menunggu perintah dari kapten Alvin." ucap Sylvia seolah tahu apa yang ada di pikiran Damian

__ADS_1


"Oh.. Menangkap ku ya? Apa kau yakin bisa melakukannya, Sylvia?" ejek Damian


"Aku sempat terkejut kau mengatakan hal itu. Aku tidak menyangka kau sudah merencanakan hal itu. Tapi...."Damian menodongkan senjata pada kedua orangtuanya. "Apa kau yakin bisa menang dariku?" seringai Damian


__ADS_2