Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia
Kedatangan Amel


__ADS_3

Amel berdiri di depan gerbang yang tinggi. Dia menghubungi Sylvia jika dia sudah sampai. Dan tidak berapa lama, ada mobil yang datang dari arah dalam.


Mobil tersebut berhenti bersamaan dengan gerbang yang terbuka sendiri. Bukannya kagum seperti pertama kali Sylvia datang, Amel justru merasa merinding.


Melangkah memasuki gerbang saja bulu kuduknya sudah berdiri. Apalagi jika dia sampai di markas mafia yang paling di takuti di new York. Apa dia bisa keluar dengan selamat?


"Nona Amel?" tanya bodyguard memastikan


"I_iya." jawab Amel terbata. Dia menelan ludahnya kasar melihat bodyguard yang berwajah seram di depannya.


"Mari !! Nona Sylvia sudah menunggu anda." bodyguard membukakan pintu mobil untuk Amel. Dan setelah wanita itu masuk, bodyguard masuk di belakang kemudi dan membawa Amel untuk menemui Sylvia.


Di perjalanan menuju rumah Anthony, Amel terus memperhatikan sekelilingnya yang hanya ada hutan saja. Dia bisa menebak jika ada hewan buas di sana. Dan tidak berapa lama, mereka sampai di rumah yang besar dan megah.


Lagi-lagi pintu gerbang terbuka sendiri dan saat mobil tersebut masuk, Amel melihat banyak pria bersenjata berjaga di sana.


"Oke Amel, sepertinya kau salah telah membantu Sylvia. Aku tidak yakin kau bisa keluar dalam keadaan utuh, Amel." ucapnya dalam hati. Dia keluar saat bodyguard membukakan pintu untuk nya. Dia berjalan mengikuti bodyguard masuk ke rumah mewah tersebut.


"Tuhan tolong aku!! Aku belum menikah dan sekarang aku justru mengantarkan nyawaku sendiri." gerutu nya dalam hati. "Come on Sylvia, keluarlah!! Atau aku akan mati berdiri di sini." batinnya lagi.


"Amel!!!"


Amel menoleh saat ada seseorang yang memanggilnya. Dia merasa lega karena Tuhan mendengarkan doa nya. Nyawanya tertolong.


"Sylvia!!" seru Amel


"Aku senang kau datang. Bagaimana kabar mu?" Sylvia memeluk Amel. Dia mencoba menenangkan mantan rekannya itu karena dia tahu jika Amel saat ini pasti ketakutan. Terlihat dari gerak-geriknya di tambah detak jantung Amel yang berdetak kencang.


"Kabarku baik. Bagaimana denganmu?" tanya Amel.


"Aku juga baik. Ayo kita duduk!!" Sylvia menuntun Amel ke ruang tamu dan meminta bodyguard untuk meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Kau mau minum apa?" tanya Sylvia


"Em.. I_itu...


"Tidak perlu gugup." Sylvia memanggil maid dan memintanya untuk membuatkan minum untuk Amel.


"Kau tidak takut tinggal di sini?" tanya Amel


"Untuk apa aku takut jika singa di sini saja tunduk padaku." ucapnya bangga


"Si_singa?"


"Yes."


"Sayang!! Apa temanmu sudah datang?" Anthony mendekat dan duduk di samping Sylvia. Dia tahu jika Amel akan datang karena Sylvia tadi meminta ijin padanya.


"Seperti yang kau lihat, dia sudah datang." ucap Sylvia


"Tidak perlu sungkan nona. Walaupun kau musuhku, tapi kau adalah sahabat istriku. Jadi untuk kali ini aku tidak akan mengganggumu."


Glek


Amel menelan ludahnya kasar. Ucapan Anthony seperti sebuah ancaman baginya.


"Jangan menakut-nakutinya!!" seru Sylvia. Dia meminta Anthony untuk pergi karena keberadaannya hanya membuat Amel canggung.


"Baiklah !! Tapi beri aku ciuman." pinta Anthony


Sylvia tersenyum canggung. Dengan cepat dia mengecup bibir Anthony dan menyuruhnya untuk pergi.


"Kau baik-baik saja Mel?" tanya Sylvia

__ADS_1


Amel menghela nafas lega dan berkata, "rasanya aku mau mati berada di dekat suamimu."


"Ck.. Jangan berlebihan!! Memangnya Anthon semenakutkan itu?"


"Sangat Via. Sangat menakutkan. Sekarang aku tahu maksud mu siapa singa yang tunduk padamu."


Ucapan Amel membuat Sylvia tertawa keras. "Apa kau mau tahu bagaimana aku menjinakkannya?" belum sempat Amel menjawab, Sylvia lebih dulu mendekat dan membisikkan sesuatu. "Berhati-hatilah !! Saat ini kita sedang di awasi dari cctv. Bersikaplah biasa saja dan jangan tegang. Anggap saja sekarang kita sedang membahas Anthony. Dan berakting lah seperti yang sudah aku katakan padamu." ucap Sylvia


Amel tiba-tiba tertawa. "Wah aku tidak menyangka kau sangat hebat, Sylvia. Kau berhasil membuat Tuan Anthony jatuh cinta pada mu." ucap Amel. Dalam hati dia merutuki kebodohannya. Karena jika dia salah sedikit saja, dia benar-benar tidak akan bisa keluar dari sini. Dan dia berharap akting ini akan segera berakhir.


"Oh iya, aku membawakan barang-barang mu yang masih tertinggal di markas. Aku tidak tahu ini barang berharga atau bukan." Amel menyerahkan kardus pada Sylvia


"Terimakasih Amel. Maaf merepotkan mu." Sylvia membuka kardus tersebut dan mengeluarkan isinya yang berupa beberapa dokumen. Dia sengaja melakukan hal itu agar terekam cctv dan di lihat oleh anak buah Anthony agar tidak curiga dengan apa yang di bawa Amel. Dan sepertinya berhasil.


Mereka tidak tahu jika di bagian bawah masih ada sesuatu yang akan dia gunakan untuk keluar dari rumah Anthony nanti malam.


Sylvia dan Amel berbincang cukup lama. Sampai-sampai Amel melupakan ketakutannya. Dan saat Bruce menghubungi nya, Amel berpamitan pada Sylvia.


"Terimakasih untuk semuanya Amel. Lain kali datanglah kemari lagi." seru Sylvia


Amel memeluk Sylvia dan bergumam yang membuat Sylvia tertawa, "Terimakasih tapi aku belum menikah."


"Oke oke.. Baiklah!! Bodyguard akan mengantarmu sampai depan." Sylvia menatap bodyguard dan berkata, "Pastikan Temanku aman sampai depan. Jika terjadi sesuatu padanya, maka kau akan merasakan timah panas dari ku." ucapnya pada bodyguard


"Siap nona!!"


"Kau sangat mengerikan Via." Amel bergidik ngeri. Dia masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan pada Sylvia.


Setelah mobil yang membawa Amel menjauh, Sylvia masuk kedalam dan mulai mempersiapkan diri untuk berburu nanti malam.


"Mom, Dad!! Tunggu aku!!" batin Sylvia

__ADS_1


__ADS_2