Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia
Episode 104


__ADS_3

''tuan veron apa kita akan benar benar membantu keluarga nona alya''tanya jio.


veron menyunggingkan senyuman nya


''kita hanya akan mengikuti permainan saja,jadi jangan khawatir''ucap veron menepuk pundak jio dan masuk ke ruang kerja nya.


''mencoba bermain main dengan ku,kau akan tau akibat nya''decih veron.


....


seorang gadis yang sekarang tertidur di atas tempat tidur dengan alat alat bantu rumah sakit yang terpasang di tubuh nya.


dengan wajah yang tak berwarna/pucat putih serta bibir yang sangat putih dan sekujur tubuh yang dingin.


dengan seorang papa yang selalu setia menemai putri nya tertidur di samping putri nya itu bekerja di ruangan VIP itu.


''papa sudah mendaftar kan tara di sekolah faforit,apa tara tidak akan bangun dan bersekolah di sana mengendarai mobil yang sangat di ingini putri papa ini papa sudah membli nya untuk princes papa''gio berbicara di telinga tara berharap tara mendengar nya tanpa terasa ia menitikan air mata nya karna putri nya sama sekali tidak bergerak.


''tuan baik baik saja''tanya seseorang dari belakang gio yang tak lain adalah seketaris nya serta istri nya.


''aku baik baik saja katakan informasi apa yang kau dapat''tanya gio mengahapus air mata nya.


''boleh kita bicara nya di ruangan lain tuan''ucap seketaris nya itu.


''tentu saja''ucap gio.


''istri ku jaga lah nona tara''ucap seketaris itu pada istri nya dan di iakan dengan tersenyum.


....


''jadi ini semua terjadi karna mendengar perkataan veron dan rian''tegas gio menatap tajam pada seketaris nya itu,yang arti nya di sedang emosi.


''apa yang mereka katakan sehingga membuat tara terburu buru sampai sampai terjatuh dari tangga''geram gio.


''jika terjadi apa apa dengan putri ku aku tidak akan memaafkan mereka''geram gio menahan emosi nya dan lansung keluar kembali menemui putri nya.

__ADS_1


....


''siapa wanita itu kenapa tidak asing bagi ku''gumam seorang pria yang memperhatikan seorang wanita dan seorang pria yang duduk di atas pasir tepi pantai.


tut.....tut......


''siapa''tanya varon mengangkat telfon.


''varon hari ini aku sudah bisa pulang apa kau tidak akan menjemput ku''tanya seorang wanita berbicara manja.


''baik lah aku akan menjemput mu''jawab varon berbalik menuju mobil nya.


....


''jangan sedih lagi,apa kau tau waktu pertama kali aku melihat mu saat kita daftar ulang di hari itu aku melihat mu sendiri tanpa di dampingi orang tua,aku merasa kau sangat mandiri,saat aku akan mendekati mu kau menoleh ku dan menatap ku dengan tajam dan langsung berlari''cerita tio sambil terkekeh mengingat hari itu.


''benar kah tapi aku tidak mengingat hal itu sama sekali''ucap Qia ikut terkekeh.


''ia waktu itu kau mengikat rambut mu asal asalan''


''benar kah apa aku terlihat begitu jelek waktu itu''tanya Qia terkejut.


''jadi berapa lama kau telah menyukai ku''tanya Qia tiba tiba.


''8 tahun sampai sekarang''jawab tio yakin dan percaya diri.


''hahahahahahaha''Qia tidak tau bahwa ini adalah kali pertama ia tertawa begitu lepas setelah sekian lama,ia juga memegangi perut nya karna sakit tertawa.


''apa menurut mu itu lucu''ucap tio dengan wajah tidak suka.


''tidak...tidak...kau begitu sangat lama menyukai ku apa selama ini kau tidak melihat wanita lain yang lebih cantik dan lebih pintar dan juga hebat''tanya Qia dengan masih tertawa.


tiba tiba tio mendekat kan wajah nya ke wajah Qia yang membuat hidung mereka bersentuhan,


''tentu saja karna aku telah menutup hatiku dan hati ini hanya untuk wanita yang membuat ku tergila gila selama 8 tahun''ucap tio meletakan tangan Qia di dada nya.

__ADS_1


deg....jantung Qia langsung berdetak kencang mata nya tidak lepas dari wajah tampan tio,wajah nya langsung memerah seperti tomat,setelah sadar ia langsung mendorong tubuh tio.


''astaga ada apa ini kenapa dengan jantung ku apa ada masalah dengan jantung ku''gumam Qia memgangi dada nya yang tak berhenti berdetak.


''Qia''ucap tio yang membuat Qia terkejut dan sadar dari lamunan nya.


''ahk tidak,tiba tiba aku ingat ada urusan hari ini aku harus pergi dulu''ucap Qia terburu buru dan bangun dari duduk nya.


''biar aku yang mengantar mu''ucap tio cepat cepat bangkit.


''tidak perlu,aku membawa mobil ku sendiri''ucap Qia berlari meninggal kan tio yang kebingungan.


.....


''aku harus ke rumah sakit memeriksa jantung ku,aku tidak bisa sakit karna aku harus terus menjaga papa''gumam Qia melaajukan mobil nya menuju rumah sakit.


''tapi kenapa aku begitu gugup saat bersama tio tadi''gumam Qia bingung.


.....


''terima kasih kau mau menjemput ku''ucap dania tersenyum pada varon.


''tidak masalah''ucap varon mendorong kursi roda yang di duduki dania menuju parkiran.


....


Qia keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah sakit ia sedikit berlari kecil,tiba tiba ia menabrak seseorang.


''maaf nenek''ucap Qia membantu nenek itu dengan barang barang yang jatuh akibat ulah nya.


''tidak apa apa anak muda memang selalu seperti itu,selalu terburu buru''ucap nenek nenek itu tersenyum pada Qia yang begitu cantik dan baik.


''maaf nek tadi aku tidak begitu memperhatikan''ucap Qia lagi lagi meminta maaf.


''tidak apa apa kau begitu baik jarang masih ada wanita yang cantik dan baik seperti mu''ucap nenek itu dan langsung pergi di ajak dengan seorang wanita yang seperti suster.

__ADS_1


''Qia''ucap seorang wanita dengan nada lemah dan lembut,Qia langsung menoleh ke asal suara itu dan terkejut dengan seorang pria yang menatap nya tajam dengan penuh kebencian dan seorang wanita dengan wajah memelas.


''wanita ini munafik sekali berpura pura lemah dan baik menjijikan sekali''gumam Qia menyunggingkan senyum nya tanpa menoleh dania dan langsung berjalan meninggalkan ke dua orang itu.


__ADS_2