
"Apa kau tahu, siapa yang mempunyai tato tersebut, Anthony?" tanya Sylvia. Dia melihat perubahan di wajah Anthony. Hal itu semakin membuatnya yakin jika pria itu mengetahui tentang tato tersebut.
"Kenapa kau diam? Apa kau tahu mengenai tato tersebut?" tanya Sylvia lagi
"Maaf Sayang. Aku tidak tahu mengenai tato yang kau katakan. Tapi aku akan membantumu mencari tahu tentang tato tersebut." seru Anthony
Sylvia tahu jika Anthony membohonginya. Dan hal itu membuatnya penasaran. Kenapa Anthony menyembunyikannya? Apa dia mengenal baik pemilik tato itu dan berusaha melindunginya, atau dia sendiri pemilik tato tersebut?
Tapi yang dia tahu, tato itu seolah sebagai tanda atau simbol suatu kelompok. Dan jika Anthony adalah pemilik Tato itu, harus nya Anthony dan juga anak buahnya mempunyai tato tersebut. Tapi sejauh ini, Sylvia tidak melihat tato itu di lengan mereka.
"Baiklah jika kau tidak tahu. Dan terimakasih sudah mau membantu." seru Sylvia
"Apapun untuk mu sayang."
"O iya, aku mau ke kantin. Boleh, kan?"
"Tentu saja. Pergilah!!"
Sylvia mencium pipi Anthony dan pergi begitu saja. Hal itu berhasil membuat Anthony mematung seketika. Dia menyentuh pipinya dan menatap Sylvia yang sudah menghilang dari balik pintu.
"Dia mencium ku? Aku tidak sedang bermimpi kan?" Anthony mencubit lengannya untuk memastikan. "Sakit, itu artinya ini bukan mimpi." bibir Anthony mengembang. Dia sangat senang karena Sylvia berinisiatif untuk menciumnya. Mungkin setelah ini, dia tidak akan mencuci mukanya agar bekas ciuman Sylvia tidak hilang.
Sesaat setelah Sylvia pergi, Daniel masuk keruangan Anthony dengan membawa sebuah map berwarna coklat.
"Tuan." Daniel membungkuk memberi hormat dan meletakkan map tersebut di depan Anthony.
Anthony yang tadinya memasang wajah senang dengan bibir yang mengembang, seketika berubah dingin dengan tatapan mata yang tajam.
"Itu adalah identitas orang yang di temui Nona Sylvia di Cafe." ucap Daniel
"Sudah satu Minggu lebih berlalu, dan kau baru mendapatkannya sekarang?"
"Maaf Tuan. Itu karena orang yang nona temui bukan orang biasa Tuan." Seru Daniel.
Anthony membuka map tersebut dan terlihat foto seorang pria dengan seragam yang sama seperti Sylvia.
"Damian Albern, dia adalah rekan nona Sylvia di kepolisian. Dia menemui nona di Cafe dan memberikan amplop pada nona. Tapi untuk isi dari amplop tersebut, saya tidak tahu. Dia menemui nona karena saat itu dia sedang cuti." terang Daniel
__ADS_1
Anthony memperhatikan dengan seksama foto dan data yang Daniel dapatkan. Dia jadi penasaran, apa yang diinginkan pria itu? Dia yakin isi dari amplop tersebut sudah di ganti.
Saat dia memeriksa isi tas Sylvia, dia hanya menemukan surat tanah milik Issac. Dia berfikir Sylvia melakukan hal itu karena ingin memberi pelajaran pada Issac . Tapi dengan informasi yang di dapatkan Daniel dia yakin jika hal ini tidak sesederhana itu.
"Apa ada hal mencurigakan yang dia lakukan?" tanya Anthony
"Maaf tuan. Dia bergerak sangat hati-hati. Sesaat Setelah bertemu dengan Nona, dia terlihat menerima telepon sebelum pergi dari cafe tersebut. Tapi saat saya cek, tidak ada jejak rekam dari pria itu. Cctv di jalan seperti sengaja di hapus oleh seseorang."
Anthony mengangguk paham. Kini dia yakin jika ada sesuatu yang Sylvia sembunyikan darinya. Apa ini berhubungan dengan tato yang wanita itu tanyakan tadi? Sepertinya dia harus mencari tahu lebih lanjut. Selama ini Dia selalu melihat Sylvia menatap serius layar laptopnya. Tapi saat dia mendekat ternyata wanita itu tengah menonton film kesukaannya.
Oke, Sepertinya dia di bodohi selama ini. Dia akan mencari tahu apa yang Sylvia sembunyikan. Dan Itu perkara mudah untuknya. Dia yakin jika wanita itu menyembunyikan sesuatu di dalam laptop nya.
Anthony melihat gerak gerik Daniel yang terlihat aneh. Dia menyandarkan punggungnya dan menatap tajam orang kepercayaannya tersebut. "Katakan!!"
"Ma_maaf Tuan. Saya mencoba mencari tahu hubungan pria itu dengan nona. Tapi ternyata hal itu tidak mudah. Tapi saya mendapat informasi jika mereka dulu pernah menjalin hubungan, Tuan."
deg
"Menjalin hubungan? Apa maksud mu pria ini adalah kekasih Sylvia?"
"Sa_saya tidak tahu secara pasti Tuan. Karena mereka mempunyai peraturan untuk tidak menjalin hubungan dengan sesama rekan kerjanya." terang Daniel
"Lebih tepatnya, anda memaksa nona Sylvia untuk menikah dengan anda, Tuan." batin Daniel
"Aku ingin kau mengawasi pria itu. Laporkan apapun yang dia lakukan. Aku merasa dia mempunyai maksud tersembunyi." titah Anthony
"Baik Tuan. Dan untuk wartawan yang kita lepaskan waktu itu ....
"Katakan!!!"
...****************...
Sylvia tengah menikmati minuman nya di kantin kantor. Ekor matanya melirik kesana kemari. Dia tahu jika anak buah Anthony mengawasi nya saat ini. Tapi dia tidak perduli. Mungkin Anthony takut jika dia kabur, itu sebabnya pria itu meminta anak buahnya untuk mengikutinya.
Sylvia menghela nafas panjang. Dia merasa takdir tengah mempermainkannya saat ini. Dia yang ingin menenangkan diri karena kehilangan sahabat sekaligus rekan kerjanya, tiba-tiba harus berurusan dengan mafia dan menikah dengannya. Tidak hanya itu, setelah resmi menikah dia justru mendapatkan informasi jika suaminya adalah pelaku pembunuhan terhadap keluarganya.
Awalnya dia ragu, tapi sekarang dia justru menaruh curiga pada Anthony setelah melihat gerak-gerik Anthony yang aneh saat dia menanyakan Perihal tato Nail Snake. Dia sangat yakin Anthony tahu sesuatu. Tapi pria bilang tidak tahu. Justru dia akan membantunya. Dan dia bisa melihat keseriusan di mata Anthony .
__ADS_1
"Kenapa semua jadi kacau begini? Hah... andai aku bisa keluar sesuka hati ku, aku akan mencari wartawan itu dan mengorek informasi darinya. Aku yakin dia salah satu dari orang yang membunuh Mommy dan Daddy. Tapi jangankan mencari, keluar saja aku tidak bisa." gerutunya dalam hati.
Saat bergelut dengan pikirannya, tiba-tiba sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dia kenal.
Sylvia membuka pesan tersebut dan membacanya dengan seksama. Terlihat kening wanita itu berkerut saat membaca pesan tersebut. Dan hal itu tidak lepas dari perhatian anak buah Anthony.
Entah apa yang wanita itu baca tapi saat itu terlihat kilatan kemarahan dari mata Sylvia.
Wanita itu mengepalkan tangannya dan beranjak pergi begitu saja.
"Anthony!!!" geramnya dalam hati
Sylvia kembali keruangan Anthony dengan tergesa-gesa. Dia mendobrak pintu dan langsung menyerang pria itu.
BRAKH
"Oh my God. Sayang, kenapa kau...
Anthony melebarkan kedua matanya saat tiba-tiba Sylvia menyerangnya. "Sayang, ada apa denganmu?" Anthony menghindari pukulan Sylvia. Dia bisa melihat jika wanita itu sedang marah.
"Kenapa kau lakukan hal ini padaku, hah? Aku hampir saja percaya padamu. Tapi sekarang?"
"Kau benar-benar brengsek, Anthony." Sylvia kembali menyerang Anthony. Tapi pria itu terus menghindar. Entah ada apa dengan wanita itu. Yang pasti telah terjadi sesuatu yang mungkin berhubungan dengan nya. Tapi apa?
"Kita bisa bicarakan dengan baik-baik, sayang. Katakan!! Ada apa sebenarnya?"
"Kau yang meminta Kapten William untuk mengeluarkan ku kan?" teriak Sylvia
"What?"
"Tidak usah berpura-pura tidak tahu."
"Aku benar-benar tidak tahu sayang."
Sylvia menggeram kesal. Dia yang mulai lelah, akhirnya berhenti menyerang Anthony. Dia menatap tajam pria itu dan berkata, "Aku akan pergi untuk menemui kapten William. Jika sampai benar semua itu karena dirimu, maka aku akan menceraikan mu." Sylvia pergi begitu saja meninggalkan Anthony yang masih terlihat bingung.
Baru saja dia merasa senang karena Sylvia menciumnya, tapi sekarang?
__ADS_1
Sepertinya dia juga harus mencari tahu. Dia tidak melakukan sesuatu yang Sylvia tuduhkan. Jadi dia akan membuktikannya.