
Setelah kasus pembunuhan seorang model terpecahkan, tim Alfa kembali ke markas. Begitu juga dengan Sylvia, dia bergegas ke ruangannya untuk mengecek akun sosial media orang yang memberi trik pada tuan Billy untuk menghabisi istrinya.
Tapi sayangnya Akun tersebut sudah tidak ada. Dia hanya bisa mengecek percakapan Tuan Billy dengan orang misterius tersebut di akun sosial media milik Tuan Billy.
"Sial!! Sepertinya dia menggunakan akun palsu." umpat Silvia. Dia terus mengutak-atik komputernya mencari tahu pria misterius yang sudah menghubungi Tuan Billy. Benar-benar trik yang Menakjubkan. Trik yang hanya bisa dipikirkan oleh orang yang profesional. Dan Sylvia yakin jika orang itu bukan orang biasa.
Tapi yang menjadi pertanyaan Sylvia, kenapa pria itu memberikan trik itu untuk Tuan Billy? apa mereka mempunyai hubungan tertentu? Tapi Tuan Billy bilang jika dia tidak mengenal orang itu. Jadi mungkin saja istri Tuan Billy mengenal orang itu. Atau dia hanya seorang psikopat yang biasa memberi trik bagi orang yang ingin melakukan tindak kejahatan yang sulit di pecahkan?
Sylvia berfikir cukup keras. Mungkin dia harus mencari tahu hubungan korban dengan orang itu.
Saat sedang tenggelam dalam pemikiran nya, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan Sylvia.
Tok tok tok.
Sylvia segera mematikan komputernya dan mengizinkan orang itu untuk masuk.
"Masuk!!" ucap Sylvia.
Cklek
"Apa kau sedang sibuk?" tanya Damian
"Tidak juga. Ada apa?"
"Kapten Alvin mengajak kita untuk merayakan keberhasilan kita memecahkan kasus kali ini di kantin. Apa kau mau ikut?" tanya Damian.
"Tentu saja." Sylvia berdiri dan bergegas keluar bersama Demian untuk berkumpul dengan tim Alfa di kantin.
Di sana sudah ada Kapten Alvin, Bruce, Amel, Bara dan Axel. Sylvia dan Damian ikut bergabung dan duduk di kursi yang masih kosong.
"Sebelumnya aku mau mengucapkan selamat untuk kalian. Ini kasus pertama yang tim kita selesaikan dalam waktu yang sangat singkat. Aku salut pada kalian." seru Kapten yang di sambut tepuk tangan oleh anggota nya.
"Semua ini berkat ide Sylvia, Kapten. Sepertinya dia curiga jika Tuan Billy adalah pelakunya. Karena tidak ada bukti makanya dia meminta ku untuk memberikan pernyataan yang menjebak." seru Axel
"Benarkah itu?" tanya kapten Alvin
__ADS_1
"Iya kapten. Awalnya aku merasa aneh. Tapi melihat Sylvia yang terus menatap gelagat aneh Tuan Billy, aku jadi sadar jika mereka berdua sedang berakting." timpal Damian
"Oh pantas saja kau meminta Tuan Billy untuk rileks." seru Bara. Dia menatap Sylvia dan berkata, "Kerja yang bagus Sylvia."
"Thanks." seru Sylvia
Semua orang mulai memuji Sylvia dan hal itu membuat Bruce tidak senang. Dia semakin membenci Sylvia karena lagi-lagi dia membuatnya malu.
"Brengsek!! Semua orang mulai memujinya. Aku yakin dia mempunyai maksud untuk mengambil posisi ku. Ini tidak bisa di biarkan. Aku akan membuat mu sadar posisimu, Sylvia." geram Bruce dalam hati
Setelah acara makan-makan selesai, Sylvia pergi ke sel untuk menemui Billy. Ada beberapa pertanyaan yang ingin di tanyakan pada Pria itu. Dan tentu saja ini mengenai orang misterius yang memberinya trik untuk membunuh Istrinya.
Sylvia berdiri di depan sel Billy dan memintanya untuk mendekat.
"Ada apa?" tanya Billy
"Ada beberapa hal yang ingin aku tanya kan padamu. Ini mengenai pria misterius yang membantumu membunuh Istri mu." seru Sylvia
Billy mengerutkan keningnya karena hal ini sudah di tanyakan tadi saat tim penyidik meminta keterangan padanya.
"Baiklah." seru Billy
"Apa kau yakin pria itu mempunyai tato ular yang tertancap paku di lengannya?" tanya Sylvia yang di jawab anggukan oleh Billy.
"Apa tato itu seperti ini?" Sylvia mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto bergambar tato ular yang tertancap paku.
"Iya, itu sama persis dengan yang aku lihat. Dari mana anda mempunyai foto itu?" tanya Billy
"Sebelumnya aku menangani kasus yang berhubungan dengan tato ini." ucap Sylvia bohong.
"Oh.." Billy menganggukkan kepalanya paham
"Apa istri anda memperlihatkan gelagat aneh akhir-akhir ini? maksud ku apa dia berhubungan dengan orang yang berbahaya?" tanya Sylvia lagi
Billy terdiam sejenak. Dia menatap kesana kemari dan mendorong kursi rodanya agar lebih dekat dengan Sylvia. "Aku tidak tahu, tapi aku pernah mendengar dia menelepon seseorang dan menyebutnya Tuan Kehl." bisik Billy
__ADS_1
"Tuan Kehl?"
Billy mengangguk pelan. "Aku tidak mengatakan hal ini pada penyidik karena mereka tidak bertanya Sampai kesana. Tapi saat istriku menelepon Tuan Kehl tiba-tiba dia seperti ketakutan dan meminta tuan Kehl untuk tidak memberitahu Tuan D."
"Tuan D? Siapa lagi dia?" tanya Sylvia
"Entahlah, aku tidak tahu. Dan setelah itu aku membuka sosial media ku dan aku menceritakan keluh kesah ku di sana. Dan pria misterius itu muncul dan memberiku trik untuk membunuh Istriku." terang Billy
Sylvia mengangguk dan mengucapkan terimakasih pada tuan Billy. Dia akan mencari tahu orang bernama tuan Kehl dan Tuan D yang di maksud Tuan Billy. Mungkin saja mereka adalah salah satu orang yang dia cari selama ini. Karena mendengar cerita Tuan Billy, bisa jadi orang bernama D itu sangat berkuasa sampai-sampai Istri Tuan Billy ketakutan.
Setelah mendapat keterangan dari Tuan Billy, Sylvia kembali ke ruangannya. Malam ini sepertinya dia akan lembur. Masih ada beberapa hal yang ingin dia periksa. Jika dia mengerjakan nya di rumah, yang ada dia akan di ganggu Anthony. Dan dia tidak mau hal itu terjadi. Apalagi tadi pagi mereka hampir saja...
"Aish.. apa yang aku pikirkan?" Sylvia menggigit bibir bawahnya. Sentuhan Anthony berhasil membuatnya terlena. Dia merasa aneh karena ada getaran yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
"Lupakan Sylvia!! Jangan pikirkan hal yang mesum." Sylvia memukul kepalanya sendiri dan mulai berkutat pada komputernya.
Dia membuka artikel tentang istri Tuan Billy. Dia seorang model yang cukup terkenal dan banyak perusahaan yang merekrut nya untuk menjadi model bintang iklan produk perusahaan tersebut.
Di sana juga di cantumkan sahabat dan siapa saja rekan kerja wanita itu. Dan Sylvia mulai mencatatnya satu persatu. Dia akan menyelidiki mereka siapa tahu salah satu dari mereka mengenal Tuan Kehl dan Tuan D.
Tapi saat fokus pada komputernya, samar-samar Sylvia mendengar keributan di ruang petinggi FBI. Karena penasaran, Sylvia mematikan komputernya dan juga lampu di ruangannya. Ini sudah malam. Dan tidak ada siapapun di sana selain beberapa orang yang berjaga di sel dan di Luar. Lalu siapa yang ada di ruangan Petinggi FBI?
Sylvia mengendap-endap dan bersembunyi saat ada beberapa orang yang keluar dari ruangan tersebut.
"Kau harus berhati-hati dengan wanita itu dan cari tahu apakah dia ada hubungan nya dengan keluarga Abraham atau tidak."
deg
Sylvia melebarkan kedua matanya saat mendengar salah satu dari mereka menyebut nama Ayahnya. Dia kembali mengamati orang-orang tersebut. Tapi karena ruangan yang temaram sedangkan dia berada di sudut yang berlawanan dengan mereka, dia tidak bisa melihat dengan jelas orang-orang tersebut.
"Baik Tuan."
Orang-orang itu pergi begitu saja. Tapi saat dia akan mengikuti orang-orang itu, tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang membekap mulutnya.
"hmmmppttt."
__ADS_1