
''hanya kita berdua di dalam satu ruangan ini,apa pun yang ingin kau lakukan pada ku lakukan saja,aku sungguh tidak masalah,dan aku tau hari ini kau sangat lelah biar aku yang melepas kan rasa lelah mu''rina membuka kancing kemeja putih veron layak nya wanita penghibur di luar sana.
veron merasa gerah dengan kelakuan rina yang bagi nya sangat menjijikan itu ia mengepal tangan nya karna emosi yang membara.
melihat veron diam rina merasa ia telah berhasil mendekap veron dalam godaan nya.
saat rina akan melepas kancing kemeja terakhir veron langsung mencengkam tangan rina dengan kencang.
rina meringis kesakitan tidak tahan dengan cengkraman kuat dari tangan veron.
''aaaaakh sakit tangan ku''desih rina.
''dasar wanita muarahan kau pikir aku ini laki laki yang bisa memuas kan birahi mu cih jangan sama kan aku dengan pria pria mu pergi sana sebelum aku membunuh mu tanpa jejak''geram veron menghempas kan rina hingga ia terlempar ke meja dan terbentur.
ia memegang kepala nya karna begitu sakit,yang membuat benjolan di dahi nya.
''gaya seperti apa yang di lakukan pada mu, kau tidak usah berbohong kalian pasti sudah berhubungan di ranjang ia kan!!!!''teriak rina tersedu air mata nya tidak berhenti untung saja kamar itu kedap suara.
''aku benar benar tidak suka kasar dengan wanita cepat keluar!!!!''teriak veron sekarang ia benar benar emosi.
melihat veron begitu emosi rina dengan cepat berlari keluar.
***
''laki laki ini kenapa dia tidak langsung saja melamar ku saja buat waktu ku sia sia saja''gumam dania geram dengan varon yang berbicara hal hal biasa saja.
''tapi seperti nya aku punya ide yang cemerling huh''gumam dania lagi tersenyum licik.
ia berjalan meninggal kan varon dengan alasan ke toilet.
.....
''pak ini untuk meja 07 kan''tanya dania pada pelayan cafe.
''ia benar bu''
__ADS_1
''itu adalah meja saya,biar saya yang bawakan karna saya ingin buat kejutan buat pacar saya yang di sana''ucap dania menunjuk kan varon yang sedang duduk di meja 07 memainkan gawai nya.
''oh kalau begitu silah kan nona''ucap pelayan itu salut.
dania mengeluar memasuk kan satu butir pil.
dan membawa nampan berisi dua cangkir jus itu.
.....
''kenapa kau yang membawa nya ke sini kenapa tidak pelayan saja''tanya varon.
''tadi pelayan nya banyak urusan,aku sangat kasihan melihat nya jadi aku menawar kan diri''jawab dania.
''ternayata wanita yang ku sukai berhati malaikat,sungguh wanita impian ku''gumam varon menatap wajah dania yang menunduk malu.
''silah kan di minum''ucap dania.
varon meminum jus itu dengan senang hati
''kenapa kepala ku tiba tiba sakit begini dan tubuh ku akh''gumam varon menahan panas dan sakit nya.
melihat varon berkeringat dania begitu khawatir.
''varon kamu kenapa,apa kau baik baik saja''tanya dania dengan panik.
''kamu panas aku akan mengantar mu ke kediaman mu''ucap dania dan tersenyum licik.
"ck varon yang sangat tampan sekali tapi sayang malam ini adalah malam kebahagian terakhir mu,masa depan mu akan suram''gumam dania mempobong varon ke mobil.
''kita lihat seberapa memposana nya
di rimu di atas ranjang puft'' gumam dania.
.....
__ADS_1
"ck ck ck kakak tiri ku ini selalu saja berbuat licik"gumam seorang wanita dari mobil lain mengikuti mobil dania yang membawa varon.
"kasihan pria itu,korban dari keserakahan kakak tiri ku ini,tapi aku tidak akan membiar kan hal itu terjadi kakak dania yang licik''gumam wanita itu lagi dengan cepat menghalangi mobil dania sehingga membuat dania rem mendadak.
''sialan siapa yang berani menghalangi ku''dania memukul stir nya dan keluar.
wanita dalam mobil putih itu juga keluar.
''hai kakak tiri yang munafik mau seberapa banyak orang lagi yang mau kau tipu''ucap wanita itu tenang bersandar di mobil nya yang masih menggunakan jas putih nya.
''kau lagi..kenapa kau selalu menghalangi ku''geram dania.
''sifat asli mu sunggu membuat orang jijik''ucap wanita itu sinis.
''dulu kau merebut calon suami ku saat acara pernikahan apa dia belum cukup untuk mu dia kaya juga lho''ucap wanita itu lagi yang tak lain adalah Qia saudara tiri dania,atau anak tiri jesi karna dulu ia menikahi pria yang sudah mempuyai putri yang dulu nya masih bayi yang tak lain adalah Qia sa,sedang kan jesi juga sudah membawa putri yang tak lain adalah dania yang dulu sudah berumur 5 tahun.
''lihat diri mu hanya seorang dokter spesialis saja sudah berani melawan direktur ini heh mimpi saja''ucap dania sinis.
varon yang berada di dalam mobil yang masih sadar hanya saja ia kepanasan ia bisa melihat jelas wajah wanita yang menghadang mobil dania.
''wanita itu''gumam varon sambil berdesih kepanasan.
''hei pria yang berada dalam mobil cepat keluar kalau kau kau ikut wanita ini entah apa yang nanti terjadi pada mu''teriak Qia keras agar varon mendengar nya.
ia berusaha berjalan ke arah mobil dania tapi dania terus menghalangi nya.
karna merasa geram dania mendorong Qia sampai terlempar ke spion mobil nya sampai membuat dahi nya berdarah karna kaca spion nya jadi pecah.
dania mengambil batu yang lumyan besar di dekat nya dan mengarah kan nya ke kepala Qia.
''dania!!!''teriak varon yang keluar mobil ia tidak habis fikir dengan sifat dania yang sekarang tidak seperti biasa nya.
dengan cepat Qia mengamobil batu yang di tangan dania dan melempar nya jauh.
lalu mendorong dania dan langsung menarik tangan varon.
__ADS_1