
bijak lah memilih bacaan -_-
''kau mencoba bermain main dengan ku heh''ucap veron sinis pada lia yang jatuh merangkak.
''kau sendiri yang datang ke lubang maut''ucap veron lagi dengan sorot mata yang tajam ia mengambil pistol lia yang jatuh dan mengarah kan nya ke dahi lia,yang membuat lia ketakutan.
''terima lah kematian''ucap veron santai dan melolos kan peluru dari pistol itu.
''tidaaaaaaaaak''teriak lia seperti merasakan sebuah peluru menembus kepala nya.
''kenapa rasa nya tidak sakit''gumam lia yang masih menutup mata nya.
''puft hahahahahaha....kau begitu takut rupa nya''ucap veron terkekeh yang membuat orang orang di sekitar bergidik ngeri.
veron melempar pistol itu ke depan lia
''pistol mu tidak mempunyai peluru,ck sayang sekali''ucap veron tersenyum merendah kan lia.
lia yang mendengar itu sangat terkejut
''dasar kalian semua cepat tembak diaaaaa''teriak lia pada pria pria berseragam di sekliling mereka,tapi tidak ada yang bergerak sama sekali mereka malah menurun kan senjata.
veron kembali tertawa bak seorang iblis kemudian jongkok mencengkram dagu lia dengan sangat kuat.
''sejak kapan kau mempunyai anggota setangguh tangguh dan sebesar besar mereka apa kau tidak sadar,anggota mu telah ku bantai dan kamu akan menyusul mereka''decih veron dan menghempas kan dagu lia.
lia semakin syok ia merasa diri nya begitu bodoh,''kenapa aku begitu lalay''gumam lia mencengkram rambut nya.
''kau mencoba bermain main dengan veron varadex,kau mencoba membunuh ku nyali mu besar sekali ternyata,siapa di belakang mu''ucap veron kini menatap lia dengan sangat tajam seperri singa yang kelaparan.
''tidak ada yang di belakang ku,aku melakukan semua itu karna aku sangat membenci mu,keluarga mu yang telah membunuh orang tua ku 6 tahun lalu''kini mata lia begitu memerah dan air mata nya bercucuran dengan deras menatap tajam veron.
''heh kau hanya pion ternyata,kau yakin keluarga ku?,apa kau tidak mencurigai orang yang di belakang mu itu?mungkin dia lah yang telah membantai semua keluarga mu''ucap veron santai menghampiri sofa.
dengan cepat salah satu anggota nya melap sofa itu dengan tisu yang sangat banyak,veron kemudian duduk di sana dengan santai dan angkuh.
''omong kosong!!!!!!''teriak lia tidak terima dengan ucapan veron.
__ADS_1
''kau hanya membela keluarga muuuuu''
''aku tidak akan melepas kan kalian semua hik''air mata lia kini bercucuran sangat deras.
''terserah kau saja percaya atau tidak,tapi asal kau tau mungkin orang di belakang mu atau pun pembunuh keluarga mu itu sebentar lagi akan membunuh mu juga''ucap veron santai.
''heh aku tidak percaya bibik selalu baik pada ku bukan aku yang akan di bunuh tapi keluarga muuuu''teriak lia.
veron hanya diam tiba tiba suasana ruangan itu begitu hening.
tak...tak...tak...tak..tak.....doooor
''hah aa...aaa..akh bi...bi..haaah..''begitu banyak darah di lantai dan pak... tubuh lia yang tak bernyawa dan di penuhi darah kini terpapar di lantai dengan mata yang masih terbuka menatap orang yang menembak nya.
veron hanya diam menatap ke arah orang orang yang baru saja datang.
''bibi''ucap veron menatap ke arah wanita yang memakai baju hitam itu dengan pistol di tangan nya.
''hooo ternyata keponakan ku ini mengingat ku dengan begitu jelas....apa karna wajah ku sama dengan mama mu itu''ucap wanita itu sinis dengan pria pria besar di belakang nya.
''bibi tidak tau bela diri tapi begitu bernyali membuat sekelompok mafia kecil dan lemah kemudian melawan ku heh bibi bercanda''ucap veron sinis.
''keponakan kurang ajar mengatai ku lemah''ucap wanita itu mengangkat pistol nya dan mengarah kan ke veron.
''aku sudah terlalu banyak tertawa hari ini,beres kan bibi ku ini''ucap veron segera anggota nya dengan lincah menembak tangan wanita paruh baya yang tak lain adalah amella saudara kembar ibu veron emelli.
yang membuat amella meringis dan pistol nya langsung terjatuh sedangkan semua anggota terkapar karna masing masing kaki mereka di temak.
''jio urus mereka semua,jangan ada jejak sedikit pun,kubur wanita itu''ucap veron dan berjalan keluar.
''bibi aku masih orang baik kau akan di obati tenang saja''sinis veron sebelum keluar.
....
''tara hari ini papa harus menunda kuliah mu nak''ucap gio berbicara pada tara yang sama sekai tidak bergerak.
''kapan kau akan membuka mata mu nak,apa kau tidak merindukan papa mu yang tampan ini''ucap gio terus memegangi tangan putri nya.
__ADS_1
''paman''sapa seorang pria.
gio menoleh dan langsung berdiri
''albert kau sudah datang,paman titip sebentar putri paman ya''ucap gio pada albert pria tampan itu yang tak lain adalah putra seketaris gio.
''baik paman,paman tenang saja mama juga nanti kemari''ucap albert tersenyum.
''baik lah terima kasih''
gio berangkat dengan seketaris nya untuk meeting karna sudah lama ia menunda meting.
....
albert memandangi wajah tara yang diam dan putih pucat.
''meski pucat tapi terlihat begitu imut dan lucu''ucap albert lalu duduk di kursi sebelah tidur tara.
''hei boneka lucu kenapa kau bisa seperti ini''tanya albert pada tara yang tidak sadar kan diri.
''tangan mu juga begitu dingin,sayang sekali padahal aku ingin mengajak mu,jalan jalan mengelilingi singapure ini,apa kau tidak ingin mengelilingi singapure''albert terus berbicara pada tara.
....
''halo kak apa kakak sering bersama dengan tara''tanya varon dari telfon.
''ia,tapi 5 hari yang lalu paman dan tara sudah pergi''jawab veron sibuk dengan laptob nya.
''kemana kak''tanya varon.
''hmmm aku lupa bertanya tapi seperti nya ke london''jawab veron.
''apa kakak sudah menghubungi tara,soal nya entah kenapa perasaan ku tidak enak terus kak saat memikir kan tara''ucap varon dengan nada khawatir.
veron langsung terperanjat
''baik lah''ucap veron memutus kan sambungan telfon.
__ADS_1