Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia
Lolos


__ADS_3

Cklek


Bruce membuka pintu perlahan. Dia melihat kesana kemari dan tidak ada siapapun di sana.


"Ck.. tidak ada siapapun di sini. Tapi kenapa kau tegang dan seolah menyembunyikan sesuatu, Youra." Seru Bruce


"A_apa?" Youra ikut masuk dan melihat kedalam. Dan ternyata memang benar, tidak ada siapa-siapa di sana.


"Syukurlah." Batin youra menghela nafas lega.


"Kau membuatku berfikir yang tidak-tidak saja." Bruce masuk dan mencari berkas yang di inginkan kapten Alvin. Dan setelah menemukan nya, dia meninggalkan Youra yang masih mematung di sana.


Youra penasaran kemana perginya Sylvia. Untuk itu, dia memastikan sekali lagi dimana Sylvia pergi. Apa di sini ada semacam pintu rahasia dan dia tidak mengetahuinya? Tidak mungkin wanita itu mempunyai ilmu menghilang, bukan?


Dan saat ini, wanita yang di cari Youra berada di atap langit-langit. Saat sudah terdesak, Sylvia mengambil ancang-ancang dan berlari melompat ke atap langit-langit dengan bertumpu pada dinding dan naik diatas rak dimana di sana banyak berkas-berkas penting berada. dia membuka satu papan dan masuk ke atap langit-langit.


Fyuhh~


"Hampir saja." Gumam Sylvia. Dia merangkak mencari jalan keluar yang aman. Jangan sampai aksinya ini di ketahui orang lain. Bisa-bisa dia di curigai sebagai mata-mata.


"Sial!! Aku seperti penjahat yang sedang melarikan diri saja." Sylvia membuka sedikit papan atap di depannya dan berharap dibawah sana dia berada di tempat yang aman, tapi sayangnya dia salah tempat. Dia berhenti tepat diatas ruangan petinggi FBI berada. Sepertinya disana sedang diadakan rapat, karena begitu banyak orang di bawah sana. Dan tidak ada yang Sylvia kenali kecuali, John dan Felix.


Sylvia menutup kembali atap tersebut tapi gerakannya terhenti saat salah satu dari mereka menyebut namanya.


"Dia sangat berbakat, tepi entah kenapa aku merasa pernah melihatnya sebelumnya." Seru John


"Tentu saja kau pernah melihatnya, bukannya dia cukup terkenal di kepolisian? Bahkan prestasinya tidak main-main. Bodohnya, William justru memecatnya dan kita mengambil kesempatan bagus dengan merekrutnya." Seru salah satu pria yang hadir di sana


"Ya, kau benar. Pilihan Alvin tidak akan pernah salah. Tapi, apa kau tidak merasa jika dia mirip dengan seseorang?"


"Siapa maksudmu?"


"Entahlah. Atau ini hanya perasaanku saja. Tapi aku merasa kita sedang di awasi."


"Jangan bicara sembarangan, John. Rahasia kita akan aman jika diantara kita semua tidak ada yang membocorkannya."

__ADS_1


"Kau terlalu banyak berfikir, John." Seru Felix ikut menimpali


Sylvia terdiam mendengar pembicaraan mereka. Entah apa maksud dari ucapan John dan pria itu. Rahasia apa yang mereka punya? Apa itu ada hubungannya dengan mendiang ayahnya?


Tidak mau berspekulasi, Sylvia seger menutup rapat atap tersebut dan kembali merangkak mencari jalan keluar. Jika terlalu lama dia disana, bisa-bisa dia ketahuan.


Dia harus mencari tahu secara perlahan. Dia yakin jika semua ini ada kaitannya dengan kematian orangtuanya.


Kenapa Sylvia bisa berfikiran seperti itu? Karena dia mendengar jika John merasa jika dirinya mirip seseorang. Dan itu adalah Abraham Louis.


Sylvia kembali berhenti. Dia mencoba membuka papan atap dan mengintip ke bawah. "Sepertinya di sini aman." Sylvia membuka lebar papan tersebut dan turun perlahan.


Brugh


Orang-orang yang ada disana menatap kearah sumber suara. Mereka saling pandang dan mendekati tempat dimana suara itu berasal.


Brakh


Sylvia keluar secara tiba-tiba membuat semua orang langsung membalikkan badannya.


"Sial!!! Sial!!! Sial!! Aku malu sekali. Mereka pasti berfikir yang tidak-tidak." Sylvia terlihat frustasi karena malu. Seharusnya dia memastikan terlebih dahulu, tempat apa itu. Tapi sayangnya, Sylvia hanya melihat jika yang ada di bawahnya adalah bilik toilet. Dia tidak memikirkan jika ada dua toilet disana yaitu toilet wanita dan toilet pria.


"Kali ini aku bisa lolos, tapi entah untuk nanti. Astaga!! itu benar-benar memalukan." seru Sylvia frustasi


"Kau sedang apa disini?"


"Oh my God!!" Sylvia tersentak saat tiba-tiba seseorang menyapanya. "Axel??? Huft..Kau mengagetkan ku saja." Gerutu Sylvia


"Ada apa?? Kenapa ekspresi mu seperti itu?" Tanya Axel


"Lupakan!! Ada apa kau mencari ku?"


"Kita di minta berkumpul di ruangan kapten Alvin sekarang."


"Ada apa memangnya?"

__ADS_1


"Sepertinya ada misi baru."


...****************...


Sementara itu di tempat lain, Anthony mendapatkan laporan dari Daniel jika ada yang berusaha membobol sistem keamanan markasnya.


"Katakan!!" seru Anthony dengan nada dinginnya.


Daniel mengutak-atik laptopnya dan memperlihatkannya pada Anthony. "Kemarin ada yang berusaha masuk ke sistem keamanan kita. Bahkan dia mengirim virus untuk mengacaukan sistem kita. Tapi kami berhasil menghalaunya dan mencari tahu siapa orang yang berani mengusik kita." terang Daniel


"Bagaimana dengan perusahaan?"


"Untuk saat ini perusahaan aman, Tuan. Tapi untuk berjaga-jaga, Aku sudah meminta hacker terbaik kita untuk memperketat pengamanan sistem perusahaan."


Anthony mengangguk paham. Jika dia hanya menyerang sistem keamanan Markasnya itu artinya musuhnya kali ini berasal dari Dunia hitam.


"Apa ada yang kau curigai?" tanya Anthony


Daniel terdiam. Dia ragu untuk mengatakan nya pada Anthony. Karena bisa saja dia salah orang.


"Katakan saja!!"


"Maaf tuan, aku curiga jika yang mencoba membobol sistem keamanan kita adalah Tuan Kehl, ketua mafia Tiger."


"Kenapa kau mencurigainya?"


"Karena beberapa hari yang lalu, bodyguard kita membunuh salah satu orang terbaiknya di bar."


"Hanya itu?" tanya Anthony


"Banyak yang ingin kita hancur. Tapi hanya tuan Kehl yang berambisi untuk menjatuhkan kita. Bahkan dia selalu mencari celah untuk melawan kita." terang Daniel


"Masuk akal." seru Anthony. Dia menatap Daniel dan kembali berkata, "Apa kau sudah menemukan informasi tentang petinggi FBI?"


"Tentang hal itu.....

__ADS_1


__ADS_2