
Mendengar informasi dari Daniel membuat Sylvia ingin cepat-cepat memecahkan sandi yang di pasang di file yang terkunci di memory card milik Axel. Dia ingin membuktikan jika yang melakukan hal keji terhadap Axel itu bukanlah anggota FBI.
Sangat mustahil jika Axel di bunuh oleh sesama anggota FBI. Tapi benar yang di katakan Anthony. Kemungkinan itu ada. Dan jika benar Axel di bunuh oleh FBI, itu artinya Axel tahu rahasia dari FBI.
Apa mungkin hal itu berhubungan dengannya, mengingat Axel langsung menghapus riwayat panggilan dirinya. Atau mungkin memang benar ada konspirasi besar di FBI mengingat tuan Kehl juga mafia seperti Anthony. Apalagi tuan Kehl dengan bebas keluar masuk markas FBI.
"Sial!! Kira-kira sandi apa yang Axel gunakan?" umpat Sylvia. Dia terus mencoba memasukan sandi yang berhubungan dengan Axel. Bahkan dia meminta data Axel pada Amel dan mencoba memasukan data Axel untuk membuka sandi tersebut. Tapi sayangnya tidak bisa.
"Come on Sylvia!! Pikirkan sesuatu!!" Sylvia mencoba berkonsentrasi untuk mengingat hal apa yang berhubungan dengan Axel. Tapi sayangnya, dia belum lama kenal dengan Axel. Jadi hal itu juga sulit. Bahkan dia baru tahu jika Axel menyukai bunga tulip putih. Dan itupun saat Axel sudah tiada.
Tunggu dulu !!! Bunga tulip putih? Axel sangat menyukai bunga tulip karena bunga itu di sukai oleh mendiang ibunya. Bahkan Axel menyembunyikan memory card di tengah-tengah bunga tulip.
"Oke, aku coba." Sylvia memasukkan kata sandi White tulips dan....
"Terbuka!!! Yes!!!" Sylvia sangat senang . Dia segera melihat apa saja yang tersimpan di sana. Dan ternyata banyak foto Amel tersimpan di file tersebut.
__ADS_1
Untuk sesaat, Sylvia tersenyum melihatnya. Ternyata selama ini diam-diam Axel menyukai Amel. Tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaannya.
Tidak hanya foto, bahkan banyak video Amel yang di ambil secara diam-diam. " Dasar penguntit." kekeh Sylvia. Dia terus membuka satu persatu video yang tersimpan di sana. sampai dia melihat satu video tanpa judul yang di simpan tepat di tanggal saat dia meninggal.
Melihat hal itu, tiba-tiba jantung Sylvia berdetak kencang. Dengan tangan gemetar, dia mengklik video itu dan....
Deg
"Ti_tidak mungkin!!! I_ini tidak mungkin !!"
Didalam video tersebut, beberapa orang tengah berkumpul. Mereka membicarakan tentang keturunan Xavier dan Louis. Dan itu artinya, itu adalah dirinya. Tapi yang lebih membuatnya tercengang adalah orang-orang yang berkumpul di sana. Sylvia hampir mengenal semuanya.
"Sepertinya kau menemukan sesuatu, sayang." Anthony masuk ke ruangannya. Dia berdiri di samping Sylvia dan melihat video yang tengah di lihat oleh wanita itu.
"Jadi benar mereka mengincar ku dan juga dirimu. Itu artinya, dia." Anthony menunjuk seorang pria di video itu dan kembali berkata, "dia yang sudah membunuh keluarga kita." Anthony melirik Sylvia yang tidak melepas pandangannya dari satu pria yang juga ada di sana.
__ADS_1
"Pengkhianat." satu kata yang berhasil membuat Sylvia menatap Anthony. Ya benar, sebutan itu memang pantas untuk orang itu. Sylvia tidak menyangka jika dia menjadi pengkhianat. Sebenarnya apa tujuannya mengkhianati anggotanya sendiri?
"Lalu apa yang akan kau lakukan, sayang?" tanya Sylvia
"Entahlah. Aku harus memikirkan nya secara matang agar aku bisa menangkap mereka semua dan membalaskan dendam kematian ayah dan ibu." seru Sylvia
"Untuk itu, bergabunglah dengan ku!!" Anthony mengulurkan tangannya.
"Apa maksudmu?"
"Aku seorang mafia, dan aku bisa bertindak semauku. Sedangkan kau adalah seorang anggota penegak hukum. Pasti banyak pertimbangan untuk melakukan pembalasan pada mereka. Untuk itu, Bergabunglah denganku. Dan kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan."
Sylvia terdiam untuk sesaat. Ini sangat mengesalkan tapi dia setuju dengan tawaran Anthony. "Baiklah!!! Aku setuju." Sylvia menerima uluran tangan Anthony.
Kini mereka akan bersatu untuk membalas orang-orang yang sudah membuat mereka kehilangan orang yang mereka cintai. Mereka akan membuat orang-orang itu mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.
__ADS_1
Nyawa harus di bayar dengan nyawa.
"