Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia
Keturunan Xavier Dan Louis


__ADS_3

"Ah... Senangnya bisa berlibur. Tapi apa yang harus aku lakukan ya?" Axel berbaring di tempat tidurnya. Hari ini dia mendapatkan libur setelah berhasil menangkap pelaku kasus pembunuhan seorang model sebulan yang lalu.


Dia merasa senang karena bisa ikut andil dalam rencana Sylvia. Menurutnya, Sylvia sangat cerdik dan mempunyai insting yang hebat. Berbeda dengan Bruce yang hanya mulut nya saja yang besar.


"Hah... Aku merasa bangga mempunyai teman seperti Sylvia. Tidak hanya cantik tapi dia juga pintar. Sayangnya dia sudah menikah. Dan tidak main-main, Dia menikah dengan seorang mafia." Axel bergidik ngeri. Dia tahu siapa Anthony. Tapi dia adalah musuh FBI. Hanya saja FBI belum mempunyai bukti kuat untuk menangkapnya.


"Aku bosan." Axel bangun dan memutuskan untuk keluar mencari makan. Dia tinggal sendiri di kontrakan. Otomatis dia menyiapkan sendiri semua kebutuhannya.


Biasanya dia akan memasak. Tapi kebetulan bahan makanan di kulkasnya habis. Dan dia berencana membeli bahan makanan juga.


Axel menaiki sepeda motornya. Dia pergi ke supermarket yang tidak jauh dari kontrakan. Dan saat dia sudah sampai, dia mulai memilih bahan makanan, camilan serta minuman kaleng untuk isi kulkasnya.


Tapi saat dia mengantri di kasir, dia tidak sengaja melihat berita di layar televisi yang memberitakan tentang kematian pelaku yang timnya tangkap kemarin.


"Ini tidak mungkin." gumam Axel. Di beritakan jika kematian tuan Billy karena serangan jantung. Dan hal itu membuat Axel merasa ada yang tidak beres. Dia menghubungi Bruce untuk memastikan sesuatu.


"Halo, ada apa Axe?" tanya Bruce di seberang sana


"Apa kau lihat berita di televisi? Kenapa tiba-tiba tuan Billy di temukan mati karena serangan jantung? Bukankah dia.....


"Kau sedang di mana?" sela Bruce


"Aku ada di supermarket." Axel maju setelah orang di depannya selesai membayar. Dia menelpon sambil menunggu kasir menghitung belanjaan nya.

__ADS_1


"Dengan?"


"Sendiri. Memangnya dengan siapa lagi, hah?" gerutu Axel


"Oke. Dengar Axe!! Aku tahu kau pasti bingung dengan apa yang baru saja terjadi. Tapi kau tau sendiri kan aturan FBI. Kita harus diam jika atasan tidak memanggil kita, apalagi kita sedang libur. Jadi lebih baik kau nikmati hari libur mu itu.Apa kau mengerti?" seru Bruce


Axel terdiam sesaat. Dia semakin merasa ada yang tidak beres. Dia tahu aturan yang di katakan Bruce. Tapi apa mereka akan diam saja sedangkan mereka tahu jika korban tidak mempunyai penyakit jantung?


"Axe!!! Kau masih di sana?" tanya Bruce


"I_iya. Aku mendengarkan mu. Baiklah kalau begitu. Aku tutup dulu teleponnya." Axel mematikan sambungan telepon dan memasukkan ponselnya kedalam saku. Dia membayar belanjanya dan pergi dari sana.


Di sepanjang perjalanan, Axel masih penasaran dengan apa yang terjadi. Banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya. Kenapa pemimpin mereka harus berbohong? Apa benar orang yang tidak mempunyai riwayat penyakit jantung tiba-tiba bisa mati karena serangan jantung? Dan kenapa mereka tidak memanggil tim Alfa untuk di mintai keterangan? Dia rasa jika penjelasan tim Alfa juga di perlukan dalam kasus ini karena bagaimanapun mereka yang menangkap tuan Billy.


"Aku penasaran. Apa lebih baik aku kesana untuk memastikan? Tapi Bruce bilang.....


Axel melajukan kembali motornya ke markas FBI. Dia memarkirkan motornya agak jauh dari markas FBI dan mengendap-endap masuk melalui pintu samping di mana di sana hanya ada dua penjaga yang bisa dia singkirkan dengan mudah.


Setelah berhasil masuk, dia mengendap-endap pergi ke tempat di mana semua orang berkumpul di sana. Dia bersembunyi dan mengeluarkan ponselnya untuk merekam apa yang telah terjadi. Dia berfikir jika ini adalah konspirasi besar dan video ini akan menjadi bukti penting.


"Satu tikus sudah lenyap. Kini tidak ada lagi yang tahu soal Anda, Tuan."


"Aku hanya tidak mau orang lain tahu tentang diriku. Setidaknya sebelum aku bisa menghabisi keturunan Xavier dan Louis."

__ADS_1


"Apa anda yakin jika mereka masih hidup?"


"Aku bahkan bermimpi bertemu dengan mereka. Jika aku bisa bertemu dengan mereka, aku akan dengan senang hati membunuh mereka."


"Tuan tenang saja, aku sudah tahu siapa mereka berdua." seorang pria datang dan langsung ikut berkumpul dengan kelompok tersebut


"Siapa mereka?" batin Axel. Dia menyipitkan matanya saat ada orang yang sangat dia kenal.


Deg


"Di_dia...


"Kalian pasti akan terkejut saat tahu siapa mereka." lanjut pria itu


"Katakan!! Siapa mereka?"


"Keturunan Xavier sudah di pastikan adalah Anthony, si mafia. Dan untuk keturunan Louis, dia adalah anggota FBI, Sylvia Delwyn."


Deg


Axel melebarkan kedua matanya. Dia terkejut karena Sylvia menjadi target mereka. Tapi tanpa sengaja, Axel menjatuhkan hiasan di belakangnya dan membuat semua orang menoleh kearahnya.


"Ga_gawat!!" Axel menyimpan ponselnya dan mencoba untuk kabur . Tapi dia sudah di kepung oleh anggota FBI.

__ADS_1


"Axel!!"


Deg


__ADS_2