
dania meremas baju nya dan memasang kan wajah sedih dan kecewa ia menudukan kepala nya menitikan air mata nya,varon yang melihat hal itu merasa kasihan.
''berhenti''ucap pria yang mendorong kursi roda dania.
Qia langsung mengehtikan langkah nya tanpa berbalik melihat mereka.
''apa kau tidak bisa sedikit sopan dengan saudara mu,dia menyapa mu tapi kau sama sekali tidak peduli wanita seperti apa kau ini''geram varon tanpa melihat Qia.
''wanita seperti apa heh''
''bukan kah kau sendiri yang mengatakan nya,kalau aku adalah wanita iblis ya aku adalah wanita iblis''ucap Qia memiring kan senyum nya .
mereka berbicara saling membelakangi.
''dan bilang pada wanita menjijikan itu jangan membuat ku tambah jijik pada nya dan jangan munafik yang membuat orang orang membenci nya''ucap Qia dan meninggalkan ke dua orang itu.
''tidak apa apa,itu sudah biasa''ucap dania memegangi tangan varon yang seperti nya menahan emosi.
''kita pulang saja''ucap dania lagi.
''hmmmmhuuuh baik lah''ucap varon kembali mendorong kursi roda dania.
....
''menjijikan sekali wanita itu ingin sekali aky meremas wajah nya itu''geram Qia dan masuk ke salah satu rungan.
''Qia,silah kan duduk''ucap seorang wanita paruh baya memakai jas dokter.
''dokter nia seperti nya jantung ku bermasalah''ucap Qia.
''benar kah,berbaring lah aku akan memeriksa mu''ucap dokter nia sedikit terkejut.
Qia berbaring di tempat tidur sedangkan dokter nia memeriksa nya.
''aneh aku telah memriksa nya dengan teliti tapi tidak menemukan masalah apa pun dengan jantung mu''ucap dokter nia bingung.
__ADS_1
''benar kah''ucap Qia juga bingung.
''apa yang terjadi dengan ku''ucap Qia dan pamit untuk pulang.
....
''veron akhir nya kau datang''ucap seorang wanita yang menangis terisak isak dan langsung memeluk veron.
''lepas kan''tegas veron mendorong lia yang memeluk nya.
''apa hanya kalian berdua yang datang,dimana pasukan mafia mu veron''tanya lia menoleh ke belakang.
''ia karna kami berdua lebih baik''ucap veron santai.
''varon orang itu barusan meneror kami,dia bahkan menampakan wajah nya hiks hiks tolong keluarga ku veron huhuhu''tangis lia menutup wajah nya dengan tangan nya.
''benar kah orang itu menampakan wajah nya''ucap veron dengan wajah terkejut.
''ia''ucap lia.
jio mengikuti mereka dari belakang khawatir dengan veron tuan nya.
setelah sampai di ruang tamu tiba tiba lia melepas kan tangan veron.
saat veron akan berbalik melihat jio tiba tiba lia mengeluarkan pistol dan meletakan tepat di dahi veron yang membuat veron langsung berhenti.
jio yang melihat hal itu sangat terkejut hendak bergerak memukul wanita itu.
tiba tiba ia merasakan sebuah benda seperti pistol bersentuhan kepala nya.
''jika kau tidak ingin mati makan diam lah''ucap seseorang dengan suara yang menakut kan.
saat jio akan bergerak untuk menyingkir kan pistol itu dari kepala nya,tiba tiba di sekeliling mereka banyak pria pria yang bertubuh tinggi kekar dan berpakaian serba hitam rapi dengan masing masing senjata yang ada di tangan mereka siap menembak veron dan jio.
sekarang jio tidak bisa berkutik lagi.
__ADS_1
''sekarang apa yang bisa ku lakukan apa kami akan mati di sini bersama dengan tuan veron''gumam jio sedih.
sedangkan veron menatap tajam pada wanita yang begitu angkuh nya dan tersenyum merendah kan diri nya meletakan pistol di dahi nya.
''kau begitu tampan,tapi sayang sekali, kau akan mati''ucap lia menatap tajam veron dengan senyuman iblis.
''kenapa kau menatap ku seperti itu,ooo ayo lah aku tau aku begitu cantik dan begitu polos di mata mu sampai sampai membuat mu tidak bisa melupakan ku bukan begitu''ucap lia dan mengangkat pistol nya dari dahi veron memegang dagu veron yang begitu seksi di mata nya.
''kau tidak boleh mati begitu saja,asal kau tau sebenar nya aku bukan wanita polos puft hahahahaha''lia tertawa bak seorang penyihir.
''akh aku benar benar muak memakai pakaian tertutup dan polos ini''ucap lia membuka jaket panjang nya dan menampakan pakaian merah yang begitu seksi menampakan paha yang mulus dan belahan dada nya.
''kau lihat aku begitu seksi bukan,tapi setiap hari harus memakai pakaian tertutup di depan mu dan berpura pura polos huh aku begitu munafik''ucap lia dan mendekat kan tubuh nya ke tubuh veron.
''apa kau bisa merasakan keseksian ku''ucap lia mendekat kan dada nya ke dada bidang veron.
''oh wajah mu ini terlihat begitu tenang apa kau tidak takut mati''geram lia karna melihat wajah veron yang begitu tenang dan bodoh amat.
''aku sudah lama ingin membunuh mu tapi tapi pria tua bangka itu mengulur waktu ku dengan waktu yang lama''geram lia kembali meletakan pistol ke dahi veron.
''apa ada permintaan terakhir,karna aku bukan lah orang yang begitu jahat,kau ingin gadis kecil mu itu ikut dengan mu aku akan mengabul kan nya''ucap lia kemudian tertawa terbahak bahak.
''jika kau berani menyentuh tara,kau akan tau akibat nya''geram veron tidak tahan melihat wajah wanita munafik di depan nya itu.
''puft hahhahahaha....kau selalu mengatakan pada ku 'kau akan tau akibat nya'tapi sebentar lagi kau juga akan mati''ucap lia mencengkram dagu veron dengan tatapan tajam.
tapi itu tidak membuat veron merubah ekspresi,itu malah membuat nya tambah kasihan.
''singkirkan tangan kotor mu itu dari wajah ku''ucap veron menatap tajam lia,ia tidak pernah suka jika ada orang lain yang berani menyentuh wajahnya.
''meski sebentar lagi ajal akan menjemputmu tapi kau masih bisa menatap tajam malaikat pencabut nyawa mu ini''ucap lia tersenyum iblis.
karna lia terus memgang dagu nya membuat veron sangat marah ia lansung menendang siku lia hingga membuat lia jatuh merangkak.
terima kasih selalu setia baca novel author terima kasih banyak
__ADS_1