
''kak veron kakak kapan pulang tara udah kangen banget sama kakak''tanya tara.
''mmm mungkin masih lama''ucap veron nampak sedang mengerjakan sesuatu.
''hm kalo gitu gk usah telfon tara lagi''
tut....tut...tara langsung memutus kan sambungan telfon.
...
"kata nya cuma 2 bulan eh sekarang kayak nya masih lama"gumam tara menjatuh kan tubuh nya ke kasur menatap langit langit kamar nya.
merentang kan ke dua tangan nya.
''rasa nya berbeda saat papa pergi ninggalin aku,dan kalau kak veron pergi aaaaakh kak veron jahat''tara guling guling di kasur nya sambil mengutuki veron.
....
''kenapa bocah ini tidak pernah dewasa selalu saja ke kanak kanakan,ck''gumam veron dan kembali fokus pada pekerjaan nya.
''tuan veron ada pergerakan dari wanita yang bernama jesi itu''ucap seseorang yang tak lain adalah mata mata veron pada jesi.
''apa yang mereka rencakan''tanya veron.
''menurut yang saya dengar kalau mereka akan menghancur kan hubungan hanya itu yang saya dengar tuan''ucap mata mata itu.
''menghancur kan hubungan ?hubungan siapa yang mau di hancur kan wanita itu"gumam veron.
"baik lah terus pantau mereka"ucap veron dan orang itu langsung keluar dari ruangan veron.
....
"boleh saya bertemu dengan dokter Qia"tanya seorang pria yang tak lain adalah varon.
"tidak usah sungkan tuan,ini adalah rumah sakit keluarga varadex"ucap resepsionis itu.
"baik lah"jawab varon singkat ia duduk menunggu Qia.
"ada apa tuan varon mencari saya"tanya seorang wanita.
"oh saya tidak sadar anda sudah datang"ucap varon baru tersadar.
"tidak apa,ada apa tuan mencari saya"tanya Qia lagi.
__ADS_1
"boleh bicara di tempat yang lain"
"hmm baik lah kita bicara di ruangan saya"ajak Qia berjalan beriringan dengan varon.
....
"begini mungkin ini agak aneh menurut kamu,tapi saya benar benar ingin tahu"ucap varon berhenti.
"saya ingin nanyak tentang keberadaan dania"ucap varon yang membuat Qia mengerut kening nya.
"jangan salah paham!! akh baik lah aku ingin meminta penjelasan dari nya saja kenapa dia melakukan hal itu pada ku,aku yakin dia tidak mempunyai niat jahat,karna aku sudah kenal lama dengan nya''ucap varon.
''astaga pria ini,kemarin percaya kalau dania jahat sekarang mau minta penjelasan dasar laki laki,tapi itu juga bukan urusan ku''gumam Qia.
"maaf saya sedang sibuk"ucap Qia dan berdiri.
''ku mohon''ucap varon memgang tangan Qia.
''hmmm huh baik lah tapi saya hanya bisa memberi alamat nya tuan''ucap Qia menulis alamat di kertas.
''jika terjadi sesuatu pada tuan telfon lah segera siapa pun jika di perlukan telfon saya saja''ucap Qia menyerah kan kertas untuk alamat dan no telfon nya.
''terima kasih banyak dokter Qia''ucap varon tersenyum senang
ia langsung keluar dari ruangan itu meninggal kan Qia,varon begitu semangat.
...
''ternyata menyukai orang itu diam diam sangat menyakit kan''gumam nya memgangi dada nya yang terasa sesak.
''perasaan ini telah ku pendam bertahun tahun dan aku tidak ingin membuka nya kembali''gumam nya duduk di kursi nya dengan tersenyum pahit.
Qia memang selalu berbicara formal dengan varon karna hal tertentu yang hanya ia sendiri yang ketahui,ia keluar dari ruangan nya itu.
....
''menurut alamat nya sih ini benar rumah nya''gumam varon melihat no sebuah rumah yang sekarang di depan nya.
ia memencet bel pagar itu berkali kali.
''ck siapa sih yang datang pagi pagi gini''ucap dania turun dari kasur nya.
ia membuka horden kamar nya ia melihat ke bawah terlihat seorang pria tampan di sana.
__ADS_1
''varon,kenapa dia ada di sini''ucap nya tidak percaya dengan segera ia keluar.
...
''ada apa kamu ke sini''tanya dania ketus.
''maaf aku pergi tanpa meminta penjelasan dari kamu''ucap varon.
'''apa maksud varon kalau dia masih mau meminta penjelasan dulu''tanya dania dalam hati tidak percaya.
''apa dia benar benar mencintai ku sehingga dibutakan oleh cinta nya sendiri tapi sayang sekali aku tidak mencintai mu sama sekali''gumam dania.
"dania tolong jelasin kenapa kamu melakukan ini aku tau kamu tidak punya maksud jahat kan"ucap varon berharap.
drama pun terjadi.
"hiks hiks sebenar nya hiks hiks aku di paksa melakukan ini varon''ucap dania jatuh ke dalam pelukan varon menangis tersedu sedu.
''siapa yang memaksa mu melakukan nya katakan saja pada ku''ucap varon menenangkan dania yang menangis.
''Qia yang menyuruh ku melakukan ini,dia ingin menjual mu,tapi entah kenapa di tengah jalan ia malah memberhentikan ku dan menghalangi ku,mungkin ia ingin menjelek kan aku di depan mu''jelas dania memeluk varon.
"Qia''gumam varon.
''****** kamu Qia aku tau kamu suka sama varon udah lama''gumam dania tersenyum licik.
sedang kan sebuah mobil putih yang agak jauh di sana dengan seorang perempuan di dalam nya tersenyum pahit.
''kenapa perasaan ini tidak hilang saja"gumam nya dan melajukan mobil nya meninggal kan kedua orang yang sedang berpelukan itu.
....
"kok putri papa lesu sih"tanya gio pada putri nya itu.
"pa ini semua karna kak veron"rengek tara melipat kedua tangan nya.
"oh ya"
"ia pa kata nya cuma dua bulan tapi malah semakin lama siapa yang enggak kesal coba"cemberut tara.
"ia papa juga kesal kalau gitu "ucap gio ingin terkekeh
"oh ia papa mau keluar negri apa tara mau ikut karna putri papa ini kan lagi libur dan sekalian mau jalan jalan dan papa tidak mau ninggalin putri kesayangan papa lagi"ucap gio.
__ADS_1
tara tampak berfikir.
"ya udah deh pa lagian di sini juga membosan kan"ucap tara