Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia
Tawaran


__ADS_3

ABX Company


Anthony masih terdiam mencerna ucapan Sylvia. Dia masih belum mengerti kenapa Sylvia menuduhnya menjadi penyebab dia di pecat dari pekerjaannya. Padahal dia tidak melarang wanita itu untuk mengabdi pada negara. Walaupun profesi mereka bertolak belakang, dia sangat mendukung profesi istrinya itu. Jadi tidak ada alasan untuk nya membuat Sylvia di pecat.


Tapi hal itu membuat Anthony penasaran. Dia juga ingin tahu kenapa Sylvia bisa di pecat karena yang dia tahu, Sylvia adalah salah satu anggota terbaik di kepolisian.


"Seperti nya aku membutuhkan informasi." Anthony menekan interkom dan meminta Daniel untuk datang ke ruangannya.


Tok Tok Tok


"Masuk!!" seru Anthony


Daniel masuk setelah mendapatkan ijin dari si empunya. Dia membungkukkan sedikit badannya dan bertanya, "Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"


"Apa kau tahu tentang pemecatan Sylvia?" tanya Anthony


Daniel menggelengkan kepalanya tanda dia tidak tahu menahu tentang pemecatan Istri tuannya itu.


Sebenarnya dari awal, Daniel sudah mengira jika Sylvia pasti akan di pecat karena dia sudah menikah dengan seorang mafia yang adalah musuh dari penegak hukum.


Mereka pasti menganggap jika Sylvia berkhianat. Tapi itu hanya spekulasi Daniel saja. Untuk alasan yang sebenarnya, Dia juga tidak bisa menerka.


Tapi, dengan di keluarkan nya Sylvia dari kepolisian, bisa menjadi boomerang untuk Anthony.


Bagaimanapun, Sylvia adalah anggota yang hebat. Jadi tidak menutup kemungkinan wanita itu akan di rekrut pihak lain.


Walaupun semua orang takut pada Anthony, tapi bukan berarti tidak ada penegak hukum yang tidak ingin menangkap pria itu.

__ADS_1


FBI adalah salah satu badan intelijen di Amerika yang sangat berambisi untuk menangkap Anthony. Di bawah pimpinan Alvin, mereka begitu gencar mencari informasi tentang Anthony dan mereka akan menggunakan berbagai cara di saat ada kesempatan untuk mengusik Anthony agar bisa menangkap pria itu.


"Cari tahu kenapa Sylvia dipecat?" titah Anthony.


"Baik Tuan."


...****************...


Sylvia di bawa pria yang menghadangnya tadi, ke markas salah satu badan intelijen di Amerika yaitu FBI.


Mereka yang menghadang Sylvia adalah anggota FBI. Mereka di perintahkan kapten mereka untuk menjemput Sylvia karena dia mempunyai penawaran menarik untuk wanita itu. Apalagi dia mendapat informasi jika wanita itu telah di pecat oleh Kapten William.


"Selamat datang, Sylvia." seru Kapten Alvin


"Katakan!!"


"Aku tidak suka berbelit-belit, Kapten Alvin." seru Sylvia


Kapten Alvin mengeluarkan sebuah map dan memberikannya pada Sylvia.


"Apa ini?" tanya Sylvia


"Kau akan tahu, jika kau membacanya, Sylvia."


Sylvia menatap kapten Alvin sekilas dan membuka map tersebut. Dia membaca berkas yang terdapat di dalam map dengan seksama. Hingga dia menaikkan kedua alisnya setelah mengetahui maksud dari kapten Alvin.


"Apa kau mencoba menyuap ku?" tanya Sylvia

__ADS_1


"Tentu saja tidak. Kita sama-sama berprofesi sebagai penegak hukum. Hanya saja kita mempunyai tingkatan yang berbeda. Tapi tujuan kita sama, yaitu memberantas kejahatan." Kapten Alvin berdiri di depan Sylvia dan kembali berkata, "Semua ini keinginan direktur kami. Dan kau adalah kunci untuk memusnahkan musuh terbesar negara kita."


"Tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan. Kau bisa memikirkannya matang-matang. Apalagi aku tahu kau baru saja di pecat. Pasti kau masih membutuhkan waktu untuk menenangkan diri." lanjut Kapten Alvin


Sylvia terdiam. Dia kembali membaca berkas tersebut dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika dia menerima tawaran tersebut.


Ya, FBI memberikan tawaran pada Sylvia untuk bergabung dengan mereka. Sylvia akui mereka bertindak dengan cepat bahkan mengambil kesempatan dengan memanfaatkan keadaannya yang sedang labil karena di pecat oleh kaptennya sendiri dengan iming-iming yang cukup menggiurkan.


Tapi ada satu poin yang membuat dia ragu untuk menerima tawaran tersebut. Dia harus memata-matai suaminya sendiri dan mengumpulkan bukti kejahatannya.


Sebenarnya itu perkara mudah untuknya. Apalagi Anthony sangat mencintainya. Dia yakin apapun yang dia inginkan akan di kabulkan pria itu, termasuk menceritakan kejahatan-kejahatan yang sudah dia lakukan dan memberitahu dimana markas tempat penyimpanan barang bukti. Tapi sekali lagi, dia ragu untuk melakukannya.


Dan jika dia tidak menerima tawaran kapten Alvin, dia akan kehilangan kesempatan untuk mencari tahu lebih dalam tentang kematian kedua orangtuanya.


Bagaimanapun, FBI adalah badan intelijen yang cukup besar. Dan dia yakin, banyak data penjahat kelas kakap yang tersimpan di sini. Mungkin saja mereka mempunyai data pelaku kejahatan yang mempunyai tato Nail Snake.


"Akan aku pikirkan." seru Sylvia


"Good. Aku harap kau bisa mengambil keputusan yang tepat." sahut kapten Alvin


Sylvia mengangguk pelan dan pergi begitu saja. Dia akan memikirkan matang-matang tawaran Kapten Alvin karena dia tidak mau salah langkah.


Sylvia masuk kedalam mobilnya dan kembali membuka map tersebut. Dia menghela nafas panjang karena dia di hadapkan dengan pilihan yang sulit.


Sulit? Apakah dia mulai menyukai Anthony? Entahlah, dia sendiri juga tidak tahu.


"Ada apa denganku? Bukankah ini keputusan yang tepat untuk menerima tawaran mereka? Tapi kenapa hati kecilku berkata lain?" batin Sylvia

__ADS_1


__ADS_2