Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia
Curiga


__ADS_3

Sylvia dan yang lain kembali ke markas FBI. Mereka datang bersama dengan pelaku dan menyerahkan nya pada penyidik untuk di mintai keterangan. Sedangkan mereka langsung ke ruangan Kapten Alvin untuk melapor.


"Lapor Kapten. Tim Alfa berhasil menjalankan misi." seru Bruce sebagai ketua tim


"Bagus. Aku yakin kalian tidak akan mengecewakanku." Kapten Alvin menatap satu persatu anggota timnya. Tidak salah dia memilih Tim Alfa untuk misi kali ini.


"Untuk selanjutnya, kita serahkan semuanya pada penyidik. Kita juga belum bisa meminta keterangan dari korban karena korban mengalami syok berat." lanjut Kapten Alvin


"Siap sir." jawab Bruce


"Kalian boleh pergi. Obati luka kalian."


"Baik Sir." Bruce dan yang lain membubarkan diri dan pergi untuk mengobati luka mereka.


Sebenarnya mereka tidak ada yang terluka parah, kecuali Sylvia karena dia mendapatkan tendangan begitu keras di bagian perutnya di tambah punggungnya yang menghantam lemari kaca hingga pecah membuat tangan nya terluka karena pecahan kaca.


Tapi walaupun begitu, tidak terlihat rasa kesakitan di wajah Sylvia. Dia justru merasa ada yang aneh dengan misi pertamanya. Begitu banyak kejanggalan yang dia temui. Dari timnya yang mudah sekali tertangkap tanpa perlawanan, seolah musuh tahu tempat persembunyian mereka. Di tambah Bruce yang mengira jika dia berusaha untuk mengambil jabatanya sebagai ketua tim.


Andai Bruce bertanya, dia akan menjawab bahwa semua itu adalah perintah dari kapten Alvin. Bahkan Bara tahu akan hal itu.


Ya, sebelum menjalankan misi, Kapten Alvin memintanya untuk menyamar menjadi teman korban untuk mengetahui situasi di dalam rumah. Bara yang saat itu bersamanya mendengar dengan jelas perintah kapten Alvin. Tapi kenapa Bruce bisa berfikiran seperti itu?


Ini sangat aneh. Mereka seolah sedang di adu domba. Dan entah mengapa dia merasa jika di antara mereka ada mata-mata. Tapi dia tidak bisa mengambil kesimpulan sendiri. Ini semua hanya perkiraan nya saja. Dan sepertinya dia harus berhati-hati. Termasuk dengan Damian.


"Syukurlah kita berhasil menjalankan misi. Aku sempat takut saat kalian berdua bertengkar. Aku kira kalian benar-benar bertengkar. Ternyata itu hanya trik saja. Aku salut pada kalian berdua." seru Amel


"Aku juga. Aku sempat tidak percaya kalian bertengkar karena masalah jabatan ketua." timpal Axel


Bruce tersenyum sinis. Yang dia katakan pada Sylvia memang mengungkapkan perasaannya. Dia kecewa pada Sylvia yang bertindak tanpa persetujuannya. Dia yakin jika Sylvia mempunyai maksud tersembunyi. Untuk itu dia tidak akan membiarkan Sylvia mendapatkan apa yang dia inginkan termasuk posisi ketua di tim Alfa.


Walaupun Sylvia istri dari pria yang paling di takuti, tapi pria itu tidak lebih dari sampah. Dan FBI akan membuat pria itu berada di tempat yang seharusnya.

__ADS_1


"Seperti biasa, kau terlihat keren, Sylvia." seru Damian


"Thanks Dam." Sylvia tersenyum dan menatap satu persatu teman-temannya. Hingga pandangannya bertemu dengan Bruce. Dia bisa melihat ada dendam di kedua matanya. Dia yakin jika pria itu saat ini salah paham padanya.


Tapi biarlah, toh dia hanya menjalankan perintah. Jadi jika mereka ingin menyalahkan seseorang, maka kapten Alvin lah orang nya.


Setelah selesai melapor dan mengobati luka mereka, mereka diperbolehkan pulang untuk beristirahat. Tapi jika di perlukan, mereka harus siap untuk menjalankan tugas mereka.


"Apa kau akan langsung pulang?" tanya Damian pada Sylvia


"Kenapa memangnya?"


"Tidak apa-apa. Ini hampir memasuki jam makan malam. Bagaimana jika kita makan terlebih dahulu. Kita juga sudah lama tidak makan bersama kan?" ajak Damian


Sylvia terdiam sebelum akhirnya mengangguk, mengiyakan ajakan Damian. Lagipula ada yang ingin dia katakan pada pria itu.


Damian mengendarai motor sport nya, sedangkan Sylvia menggunakan mobil milik suaminya. Mereka akan bertemu di tempat makan yang biasa mereka datangi saat makan bersama dengan anggota timnya saat masih berada di kepolisian.


Tapi semua telah berubah. Sahabatnya meninggal saat sedang menjalankan misi. Dan sampai sekarang, pelaku belum di temukan. Dan dia harus menikah dengan pria yang tidak dia cintai dan di pecat dari kepolisian, tapi dia justru di tawari untuk bergabung dengan badan intelijen lain nya.


Tidak akan ada lagi gelak tawa mereka. Dan kini hanya tinggal Sylvia dan Damian yang datang ke restoran untuk membahas sesuatu.


Tidak butuh waktu lama, mereka sampai di restoran tersebut. Mereka memarkirkan kendaraan masing-masing dan masuk ke restoran untuk mencari tempat duduk yang kosong.


"Kita duduk di sana saja." ajak Sylvia yang di jawab anggukan oleh Damian.


Mereka duduk dan memesan makanan dan minuman. Dan sambil menunggu pesanan mereka datang, Sylvia menanyakan kejadian sebenarnya


"Aku tidak tahu, tiba-tiba mereka menodongku dari belakang dan mengambil senjataku." seru Damian


Sylvia hanya mengangguk paham. Tapi tetap saja jawaban Damian sangat tidak memuaskan.

__ADS_1


"Baiklah, lupakan!! Ada hal lain yang ingin aku tanya kan pada mu." seru Sylvia


"Apa itu?"


"Ini mengenai tato dari orang yang membunuh kedua orang tua ku." Sylvia terdiam sejenak dan kembali berkata, "Beberapa hari yang lalu, aku melihat wartawan dengan tato yang sama dengan pelaku yang membunuh mommy dan Daddy. Apa kau mengetahui nya?" tanya Sylvia


"Maafkan Aku karena terlambat memberitahu mu, Sylvia. Saat berita tentang dirimu mencuat, tiba-tiba ada tiga wartawan yang di kabarkan menghilang. Dan saat kami telusuri, kami justru bertemu dengan salah satu wartawan tersebut. Tapi entah apa yang terjadi dengan nya. Tiba-tiba dia berteriak dan berlari seolah takut pada kami. Dan, yah... Dia tewas tertabrak mobil." terang Damian


"Dan di lengan pria itu ada tato bergambar nail snake yang sama dengan pelaku pembunuhan keluarga mu." lanjut Damian


Deg


"Jadi benar pria itu mempunyai tato yang sama dengan pembunuh kedua orangtuaku?" tanya Sylvia yang di jawab anggukan oleh Damian.


Sial !! Dia terlambat. Harusnya dia segera mencari orang itu setelah melihat berita di televisi. Tapi sayangnya saat itu, dia sedang cuti. Di tambah, dia masih mencurigai Anthony. Jika dia keluar untuk mencari tahu wartawan itu, Anthony pasti tahu dan semua akan berantakan.


"Kau baik-baik saja?" tanya Damian


"Yeah, aku baik-baik saja. Hanya saja tendangan Bruce terlalu kuat. Tapi ini tidak ada apa-apa nya untuk ku." seru Sylvia


"Kau memang hebat Sylvia. Aku salut pada mu."


"Thanks Dam. Kau selalu saja memujiku. Kau sendiri juga hebat." seru Sylvia


"Tapi tidak sehebat dirimu, Sylvia."


Sylvia berdecak pelan. Dan pada saat itu pesanan mereka datang. Mereka menikmati makan malam mereka. Tapi tiba-tiba seseorang yang mereka kenal, datang menyapa mereka.


"Sepertinya kalian menikmati makan malam kalian."


Deg

__ADS_1


__ADS_2