Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia
Menyelidiki Kematian Axel


__ADS_3

Kini semua berkumpul di ruangan kapten Alvin. Mereka semua terlihat menunduk sedih karena kehilangan sahabat sekaligus rekan tim mereka.


"Aku tahu kalian pasti sedih dengan kepergian Axel. Tapi kita harus tetap berjuang untuk melanjutkan tugas kita dan Axel." kapten Alvin menatap satu persatu tim nya. Dia menghela nafas panjang dan kembali berkata, "Ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita. Jangan pernah melawan musuh jika kalian merasa tidak sanggup. Lebih baik kita menunggu bantuan datang dan menangkap pelaku bersama-sama. Itupun jika kalian masih sayang dengan nyawa kalian."


"Dan untuk kasus yang terjadi pada Axel, akan di tindak lanjuti oleh tim lain." ucapan kapten Alvin berhasil membuat semua tercengang. Begitu juga dengan Sylvia.


"Tapi kapten. Kenapa kasus ini di berikan pada tim lain? Axel adalah bagian dari kita. Jadi setidaknya biarkan kami ikut menyelidiki kasus Axel." seru Bruce


"Iya kapten. Axel adalah bagian dari kita. Dan itu sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai sahabat Axel untuk mengusut kasus yang terjadi pada Axel. " Sylvia ikut berkomentar. Jika kasus yang terjadi pada Axel di berikan pada tim lain, maka dia tidak akan tahu siapa pelakunya.


"Sylvia benar." timpal Bruce. Walaupun mereka tengah berseteru, tapi mereka kompak meminta kasus kematian Axel di berikan pada tim mereka.


"Maaf membuat kalian kecewa. Tapi ini sudah menjadi keputusan tuan John dan tuan Felix." ucap kapten Alvin


"Jika begitu biar aku yang berbicara." Sylvia keluar dari ruangan kapten Alvin untuk menemui petinggi FBI. Dia ingin meminta kasus Axel di berikan pada tim nya. Jika mereka menolak, setidaknya biarlah dia diikut sertakan dalam penanganan kasus kematian Axel.


Tok Tok Tok


"Masuk!!" seru tuan John

__ADS_1


Sylvia masuk dan memberi hormat. "selamat siang Tuan." sapa Sylvia


"Kau Sylvia? Dari tim Alfa?" tanya John


"Benar tuan." jawab Sylvia membenarkan


"Ada apa?"


"Aku ingin kasus kematian Axel di berikan pada tim Alfa. Bagaimanapun juga Axel adalah bagian dari kami. jadi itu sudah menjadi tanggung jawab kami." seru Sylvia


John tersenyum. Dia berjalan mengitari Sylvia untuk melihat wanita itu dari dekat. Dan sesuai dugaan, wanita itu sangat mirip dengan mendiang temannya, Abraham Louis.


"Sylvia Delwyn. Apa benar itu nama mu?" tanya John.


"Maaf membuatmu kecewa Sylvia. Tapi kami mengambil kebijakan ini karena tahu jika tim kalian tengah berduka. Kami takut kalian menyimpan dendam pada pelaku dan berbuat nekad nantinya." ucap John


"Tapi....


Ucapan Sylvia terhenti saat Elgar dari tim lain yang menyelidiki kasus Axel, masuk keruangan John.

__ADS_1


"Maaf tuan. Kami sudah berhasil memperbaiki ponsel Axel. Kami juga sudah memeriksanya. Sebelum terbunuh, Axel terlihat sedang menghubungi seseorang. Dan setelah kami telusuri, ternyata orang itu adalah saudara jauh Axel."


Sylvia mengerutkan keningnya. Dia merasa ada yang aneh dengan laporan itu. Bukankah Axel menghubunginya saat dia berhadapan dengan pelaku? Bahkan Sylvia dengan jelas mendengar suara tembakan dan teriakan Axel waktu itu.


"Lalu, bagaimana kesaksian orang itu?" tanya John


"Dia mengatakan jika Axel memang menghubunginya, tapi Axel tidak mengatakan apapun. Dia hanya mendengar deru nafas Axel seperti sedang berlari." seru Elgar


John mengangguk paham mempelajari laporan dari tim Elgar. Dia memerintahkan tim Elgar untuk menyusun rencana menangkap pelaku segera.


Mendengar hal itu Sylvia hanya bisa terdiam. Secepat itu mereka menentukan pelaku? Menurutnya belum tentu pelakunya adalah perampok yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat. Sepertinya dia harus menyelidiki sendiri. Dia yakin jika Axel menyembunyikan sesuatu yang penting yang tidak di ketahui pelaku. Buktinya, Axel sempat menghapus histori panggilannya dan menggantinya dengan menghubungi orang lain.


Itu artinya Axel mencoba menyembunyikan sesuatu agar Sylvia menyelidikinya, atau kemungkinan Axel melakukan hal itu untuk melindunginya.


"Baiklah kalau begitu, saya permisi tuan." Sylvia memberi hormat dan keluar dari ruangan John.


"Bagaimana?" tanya Bruce yang di jawab gelengan oleh Sylvia.


"Mereka pasti mempunyai alasan tersendiri kenapa tidak melibatkan kita. Lagipula yang aku dengar, mereka sedang menyusun rencana untuk menangkap pelaku." seru Damian

__ADS_1


Sylvia menatap Damian sesaat. Bukan masalah menangkap pelaku, tapi ini tentang mengungkap siapa pelakunya. Dia ingin menyelidikinya tapi dia merasa curiga dengan anggota timnya.


Entah mengapa kejadian ini membuatnya tidak mempercayai rekan-rekannya.


__ADS_2