Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia
Tim Alva


__ADS_3

Sylvia terus mengincar John dan Felix. Dia berguling kesana kemari berpindah tempat untuk bersembunyi dari tembakan musuh. Sesekali dia melepas tembakan dan bergerak maju mencoba menghalangi John yang mencoba melarikan diri.


"Aku tidak akan melepaskan mu, sialan." Sylvia menembaki John. Tapi pria tua itu cukup mahir mengelak dari serangannya. Tidak dipungkiri karena dia adalah mantan polisi yang saat ini menjabat sebagai petinggi FBI. Sudah di pastikan jika keahlian pria itu sangat lah hebat.


John yang tahu menjadi target Sylvia, mencoba untuk terus menghindar. Dia tidak boleh meremehkan wanita itu, karena bagaimanapun juga dia adalah putri Abraham. Dan dia juga sudah membaca prestasi yang di dapatkan wanita itu. Jadi dia tidak boleh lengah.


"Lindungi aku!!" titahnya pada Felix.


"Baik." Felix keluar dari tempat persembunyiannya dan melindungi John yang mencoba melarikan diri.


Sylvia tidak mau kehilangan targetnya. Dia terus mengejar John. Dan saat dia melihat John, dia mengarahkan senjatanya pada pria itu, tapi di halangi oleh Felix yang tiba-tiba menembakinya.


"Sial!!" umpat Sylvia. Dia terpaksa bersembunyi dan menunggu timing yang tepat untuk membalas serangan Felix.


"Come on Sylvia!!" Dia menyemangati dirinya sendiri. Ini pertama kalinya dia terlibat perang besar. Biasanya dia hanya ikut dalam penggerebekan bandar narkoba atau memecahkan sebuah kasus. Apalagi dia belum lama menjadi anggota FBI. Dan kehilangan sahabatnya saat menjalankan tugas juga membuatnya sedikit trauma dalam melakukan penyerangan.


Sylvia keluar dari tempat persembunyiannya. Dia menembaki Felix yang tidak jauh darinya. Dan saat Felix bersembunyi, dia berlari kearah Felix dan menendang senjata api pria itu saat mencoba menembaknya.


Sylvia mengarahkan senjatanya pada Felix dan siap menembaknya tapi sayang peluru Sylvia habis. Dan hal itu di manfaatkan oleh Felix untuk membalas serangan Sylvia. Dia melakukan sledging yang membuat wanita itu terjatuh.


Tidak hanya sampai di situ, Felix juga menendang perut Sylvia hingga bergeser kebelakang dan membuat wanita itu memuntahkan darah.


"Cih... ternyata kau tidak ada apa-apa nya." ejek Felix.

__ADS_1


Sylvia menyeka darah nya di bibir. Dia memegang perutnya dan perlahan bangun. "Walaupun begitu, aku tidak akan kalah darimu." Sylvia memasang kuda-kuda dan siap melawan Felix


"Kau terlalu banyak bicara bedebah!!" Felix memulai serangannya dengan memukul dan terus memukul. Tapi dengan gesit, Sylvia berhasil menangkis dan menghindari serangan Felix yang bertubi-tubi. Sesekali dia membalas pukulan pria itu walaupun tidak tepat sasaran.


"Aku akan mengirim mu ke neraka untuk menemui ayahmu." Felix menendang keras perut Sylvia hingga terpental menabrak dinding. Lagi-lagi Sylvia muntah darah.


"Sial!! Kenapa bisa begini?" umpat Sylvia dalam hati. Dia memegang dadanya yang terasa sakit karena tendangan Felix. Apalagi punggungnya juga terhantam dinding dengan keras. Dia mencoba untuk bangun tapi sayang tidak bisa, tubuhnya terasa remuk karena mendapat serangan bertubi-tubi dari Felix.


"Heh..!!" Felix mengambil sebuah kayu balok dan mendekati Sylvia yang tidak berdaya. "Akan aku akhiri sampai disini. Jangan lupa sampaikan salamku untuk Abraham." Pria itu mengangkat kayu balok tersebut dan siap mendaratkan pukulan pada Sylvia, tapi tiba-tiba......


Dor


Felix tertegun. Dia melihat dadanya yang mengeluarkan darah. "ke_kenapa....


Baik Felix maupun Sylvia melihat kearah sumber suara. Mereka terkejut dengan kedatangan orang-orang yang sangat mereka kenal.


"Ka_kalian.....


"Ya, ini kami. Maaf mengganggu kesenangan mu. Tapi kami datang atas perintah kapten Alvin." seru Bara


Ya, mereka adalah tim Alva. Mereka datang atas perintah Kapten mereka untuk membantu Sylvia. Tidak!! Tapi menangkap pengkhianat dan juga pelaku yang membunuh sahabat mereka, Axel.


Bruce membantu Sylvia untuk bangun. "Kau tidak apa-apa?" tanyanya

__ADS_1


"Lumayan menyakitkan." jawab Sylvia


"Kau berhutang budi pada kami. Tapi aku juga akan membuat perhitungan dengan mu karena kau sudah menyembunyikan semuanya dari tim mu." ucapnya lagi


Sylvia tersenyum. Dia menepuk bahu Bruce dan mengucapkan terimakasih. "Thanks Bruce."


"Jangan tersenyum padaku!!" pekik Bruce


"Ck... Tidak perlu malu." ejek Amel


Bruce melotot kan kedua matanya. Dan menyerahkan Sylvia pada Amel. "Kau urus dia, aku akan membantu yang lain dan mencari si John sialan."


"Kita akan mencari nya sama-sama." seru Bara


"No!! John adalah bagian ku. Dia yang sudah membunuh ayah dan ibu ku. Jadi....


"Maaf Sylvia. Tapi John adalah bagian kami. Kau boleh menghajarnya tapi kau tidak boleh membunuhnya. Karena dia adalah bagian dari FBI, maka FBI yang akan menghukumnya. Kau tenang saja, kami pastikan dia akan mendapatkan hukuman mati." sela Bruce


Sylvia terdiam. Yang di katakan Bruce memang benar. Itulah mengapa dia tidak memberitahu timnya karena dia ingin menghukum John dengan kedua tangannya sendiri. Tapi sepertinya dia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Selain ada orang yang lebih berhak menghakimi John, tubuhnya juga lemah karena perkelahiannya dengan Felix.


"Ok Tim Alva, siap untuk berburu?" seru Bruce


"SIAP!!" jawab mereka serempak.

__ADS_1


Amel memberikan senjata pada Sylvia dan mereka mulai melakukan perburuan mereka.


__ADS_2