Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia
Tujuan Yang Semakin Dekat


__ADS_3

Berita kematian Billy Maximilian sudah menyebar di seluruh penjuru. Para awak media memburu pemimpin FBI dan penanggung jawab FBI untuk di mintai keterangan lebih lanjut kenapa pelaku pembunuhan model sebulan yang lalu bisa di temukan tewas di sel nya.


Dari hasil wawancara yang dilakukan wakil petinggi FBI, Felix Willis, korban di temukan tewas karena serangan jantung.


Hal itu membuat Sylvia merasa curiga dengan FBI karena dia tahu jika Tuan Billy tidak mempunyai riwayat penyakit jantung.


Mereka seolah menyembunyikan sesuatu dari publik. Apa mereka takut di cap tidak bisa menjaga tahanan atau mereka sengaja melindungi si pelaku atau mungkin mereka bekerjasama dengan seseorang untuk melenyapkan Tuan Billy untuk tutup mulut?


Entahlah. Banyak kemungkinan yang terjadi. Dan Sylvia merasa beruntung karena Anthony datang tepat waktu dan membawanya pergi. Karena bisa saja dia di tuduh sebagai pelakunya. Apalagi dia orang terakhir yang menemui Tuan Billy.


"Apa beritanya sudah menyebar?" Anthony yang baru selesai mandi duduk di samping Sylvia yang sedang menonton televisi.


"Yeah. Sesuai tebakan mu. Tuan Billy menjadi target seseorang. Dia di bunuh dan FBI bilang jika dia meninggal karena serangan jantung." Seru Sylvia


"Apa ada yang aneh?"


"Tentu saja. Tuan Billy tidak mempunyai riwayat penyakit jantung. Itu berarti dia memang sengaja di bunuh. Sesuai ucapanmu. Tapi kenapa FBI menyembunyikan fakta itu?"


"Hanya ada dua kemungkinan, pertama pelakunya adalah salah satu dari mereka dan FBI melindungi si pelaku, atau mereka berada di bawah ancaman pelaku untuk tutup mulut." Seru Anthony


"Apa bedanya?" Sylvia menatap Anthony dan kembali berkata, "jika pelakunya ada di antara mereka, sudah pasti mereka yang tahu akan hal itu bekerjasama untuk menyembunyikan kejahatan rekannya. Atau mungkin pelakunya mempunyai jabatan yang....


Anthony mengangkat kedua alisnya, "Kau tahu maksud ku, bukan?" Ucapnya


"Jadi maksud mu, kemungkinan pelakunya adalah petinggi FBI?" Tebak Sylvia


"Itu hanya kemungkinan. Jika pelakunya di antara mereka, pasti pelaku di perintahkan oleh seseorang. Kalian yang tahu akan fakta jika Billy tidak mempunyai riwayat penyakit jantung memilih tutup mulut untuk melindungi si pelaku karena mereka tahu siapa yang memerintahkan untuk melenyapkan korban. Tapi jika pelaku mengancam mereka untuk tutup mulut, itu artinya dia mempunyai jabatan yang lebih tinggi."


"Kuncinya adalah Felix. Dari mana dia bisa menyimpulkan jika korban tewas karena serangan jantung? Itu karena dia tahu dengan apa korban mati." Lanjut Anthony


"Tapi tim forensik juga mengatakan hal yang sama." Seru Sylvia


Anthony tersenyum. Dia mengangkat Sylvia ke pangkuannya dan memeluk istrinya itu dari belakang.

__ADS_1


"A_apa yang kau lakukan?" Pekik Sylvia. Posisi keduanya sekarang sangat intim dan hal itu membuat jantung Sylvia berdetak kencang. "Jika begini terus, bisa-bisa aku yang terserang penyakit jantung dadakan." Batin Sylvia


"Rileks honey!! Aku hanya ingin menjelaskan padamu." Seru Anthony.


"Menjelaskan apa? Apa perlu seperti ini?" Tanya Sylvia


"Sangat. Itu karena aku merindukanmu. Dan aku ingin di hari libur mu ini, kita menghabiskan waktu bersama."


Sylvia menelan ludahnya kasar. Dia mencerna ucapan Anthony. Menghabiskan waktu bersama seperti apa maksud pria itu?


"Jangan salah, aku memang libur hari ini. Tapi ada kasus di markas. Dan korban adalah pelaku yang timku tangkap kemarin. Jadi memungkinkan aku akan di panggil sebentar lagi." Seru Sylvia. Dia mencari alasan agar terlepas dari Anthony. Lagipula apa yang dia katakan itu benar adanya. Sebentar lagi tim nya pasti di panggil ke markas untuk di mintai keterangan.


"Sepertinya pandangan ku mengenai dirimu sudah berubah, sayang. Kau tidak sehebat yang aku kira." Seru Anthony yang mendapat pelototan dari Sylvia.


"Apa maksud mu berkata seperti itu?" Sentak Sylvia


"Tenang honey!! Sudah aku katakan aku akan menjelaskannya." Anthony menopang dagunya di bahu Sylvia dan berkata, "mengenai keterangan tim forensik dan Felix. Apa kau tidak merasa ada yang aneh?" Tanya Anthony


"Oke. Sekarang aku tanya padamu. Berapa lama tim forensik melakukan autopsi pada korban?" Tanya Anthony


"Proses Autopsi biasanya memakan waktu 1 hingga 2 jam saja." Jawab Sylvia


"Tepat sekali. Itu proses autopsi. Tapi untuk hasil observasi dari lab pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian tersebut bisa memakan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu." Terang Anthony


Deg


Sylvia menoleh menatap Anthony. Kenapa dia tidak memikirkan hal itu? Yang di katakan Anthony ada benarnya. Itu artinya pelakunya adalah petinggi FBI?


"Dari wawancara yang kau lihat, Felix tanpa ragu mengatakan jika korban tewas karena serangan jantung. Kalian tahu Billy tidak mempunyai riwayat penyakit jantung. Untuk itu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut seperti autopsi karena kematiannya di anggap tidak wajar."


"Tapi dia langsung menyimpulkan seperti itu. Itu artinya dia tahu persis apa yang terjadi pada Billy. Tapi semua itu berbeda jika dari awal Billy mempunyai penyakit jantung." Lanjut Anthony


"Jadi benar, pelaku nya pejabat FBI?"

__ADS_1


"Itu hanya kemungkinan sayang."


"Aku harus pergi kesana." Sylvia beranjak dari pangkuan Anthony. Tapi pria itu menahan tangan Sylvia dan menariknya kembali' duduk di pangkuannya.


"Anthony!!" Pekik Sylvia


"Kau mau kemana, hm? Bukankah aku sudah bilang ingin menghabiskan waktu bersama mu." Seru Anthony


Sylvia berusaha melepaskan pelukan Anthony dan berdiri menatap pria itu. "Aku harus ke markas untuk mencari tahu. Lagipula sebentar lagi mereka pasti akan meminta keterangan dari tim ku. Jadi....


Anthony berdiri tepat di hadapan Sylvia yang membuat wanita itu diam seketika. "Apa kau masih tidak paham, hm?"


"Mereka memberi kalian libur karena berhasil menangkap si pelaku."


"Tapi kau harus tahu sayang, itu bukan hadiah. Tapi mereka sengaja melakukan hal itu agar saat kejadian, tidak ada yang meminta keterangan dari kalian. Karena kalian tahu jika korban tidak mempunyai riwayat penyakit jantung. Dan karena kalian bukan salah satu dari mereka."


Deg


Anthony mengambil sebuah map di laci dan laptopnya. Dia meminta Sylvia untuk duduk dan mulai menunjukkan map tersebut padanya.


"Baca ini. Setelah itu lihat apa yang aku dapatkan." Anthony memberikan map tersebut pada Sylvia dan mengotak-atik laptopnya.


"Apa ini?" Tanya Sylvia


"Kau akan tahu jika kau membacanya, honey." Ucap Anthony tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.


Sylvia membuka map tersebut dan membacanya dengan seksama.


Deg


Kedua mata Sylvia melebar. Dia membaca kembali berkas itu untuk memastikan dan setelahnya dia melihat layar laptop yang di tunjukkan oleh Anthony.


"Kita hampir sampai pada tujuan kita, sayang." Seru Anthony

__ADS_1


__ADS_2