
''kalian benar benar pintar drama"sinis Qia santai duduk di kursi kebesaran nya.
"kau masih bilang kami drama,awas saja kalau mama ku kenapa napa''
''ck seperti nya aku harus turun tangan''ucap Qia bangkit dan berdiri di depan jesi yang terbaring di lantai ia menaikan kaki nya ke atas untuk menginjak dada jesi,tapi seseorang langsung menghentikan nya.
''Qia''teriak orang itu yang tak lain adalah varon yang baru saja datang.
Qia langsung menoleh ke arah suara itu tapi belum sempat ia melihat orang itu wajah nya lebih dulu di tampar oleh orang itu.
Qia memegangi pipi nya yang di tampar dan menoleh ke orang itu.
''varon''lirih Qia mata nya mulai berkaca kaca.
''tidak ku sangka ternyata kau adalah jelmaan iblis yang sangat kejam,ternyata benar kau selalu menindas kakak dan ibu tiri mu,kau lebih dari kata hewan kau mau membunuh ibu tiri mu ini heh"teriak varon bergema dalam ruangan itu.
''kau adalah wanita iblis,wanita tidak tau diri,ibu tiri mu telah merawat mu dari kecil tapi apa balasan nya kamu malah menindas mereka''teriak varon lagi menunjuk wajah Qia dengan mata yang penuh emosi.
Qia hanya diam sambil terus memegangi pipi nya yang di tampar menerima hinaan dari varon.
''varon sudah,ini sudah biasa kami alami kami memang selalu di siksa dan di hina oleh papa dan Qia jadi kami sudah terbiasa hiks''tangis dania memeluk mama nya yang pingsan.
''kenapa kau tidak melapor kan wanita iblis ini ke polisi saja agar dia membusuk di penjara''ucap varon menatap Qia sinis.
''tidak bagaimana pun dia adalah adik ku,aku dan mama tidak akan pernah melakukan hal itu,yang membuat adik tersakiti''ucap dania lembut dan air mata yang berlinang.
"puft......ahahahahahaha perut ku sakit sekali akibat menahan geli"tawa Qia memegangi perut nya.
"jangan bermain drama lagi di depan ku aku tidak sanggup lagi untuk tertawa"ucap Qia menahan tawa
melihat hal itu dania sangat geram ingin sekali ia menampar wajah Qia.
sedang kan varon mengerut kan kening nya melipat tangan.
"aduh kepala ku sakit sekali"ucap jesi yang baru saja sadar.
"mama hiks hiks" memeluk jesi.
"Qia maafin mama mu ini tidak bisa membeli kan mu mobil mewah tapi sebagai ganti nya perusahan yang sudah lama mama bangun ini mama berikan pada mu"ucap jesi lemah dan sedih.
"cih lagi lagi drama"ucap Qia melipat tangan nya di dada.
__ADS_1
"ini bukan perusahan yang sudah lama kau bangun,tapi papa ku lah yang sudah membangun perusahan ini"geram Qia ingin sekali menampar wajah wanita yang hampir tua itu emosi nya sekarang sudah meluap luap ia tak tahan lagi.
"wanita sperti mu tidak pantas hidup di dunia''geram varon.
''ya aku memang tidak pantas hidup di dunia ini,karna kedua manusia ini juga ada di dunia,dan aku memang wanita iblis yang penuh dengan dendam,jadi kalian semua keluar!!!!!!!''teriak Qia kencang sampai ruangan yang kedap suara itu bisa menembus dinding.
''Qia jangan marah nak''ucap jesi menyentuh tangan Qia.
''lepaskan tangan kotor mu dan tutup mulut busuk mu''ucap Qia menepis tangan jesi.
''kau''ucap varon mengepal tangan nya.
''kenapa,sekarang kau sudah lihat kan aku adalah wanita iblis jadi aku mengatakan sekali lagi keluar''ucap Qia penuh penekanan.
''tap''ucap jesi tapi ia langsung terkejut.
brak....Qia membuang vas bunga yang ada di meja itu sampai pecah berkeping keping
"keluar!!!!!"teriaknya.
....
''hahaha aku wanita iblis dia mengatakan aku wanita iblis baiklah kau mengatakan aku iblis jadi mulai sekarang aku akan menjadi iblis sesungguh nya hiks hiks hiks hiks''air mata yang sedari tadi di tahan kini semuanya telah keluar.
....
''kak veron mau kemana''tanya tara melihat veron menuruni tangga.
''tentu saja mau makan,apa kau mau aku pergi tanpa makan''ketus veron duduk di meja makan.
''ahaha bukan seperti itu kak tapi di sini gk ada pembantu yang masakin,dan tara gk tau masak''ucap tara menunduk kan kepalanya menggosok gosok kan kakinya ke lantai.
''huh ternyata kau benar kau tidak cocok jadi istri ku''ketus veron berjalan mengambil celemek masak.
''kak veron mau ngapain''
''mau masak''
''emang kakak bisa''tanya tara tidak percaya,tapi veron sama sekali tidak menjawab
ia melanjutkan memotong motong bawang.
__ADS_1
tanpa bertanya tanya tara terus memperhatikan cara veron memasak.
''astaga kak veron sangat cermat saat memasak,dan wajahnya ck sangat tampan sekali''gumam tara menatap wajah veron.
''ok sudah selesai''ucap veron tapi tara tidak sadar ia terus memperhatikan wajah veron.
''aku tau aku memang tampan,tapi tidak usah memandangi ku begitu''ucap veron yang membuat tara tersadar.
tara jadi salting,ia langsung berjalan ingin mengambil pirin.
''tara piringnya sudah ada di sini''ucap veron menunjukan dua piring yang sudah di sediakan di atas meja.
''akh ia''ucap tara merona yang membuat veron terkekeh.
''oh ia,om bilang kalau nanti malam baru pulang''ucap veron di tengah tengah acara makan.
terlihat jelas dari wajah tara kalau ia sedih.
''jangan sedih apa kau mau ikut dengan ku''tawar veron melihat tara sedih.
''kemana''
''bertemu klien''
''nanti tara ganggu''
''asal kan gk berisik,gk akan ganggu sama sekali''
''baik lah kalau begitu''tara berlari menaiki tangga.
''aku ganti pakaian dulu kak''
....
restoran
terlihat seorang wanita seksi berjalan ke arah tara dan veron,
belahan dada terlihat jelas paha yang mulus dan putih tara meneguk salvinanya
ia langsung menutup mata veron dengan tangan kecil nya sedang kan ia sendiri masih memperhatikan wanita seksi itu.
__ADS_1