Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia
Eksperimen Yang Tertunda


__ADS_3

Pagi harinya, Sylvia sudah bersiap untuk berangkat bertugas. Kali ini dia akan mulai mencari informasi tentang tato Nail snake. Dia akan pergi ke ruang tempat penyimpanan berkas kasus yang pernah di usut oleh FBI. Dan dia berharap bisa menemukan petunjuk di sana.


"Kau sudah siap?" tanya Anthony


"Seperti yang kau lihat." Sylvia mendekati Anthony dan memakaikan dasi untuk pria itu. Sekarang, dia benar-benar mulai nyaman berada di dekat pria itu. Entahlah, mungkin karena mereka mempunyai masa lalu yang sama dan musuh yang sama tentunya.


"Apa kau ada misi hari ini?" tanya Anthony


"Tidak. Tapi aku akan mencari informasi tentang tato nail snake nanti."


"Wow.. Aku jadi tertarik untuk ikut mencarinya."


"Kalau kau mau, kau boleh ikut. Itu jika kau bisa masuk ke markas FBI." ledek Sylvia


"Kau meremehkan ku, sayang. Apapun bisa aku lakukan. Kecuali satu."


"Apa itu?"


"Membuat mu jatuh cinta padaku. Itu sangat sulit sekali. Tapi aku tidak akan menyerah. Dan aku yakin suatu hari nanti kau akan membalas cinta ku."


Sylvia tersenyum dan memeluk leher Anthony. "Kau harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan hatiku, sayang. Karena aku orang yang pemilih. Aku suka pria yang hebat, tampan, mempunyai otot yang bagus dan....


"Pandai bermain di ranjang." bisik Sylvia


Anthony menyeringai. Dia mengangkat Tubuh Sylvia dan membawanya ke tempat tidur.


"Hei.. Apa yang kau lakukan?" pekik Sylvia


Anthony membaringkan tubuh Sylvia dan menindihnya. "Aku akan menunjukkan padamu kehebatan ku di atas ranjang."

__ADS_1


"Jangan bercanda, aku sudah harus pergi, Anthony."


"Aku akan memberitahu pak tua itu jika kau libur hari ini." seru Anthony. Dia mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya di bibir Sylvia


Sylvia yang sudah biasa mendapat ciuman dari Anthony, perlahan membalasnya dan memeluk leher pria itu.


Ciuman yang awalnya lembut berubah brutal dan menuntut. Bibir Anthony berkelana turun ke leher jenjang Sylvia dan meninggalkan jejak kepemilikan di sana. Bahkan kedua tangan Anthony tidak tinggal diam. Dia mencari titik sensitif istri nya di setiap lekuk tubuhnya yang masih terhalang seragam yang dipakainya.


"Ah..


Satu ******* keluar dari bibir seksi Sylvia. Dia menggigit bibir bawahnya ketika Anthony memberikan sentuhan di atas dua benda kenyal miliknya. Walau masih terhalang kain tapi rasanya sungguh membuat Sylvia menggila.


Seperti inikah rasanya disentuh? Jujur, Sylvia belum pernah merasakan hal aneh seperti ini. Rasanya sangat nikmat dan dia menginginkan lebih.


Tapi aktivitas mereka harus tertunda kala seseorang mengetuk pintu kamar mereka.


TOK TOK TOK


"Why?" nafas Anthony tidak kalah memburu karena sudah di kuasai oleh nafsu.


"Ada yang mengetuk pintu." seru Sylvia


"Abaikan saja!! Kita lanjutkan olahraga kita." Anthony kembali menenggelamkan wajahnya di dada Sylvia tapi di tahan oleh wanita itu.


"Jangan gila!! Aku juga harus bertugas."


Anthony berdecak kesal. Tinggal sedikit lagi mereka akan mulai bereksperimen. Tapi semuanya gagal karena seseorang yang mengetuk pintu. Lihat saja!! Jika pengganggu itu tidak menyampaikan hal penting, maka akan Anthony pasti kan, dia akan kehilangan nyawanya.


Anthony membantu Sylvia berdiri dan membenarkan seragam yang di pakainya. Dia meneguk kasar ludahnya melihat belahan dada istrinya. Hampir saja dia bisa menikmati nya tapi semua gagal.

__ADS_1


"Tenang Anthony!! Kau harus bersabar. Sekarang dia tidak menolak otomatis nanti malam kau bisa melakukan eksperimen yang tertunda." batin Anthony


"Cepat kau buka pintunya!!" titah Sylvia


Dengan malas, Anthony membuka pintu. Di sana sudah berdiri Daniel dengan berkas di tangan nya.


"Ada apa?" tanya Anthony dengan ekspresi dingin seperti biasanya


Daniel menelan ludahnya kasar. Sepertinya dia datang di saat yang tidak tepat. Tapi ada hal penting yang harus dia sampaikan pada Anthony. Dan semoga informasi ini tidak membuat nya kehilangan nyawanya. Karena dia tahu, jika tuannya di ganggu karena hal sepele, maka orang itu akan kehilangan nyawanya.


Daniel mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Anthony. Dan setelah nya dia memberikan berkas di tangannya.


"Apa kau yakin?" tanya Anthony


"Sangat yakin tuan."


Sylvia mencoba mendengar pembicaraan keduanya. Dia sangat penasaran. Tapi pembicaraan mereka tidak terdengar.


"Kita kesana sekarang!!" Anthony mendekati Sylvia dan mencium mesra bibir wanita itu. "Aku harus pergi. Ada hal penting yang harus aku urus."


"Apa itu?"


"Biasa, soal bisnis."


"Baiklah. Hati-hati !!!"


Anthony mengangguk dan kembali mencium Sylvia. "Kau juga berhati-hatilah!! Jika kau menemukan sesuatu yang mencurigakan, segera beritahu aku. Dan aku berpesan untuk tidak memberitahu siapapun termasuk temanmu yang dari kepolisian itu."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Aku tidak bisa mengatakan nya sekarang. Intinya, jangan percaya siapapun. Apa kau mengerti?"


Sylvia menganggukkan kepalanya. Dia tidak tahu maksud Anthony yang menyuruh nya untuk tidak memberitahu Damian. Tapi ada benarnya juga. Dia akan bergerak sendiri untuk masalah pembunuh keluarga nya.


__ADS_2