Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia
Episode 86


__ADS_3

''ck ck ck semalam begitu berani menyentuh sana sini,apa sekalian tidak menyentuh perut ku ini''ketus veron.


mata tara langsung berbinar dan langsung berbalik


''apa boleh??''tanya tara semangat.


''tidak boleh,ini perut sangat berharga,hanya istri ku yang boleh menyentuh nya''ketus veron lagi ia mengambil paper bag yang baru saja di antar jio.


tara langsung cemberut dan melipat tangan nya lalu tersenyum licik


''hehe''tara tersenyum.


tara jalan mengendap endap menuju veron yang akan masuk ruang ganti.


''hap''tara langsung memeluk veron dan memegangi perut indah veron.


veron terkekeh melihat tingkah tara ia terus menahan tawa nya.


tara memutar tubuh veron menghadap nya sedangkan ia berjongkok veron hanya menurut saja.tara menatap ke atas melihat wajah veron marah atau tidak,melihat wajah veron tidak senang tara tidak peduli.


''astaga kenapa ini begitu kenyal sekali,ini bukan seperti tulang ini benar kenyal hahaha''tara terus menyentuh perut itu.


tara menghitung kotak perut itu.


''kenapa bisa perut kak veron seperti ini?''ucap tara kecil tapi masih terdengar oleh veron.


tara membuka baju nya sedikit yang memperlihat kan perut kecil dan putih nya.


''puft...aku benar benar tidak tahan aku ingin tertawa''gumam veron melihat perut rata mulus dan putih itu.


''kenapa perut ku tidak seperti perut Kak veron''ucap nya lagi kecil tapi percuma tetap saja di dengar oleh veron.


''sudah selesai aku ingin memakai baju ku,apa kau mau aku terus menggunakan handuk seperti ini''ketus veron lagi.


''baik lah silah kan''ucap tara layak nya pelayan hotel.


''kau sudah banyak mengambil keuntungan dari ku,aku harus mengambil nya kembali''ucap veron tersenyum menyeringai.

__ADS_1


''bagaimana aku bisa mengembalikan nya heh''ucap tara tersenyum menang.


''dengan cara''veron memegang kepala tara dan mencium wajah tara setiap sudut tanpa meninggal kan sedikit inci pun.


veron tanpa henti terus mencium wajah tara.


''sudah impas''ucap veron bangga.


''ok kita impas''ketus tara dengan wajah yang sudah sangat merah dan panas.


''karna kau tidak marah,aku akan mencium mu lagi''ucap veron.


''stop''ucap tara menutupi wajah veron dengan jari jari nya dan langsung kabur keluar.


brak...tara menutup pintu kencang.


''ahahahahaha ''veron memegangi perut nya yang sakit karna tertawa.


....


''huh wajah ku sampai merah dan panas gini''ucap tara memegangi wajah nya.


....


''wah wah wah tidak ku sangka permainan mu begitu kotor sekali kak dania''ucap seseorang dari balik pintu yang tak lain adalah Qia.


''wah ada ibu tiri juga ternyata permainan kalian sungguh kotor sekali ibu tiri''ucap Qia tersenyum sinis.


''ngapain lho di sini''bentak dania.


''oh bukan kah ini perusahan ku apa kau buta tidak bisa membaca !!! baik lah akan ku beritahu nama perusahan ini adalah QIASA dan nama ku adalah Qia nama keluarga ku adalah SA jadi nama lengkap ku Qia SA,dan perusahan ini adalah milik ku perusahan QIASA ini adalah perusahan ku''tegas Qia dan tersenyum sinis.


''memang ini adalah perusahan mu lalu apa''ucap jesi.


''hahahahahaha ini memang perusahan mu tapi apa kau punya bukti,jelas jelas sertifikat perusahan ini diatas namakan DANIA SA jadi jangan harap bisa mengambil perusahan yang sudah jadi milik kami''ucap dania mencengkram dagu Qia dan tersenyum sinis.


''singkir kan tangan kotor mu ini''sinis Qia mencengkram pergelangan tangan dania dan menghempas kan nya,sampai membuat dania meringis kesakitan

__ADS_1


''berani nya kau''ucap jesi menaikan tangan nya untuk menampar wajah Qia tapi Qia dengan cepat menangkap nya dan menghempas kan nya.


''ck sayang sekali aku lebih pintar di banding kalian''ucap Qia tersenyum sinis menunjukan handphone nya yang sedang mereka suara.


mata jesi dan dania langsung melotot.


''puft...lihat lah wajah kalian yang ketakutan itu begitu lucu sekali,tapi tenang saja aku akan menghapus rekaman ini"ucap Qia dan mengahapus nya di depan mata jesi dan dania.


"karna apa?karna aku tidak butuh bukti murahan seperti ini"ucap Qia dan mengeluarkan berkas dari tas nya


"lihat"ucap Qia meletak kan sebuah sertifikat.


mata jesi dan dania lagi lagi melotot sempurna.


"puft...hahahahahahaha "mereka berdua langsung tertawa terbahak bahak.


"apa kau bisa mengelabui kami dengan sertifikat palsu mu ini"ucap jesi masih tertawa.


"ck sayang sekali ibu tiri dan kakak tiri ku ini begitu bodoh tidak bisa membedakan sertifikat asli dan palsu"sindir Qia.


"apa maksud mu"ucap jesi mulai tidak tenang.


"ia,sertifikat ini adalah yang asli dimana di sini tertulis di atas namakan Qia SA dan sertifikat yang ada pada kalian itu adalah yang palsu jika tidak percaya kalian bisa periksa ke pengacara kalian"jelas Qia singkat.


jesi ingin merampas sertifikat itu namun Qia dengan sigap memasuk kan nya ke dalam tas.


"jangan berharap bisa mengambil nya dari ku''ucap Qia.


"kalian pikir aku tidak tau perusahan ini sedang di ambang kebangkrutan karna perusahan Z.A.V menarik saham nya bukan dan kalian mendekati varon karna sebuah rencana yang besar juga ia kan,ck tapi sayang aku ingin mengambil kembali perusahan keluarga ku dan kalian tolong tinggal kan segera perusahan ku''ucap Qia dan duduk di bangku direktur yang memang adalah milik nya.


''apa yang kau lakukan cepat bangkit''teriak dania menarik tangan Qia.


''ck sudah ku katakan jangan pernah kotori tangan ku dengan tangan mu ini''sinis Qia menepis tangan dania.


''tidak mungkin,ini tidak mungkin dada ku sakit sekali''ucap jesi memgangi dada nya dan langsung pingsan.


''mama bangun hiks!!!! kalau sampai mama ku kenapa napa''

__ADS_1


''ck jangan bermain drama di depan ku''ketus Qia


__ADS_2