Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia
Informasi Yang Di Sembunyikan


__ADS_3

Sylvia mengambil ponselnya dan membaca laporan tentang kematian kedua orangtuanya. Hampir sama dengan laporan di kepolisian tapi ada yang berbeda dengan laporan yang di buat FBI.


Disitu tertulis jika pelaku adalah sekelompok mafia yang menaruh dendam dengan Abraham Louis yang saat itu menjabat sebagai kapten di kepolisian. Hanya saja tidak di sebutkan nama anggota mafia yang sudah menghabisi ayah Sylvia.


"Kau mendapatkan informasi penting dari data yang kau curi dari FBI?" tanya Anthony


"Yah.. Mereka menyembunyikan informasi yang mereka dapatkan jika pelaku adalah kelompok mafia. Tapi sayangnya tidak di sebutkan dia dari mafia mana." seru Sylvia.


"Apa kau tahu jika John Anderson dulu adalah rekan satu tim dengan ayahmu?"


Sylvia menatap Anthony dengan kening yang mengkerut. "Rekan satu tim?"


"Yeah. Setidaknya itu informasi yang Daniel dapatkan. John adalah teman ayahmu. Dan mereka sempat berseteru. Dan setelah Ayahmu meninggal, John bergabung dengan FBI dan menjadi pejabat tinggi di sana." terang Anthony


Sylvia terdiam. Dia teringat ucapan John saat bilang jika dia seperti pernah melihat Sylvia. Bahkan John merasa jika Sylvia mengingatkan nya dengan Abraham. Itu artinya John memang mengenal Abraham, bukan.


"Anak buahku mendapatkan informasi jika Kehl melakukan transaksi terlarang di bar. Dia bertemu dengan Peter. Tapi keesokan harinya Peter di temukan tewas. Aku bisa menebak jika itu adalah perbuatan Kehl." seru Anthony


"Kenapa dia membunuhnya?"


"Bisnis sayang. Kehl memang biasa menggunakan trik licik untuk mendapatkan keuntungan. Dan apa kau tahu, setelah pertemuannya dengan Peter, Kehl bertemu dengan seseorang." Anthony kembali menunjukkan rekaman yang anak buahnya dapatkan.


"Apa kau mengenalnya?" tanya Anthony

__ADS_1


Sylvia menyipitkan matanya mencoba mengenali orang yang bertemu dengan Kehl. Mereka tidak melakukan transaksi apapun, itu artinya mereka hanya saling menukar informasi.


"Bagaimana?" tanya Anthony


Sylvia terdiam sesaat. Kemudian dia berkata jika dia tidak mengenal orang itu.


"Kau yakin?" tanya Anthony


"Kau tidak percaya padaku?"


"Bukan begitu sayang. Aku hanya mengira kau mengenali orang itu karena aku merasa dia mirip seseorang."


Sylvia memilih untuk diam. Dia kembali membaca laporan kematian orang tuanya yang tersimpan di ponselnya.


"Bukankah jika seperti ini sudah jelas." Anthony menatap Sylvia dan berkata, "Kehl menemui seseorang untuk bertukar informasi. Dan ternyata dia mempunyai hubungan baik dengan FBI. John dulu adalah rekan ayahmu. Bahkan mereka secara terang-terangan membahas tentang ayahmu."


"Tidak, masih ada satu orang lagi. Tuan D." batin Sylvia


Tapi melihat informasi dan video yang Anthony dapatkan, membuatnya curiga jika pria itu adalah Tuan D.


Ya, Anthony menunjukkan seorang pria yang mencurigakan berkumpul dengan orang-orang berpakaian rapi di acara pesta. Dan Tuan Kehl salah satu dari tamu acara tersebut. Di sana terekam salah satu anak buah nya mempunyai tato di lengannya.


Walaupun tidak begitu jelas karena terhalang bajunya, tapi saat di perbesar, terlihat tato kepala Ular di lengan pria itu. Mereka yakin jika itu adalah tato Nil snake yang mereka cari.

__ADS_1


"Aku sudah meminta Daniel untuk mengawasi pria ini. Tapi sampai sekarang belum ada kabar darinya." seru Anthony


"Kenapa kau begitu gegabah? Bagaimana jika Daniel tertangkap?"


Anthony menaikkan kedua alisnya, "Apa kau baru saja mengkhawatirkan nya?"


"Kita tidak tahu seperti apa lawan kita. Bagaimana jika Daniel tertangkap dan di habisi oleh mereka." seru Sylvia


Anthony tertawa keras. Dia merasa Sylvia belum begitu mengenalnya. "Apa kau tahu, Daniel adalah orang kepercayaanku yang paling hebat. Dia bisa melawan musuh sebanyak apapun. Dan jika dia berada di situasi terdesak, dia bisa dengan mudah melarikan diri. Jadi kau tidak perlu khawatir." seru Anthony


"Yang harus kau khawatirkan adalah dirimu, dan juga rekan-rekan mu." lanjut Anthony


Deg


"Apa maksud mu?"


Drt drt drt


Sylvia melirik ponselnya yang bergetar. Dia melihat nama kontak yang tertera di sana. "Axel?" Sylvia mengangkat sambungan telepon tersebut dan menempelkan ponsel di telinganya. "Halo Axe, ada apa?"


"To_tolong.....


Dor

__ADS_1


Deg


"Axe!! Halo.. Axel!!!" teriak Sylvia


__ADS_2