
Setelah melihat Sylvia terlelap, Anthony melepas pelukannya dan turun perlahan dari tempat tidur. Dia menatap Sylvia dan tersenyum. "Mimpi indah baby." Anthony mengecup singkat bibir Sylvia dan keluar dari kamar tersebut.
Sylvia membuka matanya saat mendengar suara pintu tertutup. Dia bangun dan mengikuti Anthony. Ini sudah sangat malam. Jadi sangat aneh jika tiba-tiba Anthony keluar. Dia yakin jika Anthony akan pergi ke suatu tempat untuk melakukan transaksi ilegal nya.
Jika itu benar, maka ini adalah kesempatan bagus untuknya. Dia akan mengikutinya dan mengambil foto sebagai bukti kejahatan Anthony. Ide yang bagus bukan?
Tapi apa Sylvia benar-benar akan melaporkan suaminya itu pada FBI? Jawabannya, tentu saja tidak. Dia hanya merasa tertantang saat Anthony mengatakan jika dia harus profesional jika ingin mengumpulkan bukti untuk menangkapnya.
Anggap saja ini sebagai latihan. Dia ingin tahu sejauh mana pertahanan keamanan dari seorang Anthony. Apa dia hanya mengandalkan penjagaan dari anak buahnya atau akan ada kejutan yang akan dia ketahui nantinya.
Sylvia mengendap-endap dan melihat Anthony yang berbicara dengan Daniel. Entah apa yang mereka bicarakan, Sylvia tidak dapat mendengarnya dengan jelas. Tapi dia semakin yakin jika mereka akan pergi. Apalagi Anthony tiba-tiba memakai mantelnya.
"Apa semuanya sudah siap?" tanya Anthony
"Sudah tuan." jawab Daniel
"Good. Kita berangkat sekarang." Anthony tersenyum menyeringai dan bersiap untuk pergi.
Melihat hal itu, Sylvia bergegas mengikutinya. Sial!! Bagaimana caranya dia mengikuti Anthony? Dia tidak mungkin membawa kendaraan sendiri untuk mengikutinya. Itu akan membuatnya ketahuan. Sepertinya dia harus mencari cara agar bisa mengikuti Anthony.
"Ah.. Bagasi." Sylvia mengendap-endap saat mereka fokus dengan berkas yang entah apa isinya. Dia masuk ke bagasi mobil Anthony pelan tanpa menimbulkan suara.
__ADS_1
"Oke, sepertinya semua sudah siap. Target sudah masuk dalam perangkap. Sekarang saatnya kita menangkapnya. Berhati-hatilah kalian." seru Anthony
"Baik Tuan." seru anak buahnya serempak
Anthony masuk ke dalam mobilnya. Dia menatap sesuatu dari kaca spion dan menyeringai. "Dasar kucing nakal." Anthony menghidupkan mesin mobil dan tancap gas.
Sementara di dalam bagasi, Sylvia merasa jika mereka sudah berjalan cukup jauh. Dan sepertinya mereka memasuki sebuah daerah yang terpencil. Dia bisa merasakan jalan yang mereka lewati sangat terjal.
"Sebenarnya Anthony mau kemana?" batin Sylvia
Setelah melakukan perjalanan cukup jauh, Akhirnya mobil tersebut berhenti.
"Gila!! Di mana ini sebenarnya?" Sylvia keluar perlahan dari bagasi dan bersembunyi di belakang mobil. Dia melihat keadaan sekitar dan tidak ada apa-apa disana. Sangat sepi. Sial!!! Apa dia tertinggal? Dimana Anthony?
Sylvia melihat kesana kemarin dan tidak ada siapa-siapa di sana. Sepertinya Anthony juga pergi entah kemana.
"Aish.. Kenapa jadi seperti ini? Apa lokasi transaksi yang mereka lakukan ada di sekitar sini? Tapi yang aku lihat hanya hutan belantara saja. Dan dimana Anthony sekarang?"
Dengan terpaksa, Sylvia mencari Anthony mengikuti naluri nya saja. Dia berjalan dengan hati-hati karena Hutan yang gelap membuatnya tidak bisa melihat apapun.
Tapi saat dia sampai di tanah yang lapang, tiba-tiba satu persatu lampu menyala membentuk sebuah jalan dengan ujung berbentuk hati yang besar. Dan jangan lupakan pria yang dia cari berdiri disana dengan seikat bunga di tangannya.
__ADS_1
"A_anthony?" lirih Sylvia
Anthony mendekati Sylvia dan berdiri tepat di depannya. Dia memberikan bunga tersebut pada Sylvia dan mengajaknya ke tengah-tengah lampu berbentuk hati.
"Aku tahu kau pasti akan mengikuti ku. Untuk itu daripada membawamu ke tempat kotor itu, lebih baik aku mengajakmu kemari." seru Anthony
"Aku tahu kau tidak akan terkesan dengan apa yang aku lakukan sekarang. Tapi jika aku menghadiahkanmu sebuah senjata keluaran terbaru, kau pasti akan kegirangan." kekeh Anthony yang di sambut senyuman sylvia.
"Aku hanya ingin membuat mu senang. Yang aku tahu wanita sangat menyukai kejutan semacam ini. Konyol menurutku karena tidak semua wanita menyukainya termasuk dirimu. "
"Tapi aku ingin malam ini kita menjadi sosok yang berbeda. Aku ingin kita menjadi orang biasa tanpa beban hidup." Anthony menggenggam kedua tangan Sylvia dan kembali berkata, "Aku mencintaimu, Sylvia."
"I know. But my answer is still the same." balas Sylvia
"I understand. I'll be patiently waiting."
"Malam ini kita akan menikmati bersama malam tanpa beban apapun." lanjut Anthony yang di jawab anggukan oleh Sylvia.
Anthony menarik Sylvia ke meja yang sudah tertata rapi makanan di sana.
Kini Sylvia tahu kenapa Anthony marah melihatnya makan malam dengan Damian. Itu karena dia sudah menyiapkan kejutan ini untuk nya.
__ADS_1