
tara membuang badan nya ke kasur.
''aaaa ternyata kak veron orang nya ******** suka main sama cewek cewek pakek ngundang ke apertemn nya segala''tara memukul mukul boneka nya.
tiba tiba tara terdiam dan menatap langit langit kamar nya.
''apa aku harus membuang perasaan ini,seperti kata papa kalau tidak bisa lagi lebih baik merelakan saja agar tidak terlalu sakit''ucap tara tak terasa air mata nya membasahi pipi nya.
"apa aku sudah sangat mencintai kak veron''gumam tara hati nya terasa sakit.
''apa mereka akan kembali bersama lagi''gumam tara sedih.
....
''hiks hiks hiks''lia menangis dan masuk ke dalam mobil nya ia merasa sesak.
''setidak nya aku telah membri tahu kebenaran nya''gumam lia melajukan mobil nya meninggal kan apertemen veron.
....
''Tio!!!!!''teriak varon karna tidak melihat tio berada di kamar nya.
''mana tu anak''gumam nya tiba tiba mata nya tertuju pada sebuah bingkai foto yang kecil.
''bukan kah itu yang kemari di pandangi tu anak''gumam varon mendekati bingaki yang di balikan itu.
''gue juga penasaran sama wajah wanita yang di gilai tu anak''gumam varon mengambil bingkai itu.
''ngapian lho di kamar gue''ucap Tio keluar dari kamar mandi.
varon yang terkejut tanpa sengaja ia menjatuh kan foto yang ada di tangan nya.
melihat bingaki foto wanita yang sangat ia cintai pecah membuat Tio melotot.
melihat Tio melotot dengan wajah yang sudah memerah memandangi foto yang sudah pecah berantakan,dengan cepat varon langsung berlari takut kena amukan Tio.
''varooooon''teriak Tio setelah sadar kalau varon telah keluar.
''gadis ku''ucap Tio memungut pecahan kaca itu dan mengambil kertas foto itu sambil bersungut sungut dalam hati memaki maki varon.
''lihat saja nanti kau''gumam Tio.
....
''mau kamana Tio''tanya emelli melihat Tio keluar dengan buru buru.
__ADS_1
''ini tante ada urusan mendadak dengan klien''jawab Tio.
''ya udah hati hati ya''ucap emelli dan di anggukan oleh Tio.
varon keluar dari lift membawa sebuah dokumen.
''veron dokumen apa itu''tanya emelli yang duduk menonton tv.
''ini ma varon mau mengundur kan diri dari dunia selebriti''ucap varon cengengesan sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
''what!!!!''mendengar itu emelli begitu terkejut.
''ia ma aku mau menerima tawaran papa mengurus perusahan nya,karna papa harus nya sudah istirahat di rumah dan kami sebagai anak yang mengurua semua nya''jelas varon duduk di samping mama nya.
''benar kah nak''ucap emelli bahagia dan langsung memeluk putra nya itu.
''baik lah,varon pergi dulu ya ma''
....
''presedir Tio kenapa anda ada di sini"tanya seketaris melihat tuan nya datang.
"tidak ada hanya bosan saja di rumah"ucap tio santai melewati seketaris nya itu.
"itu tuan direktur dari perusahan QIASA sedang meeting dengan menejer keungan"jelas seketaris dion malas karna presedir nya itu sangat spele dengan perusahan dan sangat malas mengurus perusahan dari dulu hanya ingin hura hura saja.
"oh"ucap nya singkat dan berjalan kembali kerungan nya dengan gaya berjalan yang cool.
tapi sebelum itu ruangan meeting itu terbuka seorang wanita yang cantik dengan lesung pipi yang menambah kecantikan nya tersenyum pada seketaris dion yang juga tersenyum pada nya.
"tuan"ucap dion agar menoleh ke arah direktur QIASA.
"direktur QIA ini adalah presedir kami"ucap dion,tio menoleh ke arah wanita yang di sebut dion Qia.
ia sangat terkejut melihat wanita itu,mata nya tidak berhenti melihat wanita yang ada di depan nya.
"Qia"ucap nya langsung tersenyum.
"halo presedir"ucap Qia mengulur kan tangan nya untuk menjabat tangan presedir tamapan itu.
bukan nya di jabat tio malah langsung memeluk Qia dengan erat,melihat tuan nya seperti itu dion hanya memukul kening nya.
"tuan saya tidak bisa bernafas"lirih Qia,mendengar itu Tio langsung melepas kan nya.
"maaf aku terlalu senang melihat mu Qia"ucap tio.
__ADS_1
"saya sangat tersanjung tuan senang melihat saya"ucap Qia memaksakan senyum nya melihat tingkah pria itu.
"boleh kah kita makan malam"tanya Tio bertanya sperti bocah.
"ehem tuan"sinis dion merasa kalau tingakh tuan nya membuat malu.
"ah ia baik lah,aku sebagi presedir mengundang mu makan malam nanti tidak ada kata penolakan"ucap Tio tiba tiba dingin dan berjalan meninggal kan Qia yang kebingungan dengan sifat presedir itu yang dengan cepat berubah.
....
"Qia mau kemana nak"tanya papa melihat putri nya keluar dari kamar sudah siap siap.
"Qia ada janji sama klien Qia pa malam ini"jawab Qia seada nya.
"kenapa harus malam"tanya sang papa mengerur kan kening nya.
"entah lah pa,ya sudah tara pergi dlu ya pa takut klien Qia nunggu lama"jawan Qia dan pamit pada papa nya.
"baik lah jaga dirimu ya nak"ucap sang papa.
....
"maaf tuan saya lama"
"karna jalan macet"ucap Qia tersengal sengal.
"tidak apa apa duduk lah dulu"ucap Tio senang melihat Qia datang.
"terima kasih tuan"ucap Qia lega.
"jangan panggil aku tuan,kau ingat saat kita bertemu di rumah sakit itu"tanya tio.
"oh jadi itu tuan"ucap Qia tersenyum kikuk.
"benar,dulu saat pertama kali bertemu dengan mu di sma pada saat itu aku langsung suka pada pandang pertama pada mu,tapi kau jangan salah paham dulu,jangan berfikir kalau aku ini pria playboy"ucap tio takut Qia jijik pada nya.
Qia ingin terkekeh melihat wajah takut tio yang masih terlihat tampan,tapi ia tidak ingin menertawakan klien nya itu.
"tidak apa tuan,itu hal yang biasa"ucap Qia.
"hmmm jika kau ingin tertawa tertawa lah"ucap tio cemberut melihat Qia menahan tawa.
"kenapa dia terlihat imut padahal sudah gedek ingin sekali aku mencubit nya"gumam Qia gemes
__ADS_1