Terpaksa Menikahi Kakak Angkat

Terpaksa Menikahi Kakak Angkat
TMKA. Dua Muka


__ADS_3

Bab. 100


"Kenapa nggak bilang kalau mau pulang? Hmm? Kenapa juga nggak pernah balas ketika aku kirim chat, bahkan ketika aku telpon pun juga nggak kamu angkat. Bisa jelasin Queenara Rayyansyah?" cecar Ryu dengan menatap intens ke arah Ara, seolah pria itu benar-benar meluapkan isi hatinya selama ini.


Berbanding terbalik dengan Ryu yang menampilkan wajah seriusnya, Ara justru sedari tadi tidak bisa menahan bibirnya agar tidak tersenyum. Memangku dagu dan menatap begitu dekat wajah suaminya dengan mata melengkung.


"Kamu makin tampan banget deh, Mas," ujar Ara mengabaikan pertanyaan Ryu dan mengubah panggilannya. Tangannya tergerak untuk membelai lembut garis rahang Ryu yang mulai ditumbuhi bulu halus di sana. "Aku nggak suka ada bulunya. Aku suka yang bersih." imbuhnya lagi ketika memperhatikan rahang Ryu.


Ryu terdiam, tidak bisa berkata-kata lagi. Kalimat protes yang ingin ia layangkan pun lenyap begitu saja. Mengerjap pelan lalu membuang muka ke samping serta mengusap ujung hidungnya sendiri untuk menutupi senyuman tipis yang terbit di bibirnya.


Ya. Pria itu tersipu hanya karena Ara memanggilnya dengan sebutan Mas. Entah kenapa jika istrinya yang memanggil seperti itu, terdengar berbeda sekali di telinganya. Membuat bibirnya tidak berhenti mengembangkan sebuah senyuman.


"Pulang sekarang yuk, Yaang!" ajak Ryu maju ke depan lalu mengecup singkat bibir Ara. Gemas sekaligus sudah tidak tahan melihat wanita ini yang semakin pintar menggoda dirinya.


Mata Ara menyipit, menangkap sesuatu terselubung di tatapan mata Ryu saat ini.

__ADS_1


Ara menegapkan duduknya, lalu menggelengkan kepala.


"Nggak mau. Nanti aja, Kak. Masih pingin nongkrong di sini. Udah lama juga kan kita nggak nongkrong bareng-bareng kayak gini. Ya nggak, Kak Ro?" tanya Ara menatap Hiro yang duduk di sebelah kirinya. Sedangkan sebelah kanan itu Ryu, lalu di depannya ada Citra.


Hiro melirik dengan tatapan sinis. "Ck! Masih ingat juga lo Dek, kalau ada kita di sini!" sindir Hiro sangat kesal.


Mereka berdua memang tidak tahu tempat. Bermesraan di tempat umum sih tidak masalah. Toh sudah halal juga. Tetapi kalau di meja yang sama itu masih ada teman dan jomblo, ini agak lain memang.


"Harusnya tuh ditahan dulu, kalau mau anu. Atau paling nggak langsung pulang sana, Ra. Daripada yang jomblo begini cuma bisa gigit sedotan," timpal Citra yang juga kesal sendiri. "Tau begini tadi gue langsung pulang saja."


"Jangan salahin aku dong! Kan Kak Ryu yang nyium, bukan aku!" protesnya tidak terima. Karena suaminya yang berbuat, tetapi malah dirinya yang terkena sindiran dari dua orang di dekatnya.


Ryu yang menjadi pelaku utama pun meringis sambil mengusap pahanya yang terasa panas karena cubitan Ara barusan.


"Yaang, sakit loh!" rengeknya dengan nada manja.

__ADS_1


Membuat Hiro benar-benar muak melihat ekspresi sepupunya yang menjijikkan menurutnya. Lalu melempar snack ke arah Ryu.


Ryu bergelanyut manja di lengan Ara dan menempelkan dagunya di bahu sang istri.


"Yaang ... Hiro nakal sama aku," adunya seperti anak kecil. Tidak hanya sampai di situ saja, Ryu juga mendusel duselkan wajahnya di bahu Ara.


Kesabaran Hiro terkikis habis sudah melihat kelakuan Ryu yang sangat berbeda pada saat meninjau kinerja di lapangan tadi. Tidak tahan, akhirnya pria itu beranjak dari tempatnya.


"Astagaaahh ... gue bakalan ke Oma Dilla, biar lo dicoret sebagai Tuan Muda Pertama setelah ini. Jijik banget kelakuan lo!" omel Hiro yang kemudian memilih pergi dari sana, daripada harus menyaksikan sepupunya yang bersikap memalukan. Seolah bukan Ryuga Antonio Rayyansyah yang selama ini dikenal dingin dan sadis oleh karyawannya.


"Aduin saja. Oma Dilla bakalan lebih dukung gue. Yang ada malah bakalan dijodohin sama cewek pilihan Oma Dilla, kalau sampai lo ke sana!" balas Ryu terdengar seperti sebuah peringatan di telinga Hiro.


Membuat Hiro menghentikan langkah kakinya, lalu menoleh ke belakang dan menunjukkan jari tengahnya yang dia arahkan pada Ryu.


"Fvck!"

__ADS_1


......Udah bab 100 nih. Tamatin nggak? terus rilis ceritanya Hiro. hehe......


__ADS_2