Terpaksa Menikahi Kakak Angkat

Terpaksa Menikahi Kakak Angkat
TMKA. Kamu Istriku


__ADS_3

Bab. 60


Kesal yang teramat sangat dalam dan menumpuk begitu tinggi di benak Ara terhadap pria yang saat ini masih menjerat tubuhnya, seolah tidak berniat melepas dirinya sedikit pun, pada akhirnya Ara melampiaskan rasa marah, kesal, kecewa, dan juga gemasnya kepada Ryu.


Ara mencubit menarik Ryu hingga pria itu menjauhkan wajahnya dengan berpaling ke samping dan menahan tangan Ara.


"Muluuuuuutttt ...! Ini milik orang bukan, sih!" kesal Ara sampai menipiskan bibirnya. "Kalau ngomong kagak ditelaah dan dicerna dulu baru di keluarkan dulu. Asal nyeplos aja!" imbuh Ara yang kemudian tangannya dikunci oleh Ryu.


Ryu yang berhasil mengunci tangan Ara, agar tidak sembarangan menarik mulutnya lagi. Di mana rasanya begitu panas dan juga sakit.


"Jangan dirusak, Ra. Ntar nggak bisa—"

__ADS_1


"Nggak bisa apa? Hah!" potong Ara dengan delikan mata ke arah Ryu.


Ryu tersenyum sembari menatap penuh arti. Lalu tatapan matanya itu mengarah ke bibir Ara. Perlahan, pria itu pun mendekatkan mulutnya dengan mulut Ara.


Ara yang mulai hapal dengan apa yang akan dilakukan oleh Ryu, cepat-cepat gadis itu menginjak kaki Ryu dengan sangat kencang. Hingga pasa akhirnya tindakan Ara barusan membuahkan hasil. Yakni Ryu secara spontan dan refleks melepas pelukannya dari tubuh Ara. Membuat gadis itu langsung menjauh dari pria yang menurutnya sangat berbahaya sekali.


"Argh ...!" desis Ryu yang kesakitan. Kebetulan ia melepas sepatu kerjanya dan memakai sandal jepit. Sehingga injakan Ara terasa begitu jelas. "Sakit, Ra," ucap pria itu menatap Ara yang menjauh dari nya.


"Biarin!" sahut Ara ketus. "Biar sadar itu mulut. Kalau ngomong biar nggak seenaknya sendiri!" imbuhnya lagi.


Walau di awal ada sedikit rasa terpaksa, namun Ryu memilih untuk mempertahankan pernikahan yang di atur oleh mamanya. Juga tidak rela jika Ara bersama pria lain, setelah Ryu tahu gadis itu besarnya seperti apa sekarang. Lebih lagi setelah melihat kepolosan dari sikap dan juga rasa gadis itu sendiri. Semakin membuat Ryu yakin, bahwa ia tidak hanya mempertahankan pernikahannya. Namun juga mempertahankan gadis yang sengaja ia buat kesal dengan tingkahnya. Karena dengan cara seperti inilah, Ara bisa melihat dirinya dari segi seorang pria dewasa. Bukan sekedar sebagai kakak angkatnya saja.

__ADS_1


"Udah deh, Kak. Jangan ngelantur lagi ngomongnya. Udah dibilang aku ini punya suami sekarang. Terserah Kak Ryu mau anggap aku adik atau bukan. Tapi bertahanlah beberapa minggu lagi dengan keberadaanku di rumah. Karena setelah ujian selesai, aku akan suruh suamiku jemput aku. Dan Kak Ryu nggak perlu khawatir lagi kalau Mama dan Papa membagi kasih sayangnya lagi. Pada saat itu hanya Tuan Muda


Pertama saja yang mendapatkannya," ujar Ara sembari membuka pintu ruang rawat yang ia tempati seharian ini.


Ryu langsung mengejar, namun sudah terlambat. Gadis itu berjalan lebih dulu dan menuju lift. Berhenti di depan sana, karena harus menunggu lift yang mungkin masih digunakan oleh orang lain.


"Dengerin penjelasan ku dulu, Ra," pinta Ryu. Akan tetapi Ara melengos, tidak mau melihat ke arah Ryu lagi.


"Kak Ryu tenang aja. Akan aku usahain kita nggak bakalan ketemu kok ke depannya, meski tinggal di rumah yang sama," ucap Ara begitu yakin dengan apa yang barusan keluar dari mulutnya.


Bersamaan dengan itu, pintu lift terbuka. Otomatis Ara masuk dan tentunya di ikuti oleh Ryu yang langsung berdiri di depan Ara. Sedikit menyudutkan gadis itu ke dinding lift, karena ada beberapa orang yang juga masuk ke dalam lift yang sama. Takut kalau Ara tersenggol oleh mereka.

__ADS_1


Di kesempatan yang datang, tentu saja Ryu memanfaatkan dengan sangat tepat.


"Tapi aku mau tetap melihatmu. Bukan sebagai adik," ucap Ryu begitu dekat di terlihat Ara. Membuat Ara menatapnya tajam. "Karena kamu istriku."


__ADS_2