Terpaksa Menikahi Kakak Angkat

Terpaksa Menikahi Kakak Angkat
TMKA. Drama Mama Yuan


__ADS_3

Bab. 37


"Ck! Papa sendiri aja nggak bisa nahan. Sok banget ingetin Ryu," sindir Ryu membuat papa Rio terkekeh.


"Makanan enak nggak boleh dianggurin," sahut papa Rio dengan tawa masih keluar dari pria paruh baya itu. "Kalau memang nggak tahan, make pengaman aja. Tapi jangan kamu, nggak kerasa nanti rasanya," ucap papa Rio yang malah semakin dalam pembahasannya.


Membuat Ryu berdiri dari tempatnya, karena jika ia teruskan untuk berada di sini, papanya ini semakin menjadi. Di tambah lagi sebelum kedatangan mamanya yang tanpa bisa menyaring setiap kata yang terucap dari mulut ajaib sang mama.


"Udah, kan? Ryu ke kamar dulu. Capek," pamit Ryu segera mengalihkan pembahasan mereka.


Melihat Ryu yang malu-malu seperti itu, padahal usia putranya sudah lebih dari cukup untuk membahas hal yang aku anu. Rupanya, adiknya itu sangat ketat mendidik Ryu dan iparnya itu tidak menyesatkan Ryu seperti dia. Batin papa Rio.

__ADS_1


Niat hati ingin menuju ke kamarnya dan beristirahat cepat malam ini, Ryu harus rela mengurungkan niatnya tersebut di kala pintu ruang kerja papa nya itu terbuka dari arah luar sebelum tangannya menyentuh handle pintu.


"Mau ke mana, Sayang?" tanya mama Yuan dengan wajah penasaran. "Baru aja Mama mau manggil kalian dan makan malam bersama," ujarnya lagi.


"Ryu mau istirahat dulu, Ma. Capek," jawab Ryu yang memang lelah.


Namun, pria itu lupa jika di hadapannya ini merupakan mahkluk Tuhan yang berkuasa di rumahnya. Tentu saja mama Yuan tidak akan membiarkan Ryu lolos begitu saja.


"Nggak boleh!" cegah mama Yuan dengan tatapan tajam nya. "Mama sudah masak dari sore, kamu malah bilang mau tidur? Udah nggak suka sama masakan Mama? Hmmm?"


"Udah nggak kangen sama Mama?" cecar mama Yuan lagi yang masih tidak melepaskan Ryu begitu saja. "Padahal Mama udah masak banyak. Masak makanan kesukaan kamu. Mama yang masak sendiri untuk putra tercinta Mama. Tapi kamu malah menolak masakan Mama," ucap mama Yuan dengan wajah sedihnya dan nadanya yang dibuat mendramatisir sesuai keadaan. Membuat Ryu memutar bola matanya.

__ADS_1


Sedangkan papa Rio segera mendekat dan merangkul bahu mama Yuan. Sebelum namanya juga terseret setelah ini dan menyalahkan dirinya karena sifat Ryu yang dingin sama persis dengan papa Rio di masa muda.


"Mungkin maksud Ryu mau ganti baju dulu, Sayang. Kamu lihat, kan? Dia masih make jaket," sela papa Rio mencoba untuk menenangkan istrinya.


Sementara itu kakinya menginjak dengan begitu mantap kaki Ryu yang tidak jauh dari posisinya. Sampai-sampai putranya itu mendesis, menahan rasa sakit karena papanya tidak tanggung tanggung mengeluarkan tenaga.


"Beneran, Sayang?" tanya mama Yuan dengan wajah yang langsung berubah senang.


'Ck! Cepat sekali perubahan sikapnya.' kesal Ryu di dalam hati.


Jika sudah berada di antara mereka berdua, Ryu harus terbiasa dengan drama yang dimainkan oleh keduanya. Bahkan mereka juga tidak segan-segan bersikap begitu romantis di hadapannya.

__ADS_1


Dengan helaan napas berat, akhirnya Ryu mengangguk dan menjawabnya dengan nada pasrah.


"Iya," jawab Ryu yang kemudian melangkah keluar dan menuju ke kamarnya yang berada di ujung lorong. Tepat di sebelah ruang kerja papanya. Karena Ryu suka dengan suasana yang tenang.


__ADS_2