Terpaksa Menikahi Kakak Angkat

Terpaksa Menikahi Kakak Angkat
TMKA. Awal Mula


__ADS_3

Bab. 33


Flashback On.


Dua belas tahun yang lalu.


Suasana malam terasa begitu dingin, karena hujan deras yang mengguyur kota Jakarta sedari sore belum mereda juga. Membuat seorang perempuan yang berada di dalam taxi dengan anak kecil di sampingnya, celingukan menatap ke arah luar. Seolah tengah mencari keberadaan rumah seseorang yang sangat dia kenali. Karena mereka sempat bertemu beberapa kali dan berbincang santai, sebelum sebuah kejadian yang membuat hubungan di antara dirinya dengan seseorang itu merenggang. Walau pun itu bukan tentang mereka berdua.


"Yang sebelah mana rumahnya, Nona?" tanya sopir taxi kepada penumpangnya tersebut. Karena hampir setengah jam mereka hanya berkeliling di perumahan elit ini tanpa tahu dengan begitu jelas tujuan penumpangnya tersebut.


Wanita yang terlihat menahan rasa sakit dan bahkan bibirnya saja terlihat mulai pucat. Juga bingung mau menjawab apa. Karena memang ia lupa nomor berapa rumah orang yang akan ia mintai tolong.

__ADS_1


"Sebentar, Pak. Saya ingat-ingat lagi," jawab wanita itu kemudian.


Sementara itu seorang gadis kecil yang duduk di sampingnya, menatap mamanya dengan wajah bingung juga kasihan. Seolah gadis kecil itu tahu apa yang dirasakan oleh mamanya sekarang ini.


"Mami kenapa? Sakit?" tanya gadis itu dengan wajah polos serta kedinginan.


Wanita yang dipanggil dengan sebutan mami oleh gadis kecil itu, lantas menoleh dan tersenyum ke arahnya.


Ara kecil mengangguk. Meskipun tidak paham apa yang dimaksud oleh mamanya, namun gadis itu menurut sama. Karena tidak mau membuat mami nya menangis lagi.


"Iya, Mami. Asalkan Mami enggak dipukulin lagi sama orang jahat itu," jawab Ara kecil. Membuat wanita yang bernama Tusha tersebut memejamkan matanya.

__ADS_1


Ia tidak menyesal karena memilih untuk mempertahankan kandungannya di usianya yang terbilang tidak muda lagi. Karena Tusha merasa lelah, hidup dengan cara yang begitu salah. Semenjak kesalahan yang pernah ia buat di masa mudanya, Tusha harus mengalami hidup yang sangat sulit. Bahkan mamanya sampai tidak mau mengakui dirinya lagi. Oleh karena itu Tusha semakin terjerumus ke jalan yang salah.


Tentu saja Tusha tidak mau Ara bernasib sama seperti dirinya. Salah dalam pergaulan serta terlena oleh kenikmatan sesaat yang malah menyesatkan dirinya dan berakhir dengan kehilangan semuanya. Hanya Ara lah yang saat ini Tusha punya. Akan tetapi wanita itu tidak mau membuat Ara berada dan tumbuh di lingkup yang mengerikan ini.


"Iya, Sayang. Ara tenang saja, Mami bakalan bahagia jika Ara nanti mau menurut sama temannya Mami. Nggak boleh nakal, oke?" ujar Tusha lagi.


Ara mengangguk dengan tersenyum polos ke arah mamanya. Membuat Tusha merasa tenang. Ia sangat beruntung dikaruniai anak yang begitu penurut dan tidak banyak menuntut dirinya.


Hingga kemudian Tusha melihat cat rumah yang berbeda sendiri dengan warna rumah lainnya. Bahkan modelnya pun juga sangat unik.


"Pak, berhenti, Pak!" ucap Tusha ketika taxi yang ditumpanginya berada di depan rumah yang ia ingat milik seseorang yang dia kenal.

__ADS_1


"Di sini, Nona?" tanya sopir itu mencoba untuk memastikan.


__ADS_2