Terpaksa Menikahi Kakak Angkat

Terpaksa Menikahi Kakak Angkat
TMKA. Kesabaran Yang Terkikis


__ADS_3

Bab. 61


Walau terkejut, Ara sudah terbiasa dengan kejahilan kakak angkatnya ini. Sehingga gadis itu bersikap begitu santai meski Ryu mengatakan jika dirinya adalah istri dari pria tersebut.


"Terserah mau kamu bilang apa, Kak. Aku capek. Pingin pulang," ucap Ara benar-benar di luar dugaan Ryu. Karena ia pikir gadis di yang sengaja ia Kuring di dinding lift sekarang ini akan bersikap begitu heboh. Seperti yang sudah-sudah. Akan tetapi respon Ara sekarang ini sangat berbeda.


Gagal sudah membuat gadis itu kesal dan heboh. Padahal Ryu ingin memanfaatkan kehebohan Ara nanti untuk mempublikasikan status mereka yang sebenarnya. Di tambah lagi rumah sakit ini berada dalam lingkup perusahaan papanya. Akan sangat cepat menyebar nya jika saja tadi Ara membuat gaduh. Dan juga secara tidak langsung Ryu ingin memberitahukan kepada publik kalau Ara miliknya, istrinya. Bukan lagi adik yang di adopsi oleh keluarga Rayyansyah beberapa puluh tahun yang lalu.


Tidak selang lama, pintu lift terbuka dan beberapa orang yang berdiri di depan, keluar lebih dulu. Baru kini giliran Ryu dan Ara.


"Minggir, Kak," ucap Ara sembari menggeser lengan Ryu agar pria itu memberinya jalan.

__ADS_1


Ryu yang tampak lesu pun akhirnya meraih tangan Ara dan menuju ke meja administrasi. Meskipun mendapat penolakan dari gadis yang ada di sampingnya, namun Ryu tetap tidak melepas tangan Ara.


Gagal sudah rencana Ara marah dan ngambek kepada pria yang suka sekali seenaknya bersikap kepada dirinya. Karena ia tidak mungkin membuat masalah di depan umum seperti ini. Ara memilih diam dan menurut, daripada membuat masalah. Semua orang mengetahui dirinya siapa. Takut kalau sampai membuat nama naik mama Yuan dan papa Rio menjadi jelek karena sikapnya.


Dan Ara dibuat terkejut di saat Ryu membuka dompetnya. Gadis itu menyipitkan matanya, memastikan lagi sebuah foto yang ada di dompet Ryu saat ini.


Benar! Itu lah foto Ara waktu masih kecil. Kalau tidak salah ia.baru masuk sekolah dasar dan waktu itu sepulang sekolah mereka sekeluarga bermain di taman. Ia tidak tahu jika Ryu menyimpan foto yang usianya sudah ada sepuluh tahun tersebut.


"Hust! Buruan jalan. Gantian sama yang lain," ujar Ryu menghentikan kalimat Ara yang belum terucap dengan sampurna. Membuat gadis itu menekuk bibirnya.


"Nggak usah di majuin kayak gitu," ucap Ryu melirik ke arah Ara. Tetap, pria itu masih memegang tangan Ara dengan kuat. Karena tidak ingin mengambil resiko. "Kalau emang pingin di gigit, tinggal bilang aja. Pasti aku gigit kok," imbuh Ryu sedikit memiringkan kepalanya ke arah Ara serta berkata begitu lirih. Namun, pandangan pria itu tetap mengarah ke depan.

__ADS_1


Benar-benar sangat jahil dan mesum. Sampai-sampai Ara mendesis kesal. Meremas tangan Ryu agar pria mesum ini kesakitan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Lagi lagi di luar nalar Ara.


"Ciee ... yang nggak mau dilepas genggamannya," goda Ryu seraya menyematkan jarinya ke sela-sela jari Ara. Sehingga lebih sulit untuk Ara lolos dari genggaman pria menyebalkan ini.


"Ck!" decak Ara. "Dasar, om om kurang kerjaan." cibirnya kemudian.


Ryu terkekeh mendengar cibiran dari Ara. "Aku belum setua itu, Ra, untuk dipanggil Om," balas Ryu.


Kali ini Ara memilih untuk diam. Karena tidak mau memperdebatkan sesuatu yang menurutnya sama sekali tidak ada pengaruhnya dengannya. Sebab, ia tetap dalam keputusannya.


Sudah sangat jelas bagi dirinya mengenai perkataan Ryu yang tidak menganggap dirinya sebagai adik. Jadi kasih sayang yang dulunya dia berikan kepada dirinya itu hanyalah sebuah kemunafikan dan rasa kasihan saja.

__ADS_1


'Tenang, Ra. Sabar. Tinggal satu bulan lagi lo udah lulus. Minggu depan udah ujian. Sabarin aja dulu.' ucap Ara di dalam hati.


__ADS_2