Terpaksa Menikahi Kakak Angkat

Terpaksa Menikahi Kakak Angkat
TMKA. Pilihan Dan Konsekuensi


__ADS_3

Bab. 50


Sementara itu Ryu memutar bola matanya, jengah sekali melihat kemesraan kedua orang tuanya ini tanpa lihat tempat. Bahkan ada bi Tijah yang barusan lewat pun mereka tidak merubah posisi mereka.


"Harusnya tuh gue sama Ara yang begituan. Ini malah pengantin usang yang menolak umur mereka," bukan Ryu dengan sengaja.


Mama Yuan memijat pelipisnya yang kemudian digantikan oleh papa Rio. Dengan lembut pria paruh baya itu memijat kepala istrinya.


"Masih sakit? Hmm?" tanya papa Rio dengan nada begitu lembut dan pelan.


Sedangkan mama Yuan menganggukkan kepalanya. "Kamu urus saja anak kamu itu, Mas. Terserah sudah mau berbuat gimana. Tapi awas saja kalau dia sampai bikin Ara kabur dari sini," ujar mama Yuan kepada papa Rio. Padahal Ryu masih duduk di tempatnya dan tentu saja pria muda itu bisa mendengar dengan jelas perkataan mamanya barusan.


"Ck! Memang seharusnya ini Ryu yang ngurus. Mama aja yang ikut campur," sahut Ryu sedikit tidak terima.

__ADS_1


Mama Yuan menoleh ke arah Ryu lalu melempar sendok ke arah putranya sendiri.


"Kalau bukan karena Mama yang maksa kamu, kamu nggak bakalan punya istri secantik Ara, Ryu! Apa lagi dia seksi begitu, kan?" tanya mama Yuan tanpa filter sedikit pun.


Tidak peduli jika Ryu tengah mengunyah makanannya hingga pria itu sampai tersedak mendengar ucapan mamanya barusan. Karena otaknya langsung mengingat dua benda bulat, kencang, nan kenyal seketika di kala namanya menyebut kata seksi untuk menggambarkan seorang Ara.


Ryu langsung meneguk air yang ada di gelas dekatnya. Lalu mengusap mulutnya yang bazar serta menjauhkan piringnya. Tidak mood lagi untuk melanjutkan sarapannya. Karena yang ada di otaknya tentang sesuatu yang semalam tanpa sengaja Ryu rasakan kekenyalannya.


"Mama kalau ngomong itu liat-liat dulu. Jangan asal keluar, Ma," ingat Ryu sedikit kesal.


"Ya tapi nggak di meja makan juga, Ma." lama kelamaan Ryu gemas sendiri dengan sikap mamanya. Bisa-bisanya papanya betah hidup bersama wanita modelan seperti mamanya itu. Batin Ryu.


"Udah, sekarang bilang ke Mama. Semalam kamu apain Ara? Kok paginya dia kayak gitu? Hmm? Atau perlu Mama yang nanya langsung ke dia?" ancam mama Yuan dengan tatapan memicing tajam.

__ADS_1


Ryu menghela napasnya lalu menatap ke arah papa Rio. Tentu saja papa Rio mengangguk, mencari aman agar wanita yang masih duduk di pangkuannya ini tidak keluar tanduknya.


"Khilaf lagi," aku Ryu dengan suara lirih seraya beranjak dari tempatnya. Mengantisipasi kalau kalau sendok melayang ke arahnya.


Namun, dugaannya salah. Mama Yuan tidak memperlihatkan reaksi apapun kepada Ryu. Bahkan papa Rio juga sampai dibuat bingung.


"Sayang ... kamu nggak se—"


"Nggak bisa!" ucap mama Yuan tiba-tiba memotong kalimat papa Rio. Lalu mama Yuan menatap serius ke arah Ryu. "Sekarang Mama tanya sama kamu. Kamu bakalan lanjutin pernikahan ini atau tidak?" tanya mama Yuan dengan raut yang begitu serius. Tidak ada kemarahan, juga tidak ada raut bercanda di sana.


Ryu terdiam. Bingung sendiri dengan keputusan yang akan ia ambil.


"Kalau memang tidak ingin lanjut, silahkan ceraikan dia tanpa tau kamu suaminya. Kalau memang mau lanjut, segeralah mengaku siapa kamu sebenarnya pada Ara. Karena Mama nggak mau Ara berada dalam kebimbangan perasaannya. Sebab, dia masih menganggap kamu sebagai kakaknya. Tapi sikapmu malah nyosor terus kalau dekat dia. Mama nggak mau bikin Ara bingung, Ryu. Segera kamu putuskan milih yang mana. Kalaupun kamu milih untuk mempertahankan pernikahanmu dengan Ara, segera jauhi bule liar itu," ucap mama Yuan memberi sebuah pilihan serta konsekuensi yang harus Ryu pilih.

__ADS_1


Deg!


'Apa Mama tau aku dekat dengan Gista?' batin Ryu terkejut dengan pilihan yang diberikan mamanya.


__ADS_2