
Bab. 64.
Hari pun berganti dan Ara masih tetap dengan sikapnya yang seolah menghindari Ryu daalm setiap kesempatan. Namun tidak untuk pagi ini. Sepertinya Ara tertangkap basah ketika akan mengendap keluar kamar pagi-pagi dan memutuskan untuk berangkat ke sekolah. Seperti apa yang Ara lakukan beberapa hari ke belakang. Selalu berangkat lebih awal, dan bahkan papa Rio dan Ryu belum keluar kamar. Hanya mama Yuan yang sudah berada di dapur.
"Mau kabur lagi?" tanya Ryu yang berdiri di samping pintu kamar Ara. Membuat Ara terjingkat kaget sampai melangkah mundur dan menabrak pintu kamarnya sendiri.
"Astaga!" kaget Ara seraya memegang dadanya. Di mana detak jantungnya terasa lebih cepat. "Apa-apaan sih, Kak. Ngagetin orang aja!" gadis itu pun melayangkan protes kepada Ryu.
Sudah tertangkap basah seperti ini, tidak mungkin Ara kembali masuk ke dalam kamar. Oleh sebab itu dia mencoba untuk bersikap tenang dan menutup pintu kamarnya. Membenarkan ransel yang ada di belakang punggungnya lalu melangkah melewati Ryu. Namun, tiba-tiba saja Ara tertarik ke belakang, karena Ryu memegang tali ranselnya.
__ADS_1
"Kak ....!" protes Ara menatap kesal pada Ryu.
Sedangkan Ryu justru melepas paksa ransel yang di bawa Ara dan berganti menyampirkan di bahunya sendiri. Lalu pria itu berjalan mendahului Ara tanpa memperdulikan wajah gadis itu menahan geram.
"Buruan. Aku antar," ucap Ryu berjalan lebih dulu. Meninggalkan Ara yang tengah menghentakkan kaki di lantai.
"Siapa juga yang mau di antar!" balas Ara dengan nada tertahan. Karena tidak ingin menarik perhatian orang rumah.
"Loh, kalian mau kemana?" tanya mama Yuan menatap Ryu dan Ara bergantian.
__ADS_1
Ara menghentikan langkahnya untuk mencium tangan mama Yuan, sedangkan Ryu terus melanjutkan langkahnya menuju ke garasi.
"Ara pamit dulu ya, Ma. Mau belajar di sekolah," pamit Ara yang di angguki oleh mama Yuan.
Wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya melihag tingkah mereka yang sangat menggemaskan sekali di matanya. Lebih lagi sikap Ryu yang ternyata pria itu tidak berpengalaman sama sekali dalam memperlakukan seorang perempuan.
"Sayang banget sama wajahnya yang nggak dimanfaatin. Harusnya sih dia jadi rebutan cewek di sana. Eh, malah dihalangi sama uler kecil itu. Aku harus bertindak. Atau minta bantuan Sila aja ya buat nyambut itu uler nanti," gumam mama Yuan.
Setelah pengakuan Ryu beberapa hari yang lalu, di mana ternyata putra semata wayangnya itu hanya mengagumi cewek yang bernama Gista. Tidak lebih. Karena Ryu yang sangat cuek terhadap perempuan dan hanya Gista yang tidak lelah mencoba terus untuk dekat dengannya, hingga sampai-sampai semua teman-temannya di sana pun mengira jika mereka mempunyai hubungan spesial. Karena hanya Gista yang berhasil mengajak es balok tersebut berbicara. Dan Ryu juga tidak pernah memberi klarifikasi mengenai hubungan mereka berdua. Karena pria itu memanfaatkan gosip tersebut untuk mengusir para ulat yang lain.
__ADS_1
Sementara itu di garasi yang kebanyakan berisikan beberapa koleksi mobil milik papa Rio dan juga mama Yuan. Serta ada satu motor matic kesayangan Ara. Dan juga ada satu motor sport milik Ryu. Karena pria itu baru pulang ke sini belum ada dua bulan, sehingga Ryu.masih belum memiliki koleksi mobil sendiri.
"Mau di antar make yang mana?" tanya Ryu menoleh ke belakang, melihat Ara yang tengah memakai sepatu dan kemudian helm milik gadis itu sendiri.