Terpaksa Menikahi Kakak Angkat

Terpaksa Menikahi Kakak Angkat
TMKA. Kesenangan Baru


__ADS_3

Bab. 44


Ryu menatap Ara yang sangat berbeda. Bahkan ia tidak menyangka jika Ara tumbuh menjadi gadis yang begitu menguji iminnya. Kepribadian gadis ini juga berubah. Tidak sama seperti dulu yang sangat bergantung padanya. Juga sangat menyukai jika ia manjakan. Akan tetapi berbeda dengan sekarang. Di sentuh saja tidak dibolehkan.


"Siniin mienya, Kak. Aku lapar banget," pinta Ara karena Ryu malah semakin menjauhkan panci yang berisi mie miliknya dengan ekspresi yang sangat sangat kesal pada Ryu.


"Malem-malem jangan makan mie," cegah Ryu. "Nanti melar. Mau?" imbuhnya lagi menatap begitu intens ke arah Ara.


Lagi pula juga tidak baik jika mengkonsumsi mie baru setelahnya langsung tidur. Tentu Ryu tidak membiarkan Ara memiliki kebiasaan yang nantinya akan membuat gadis itu menyesal. Di tambah lagi Ara masih dalam masa pertumbuhan.


"Nggak ada makanan lagi," balas Ara. "Mana?" pintanya lagi.


Ryu menatap ke arah lemari pendingin. Biasanya di sana akan tersimpan banyak bahan masakan. Kemudian pria yang hanya mengenakan kaos serta celana kinos panjang tersebut pun melangkah menuju ke arah lemari pendingin. Membuka dan melihat ada apa saja di sana. Rupanya, tidak banyak bahan yang tersimpan dan kebanyakan bahan yang prosesnya membutuhkan waktu lama jika dimasak.


"Ganti baju!" perintahnya sembari berjalan melewati Ara yang ingin memakan mienya. Dengan cepat Ryu mengambil panci itu lalu membuang mie yang baru saja dimasak oleh Ara.

__ADS_1


Jelas, perbuatan Ryu itu membuat Ara mendelikkan matanya. Tidak menyangka jika pria ini tumbuh menjadi sosok yang begitu kejam. Makanan kesukaannya di malam hari itu dengan mudahnya dilempar ke bak sampah.


"Ka—"


"Berani teriak, aku cium lagi." ancam Ryu cepat, memotong ucapan Ara yang ingin berteriak kepadanya.


Kalau sampai mamanya tahu, bisa-bisa dirinya di usir beneran dari rumahnya sendiri. Karena menjahili Ara, gadis kesayangan mamanya. Entah, siapa sebenarnya anak kandung mama Yuan. Tetapi mama Yuan begitu memprioritaskan Ara di atas Ryu, untuk saat ini. Sehingga membuat Ryu mau tidak mau mengikuti aturan mamanya. Daripada wanita yang melahirkan dirinya itu malah berbuat seenaknya sendiri.


Parahnya lagi kalau sampai mamanya memutus hubungan antara Ryu dan Ara. Karena wanita itu bisa melakukan apapun yang dia mau. Contohnya saja ketika menyuruh Ryu menikahi Ara. Dengan mudahnya dan tanpa ada hambatan semua terjadi begitu cepat. Dan tentu saja Ryu tidak melupakan kehebatan mamanya itu.


"Nggak mau. Aku mau tidur," balas Ara. Dari pada keluar dengan pria itu lebih baik dirinya menahan laparnya, meskipun akan sangat mengganggu dirinya dan tidak akan bisa membuatnya tidur nanti.


Ryu memicingkan matanya ke arah Ara. Menatap penuh arti gadis itu.


"Mau makai cara dipaksa dulu? Hmm?" tanya Ryu. Namun sorot matanya penuh akan sebuah ancaman.

__ADS_1


"Memangnya mau ke mana. Nyuruh ganti baju segala macam. Ini udah malam," ujar Ara mengingatkan waktu saat ini. "Lagi pula Mama nggak bolehin aku keluar malam-malam," imbuhnya lagi.


"Beli makan di luar. Aku juga lapar. Mau masak juga udah malem banget. Males," ujar Ryu pada akhirnya mengenai tujuannya menyuruh Ara berganti baju.


Mendengar hal tersebut tentu saja Ara sedikit tertarik. Bukan bukan, lebih tepatnya perutnya yang tertarik, meminta untuk diisi segera mungkin.


"Beli pecek Lele yang ada di dekat Telkom itu, ya?" pinta Ara langsung.


Ryu mengangguk. Menyetujui permintaan Ara.


"Make jaket. Aku tunggu di depan," ujar Ryu ketika Ara pergi meninggalkan dirinya.


"Oke!" sahutnya tampak bersemangat dan langsung berlari menuju ke kamarnya.


Menjahili Ara ternyata menjadi sebuah hiburan tersendiri baginya. Membuat Ryu ingin terus melakukannya lagi dan lagi.

__ADS_1


Ryu menghela napas seraya berjalan menuju ke kamarnya guna mengambil dompet serta jaket. Karena Ryu ingin mengendarai motornya. Tidak lupa kunci motor kesayangannya pun Ryu ambil dari laci. Kemudian pria itu segera turun dan menunggu Ara di bawah.


__ADS_2