Terpaksa Menikahi Kakak Angkat

Terpaksa Menikahi Kakak Angkat
TMKA. Sesuatu Yang Penting


__ADS_3

Bab. 74


Ryu mengepalkan tangannya di saat ada seorang pria yang mendekat ke arah istrinya. Lebih lagi pria itu mengajak duet Ara menyanyikan lagi romantis.


Meskipun tidak ada kontak fisik, namun beberapa kali mereka saling melempar tatapan yang begitu dalam. Terlihat sangat jelas jika begitu mendalami peran masing-masing.


"Sabar Bro ... sabar. Itu cuma duet doang," ingat Hiro yang duduk di samping Ryu. Mencoba untuk menenangkan seorang pria yang berstatuskan suami dari penyanyi yang ada di depan sana.


"Sabar sabar gimana menurut lo! Kalau mereka aja natapnya kayak gitu!" semprot Ryu yang sudah termakan perasaan cemburu. Tidak rela jika miliknya juga dinikmati seperti ini oleh pria lain.


"Namanya juga menghayati sesuai lagunya, Bro. Udah, tenang aja. Dia masih milik lo. Lo pemiliknya." tekan Hiro.


Lelah sendiri berada di posisinya sekarang. Dirinya seperti tengah mengawasi dua anaknya. Menjaga agar yang satu tidak termakan emosi. Dan yang satu lagi tidak terlalu nakal di depan sana. Benar-benar merepotkan.


Ryu memilih terdiam. Percuma saja berbicara pada orang yang sama-sama tidak memiliki pengalaman. Di tambah lagi Hiro belum merasakan apa itu menikah.

__ADS_1


Sebuah hubungan yang sangat aneh namun juga ajaib. Mulanya ia sangat menolak pernikahan ini. Akan tetapi setelah melihat Ara secara langsung, juga sikap dan sifat gadis itu, tiba-tiba saja mengubah keputusan Ryu yang awal nya juga ingin bercerai jika sudah berlangsung selama satu tahun.


Perasaan pada itu berbeda dengan perasaannya sekarang ini. Ryu benar-benar ingin menjaga Ara sebagai istrinya. Bukan sebagai adiknya. Terlebih lagi ia begitu tidak rela kalau kalau kecantikan dan keindahan yang dimiliki oleh Ara juga dapat dinikmati oleh mata pria lain. Padahal itu seharusnya hanya untuk dirinya saja. Karena ia yang paling berhak atas kesemuanya yang ada pada diri Ara.


Hingga jarum jam yang melingkar di pergelangan tangan Ryu menunjuk ke angka sembilan, pria itu pun bangkit. Membuat Hiro bertanya tanya mau kemana sepupunya ini.


"Mau kemana?" tanya Hiro yang juga ikut berdiri. Takut kalau Ryu akan membuat masalah.


Ryu menoleh ke arah Hiro. "Karena lo udah ada di sini. Lo aja yang ngecek penjualan bulan ini. Gue mau ajak Ara pulang," ujar Ryu yang melempar tanggungjawabnya kepada Hiro.


"Heh, Kadal! Gue juga habis ini rekapan soal ujian, Bangs4t! Malah lo kasih kerjaan lain. Jangan bilang lo langsung mau anuin dia. Sialan!" umpat Hiro yang tidak dihiraukan sama sekali oleh Ryu. Karena pria itu tetap melanjutkan langkahnya.


Hingga sampai di depan Ara, Ryu berhenti. Menatap istrinya yang juga tengah menatap ke arahnya.


"Kenapa?" tanya Ara seraya menjauhkan mic darinya.

__ADS_1


"Pulang," jawab Ryu singkat.


Ara mengerucutkan bibirnya. "Bentar lagi, Kak. Setengah jam lagi, oke?" pintanya dengan nada memohon.


Ryu menekan emosi yang sedari tadi dia tahan. Dengan menahan rasa malu, namun lebih tidak rela kalau Ara dibiarkan di sini terlalu lama. Sebab semakin banyak anak muda yang datang ke cafe ini. Juga mereka sangat menikmati perfoma dari Ara.


Tanpa mengucap sebuah kata lagi, Ryu pun langsung mengangkat tubuh Ara dan menggendongnya turun dari sana. Membuat suara sorakan melanyang ke arah mereka. Juga tepukan yang mengiringi langkah Ryu.


Ara begitu malu. Hingga gadis itu memilih untun menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik suaminya. Karena sangking kesalnya kepada Ryu, Ara pun menggigit dada Ryu dengan begitu kuat. Demi melampiaskan kekesalannya.


"Argh! Sakit, Yaang!" rintih Ryu merapatkan rahangnya dan juga meremas lengan dan paha Ara demi menahan rasa sakit yang disebabkan oleh istrinya sendiri.


Sementara itu Ara menatap sinis ke arah Ryu. "Birain! Salah sendiri bikin aku malu kayak gini!" pungkasnya. Lalu semakin mengeratkan tangannya ke leher Ryu. Takut saja jikalau pria ini membalas tindakannya dengan cara menjatuhkan tubuhnya ke tanah.


Ryu tidak lagi menyahut. Pria itu membawa Ara ke mobil yang terparkir tidak jauh dari pintu masuk. Memasukkan secara pelan dan memastikan jika gadisnya ini tidak terbentur. Baru setelah itu Ryu duduk di kursi kemudi. Mengemudikan mobil dengan laju kecepatan tinggi. Karena ingin segera sampai di rumah dan melakukan sesuatu yang sangat penting dan juga menjadi penentu masa depannya.

__ADS_1


__ADS_2