Terpaksa Menikahi Kakak Angkat

Terpaksa Menikahi Kakak Angkat
TMKA. Kelewat Menyebalkan


__ADS_3

Bab. 68


Ara begitu terkejut dengan sosial media milik Ryu. Pria itu sama sekali tidak mengikuti siapapun. Namun, memiliki followers lebih dari dua juta. Sungguh menyebalkan memang. Bahkan unggahan yang dibuat pun baru dua. Yang pertama yakni sebuah kertas soalan. Mungkin soal ujian pria itu di waktu masih sekolah. Dan yang kedua foto ketika Ryu mencium dirinya.


Beruntung wajah Ara tidak terlihat dengan jelas. Hanya sebagian separuh wajahnya dan juga terlihat tatapan Ryu yang seolah mengintip ke erah kamera dengan tatapan begitu tajam.


"Terus apanya yang diikuti, kalau yang di unggah aja cuma kertas ujian," gumam Ara ketika stalking pada medsos milik Ryu.


Sebegitu herannya Ara dengan pemikiran para pengikut Ryu. Foto pemilik akunnya saja tidak pernah mengunggah satu foto pun. Namun kenapa bisa memiliki banyak pengikut. Sedangkan dirinya hanya lima puluh ribuan saja. Itu pun Ara juga sering mengunggah kegiatannya di medsos dan juga gadis itu mengikuti sebanyaknya seribu akun.


Ara tengkurap di atas kasur nya, masih sibuk melihat akun-akun medsos milik Ryu yang lain. Karena selama ini dirinya tidak pernah mencaritahu.


"Gila! Komen mereka gini bangett dah. Kayak yang pernah liat mukanya langsung. Make manggil suamiku di ambil pelakor segala macam," omel Ara ketika membaca sebagian komentar di foto yang di post oleh Ryu pagi tadi.


Belum berganti hari, yang komen sudah ribuan. Ada yang menyanjung, mendoakan, dan ada juga yang menyumpahi. Membuat Ara menggelengkan kepala. Sebenarnya Ryu memiliki pesona di bagian mananya selain wajah tampan pria itu.


Ketika Ara masih sibuk bermain di media sosialnya. Tiba-tiba saja ada pesan yang masuk ke ponselnya.


"Di mana?" pesan yang terlihat dari jendela layar.


Ara mengerutkan keningnya. Bukannya pria itu tahu dirinya ada di mana.


"Di kamar. Kenapa?" balas Ara.


Lalu gadis itu merubah posisinya menjadi duduk. Dan betapa terkejutnya Ara ketika melihat seseorang yang mengirimi pesan itu ternyata sudah ada di belakangnya. Berdiri di dekat tempat tidurnya.

__ADS_1


"Kenapa Kak Ryu ada di sini?" protes Ara yang tampak tidak senang jika Ryu ada di kamarnya.


Pria itu mengangkat sebelah alisnya. Lalu melangkah mendekat ke arah ranjang dan duduk di tepi. Membuat Ara memasang sikap waspada. Pasalnya mereka saat ini hanya berduaan aaja di kamarnya. Di tambah lagi pria yang ada si hadapannya sekarang sangat lah berbahaya.


"Nggak boleh?" tanya Ryu balik. Pria itu melirik ke arah buku yang masih tertutup sangat rapi. "Belum belajar dari tadi?" tebak Ryu.


Ara menggelengkan kepala. "Belum. Kan besok masih libur, Kak. Jadi istirahat bentaran lah ini otak," jawab Ara jujur.


Karena ia pikir, otaknya juga perlu istirahat sebentar setrlah ia gembleng habis-habisan beberapa hari terakhir. Belum lagi lusa Ara akan memeras otaknya lebih kuat lagi.


Ryu mengangguk. Tidak menyalahkan cara berpikir Ara. "Mau keluar, nggak?" tanya Ryu sembari melihat ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Kemana? Udah malem ini, Kak. Ntar Mama marahin aku lagi," balas Ara. Karena memang biasanya mama Yuan akan menginterogasi dirinya jika Ara keluar malam.


Tuk!


"Ck! Kenapa suka banget mukulin aku, sih! Aku laporin ke Kak Seno nih!" ancam Ara dengan mata melotot ke arah Ryu.


"Ingat, kamu udah punya suami. Jadi kamu tuh udah tanggung jawabnya aku. Mama nggak akan mungkin berani ngomelin kamu, kalau kamu keluarnya sama aku," jelas Ryu lalu berdiri dan melangkah menuju ke arah lemari baju milik Ara.


Tanpa seijin Ara, pria itu membukanya begitu saja. Memilih baju mana yang pas buat istri kecilnya ini.


"Kak! Kenapa buka lemari orang sembarangan sih! Astagah ... Ini orang! Bener-bener mau ngerusak fokusku emang!" omel Ara mencegah tangan Ryu ketika pria itu memilih baju untuk Ara kenakan malam ini. Ia tidak mau kalau sampai Ara salah memakai baju, ketika ia ajak keluar, seperti yang sudah-sudah dulu.


Tuk!

__ADS_1


Lagi lahi Ryu mengetuk kening Ara dengan jemarinya.


"Bahkan buka baju yang kamu pakai sekarang ini, juga diperbolehkan kok. Mau bukti?" tanya Ryu seraya menatap ke arah bagian depan tubuh Ara.


Sontak membuat Ara langsung menyilangkan tangannya di depan dada. Menutupi sebagian keindahan tubuhnya yang Ara baru sadari jika terbuka.


"Iihhh ... mesum banget sih!" amuk Ara memukul bahu serta dada pria yang ada di depannya.


Ryu terkekeh mendapat amukan dari istrinya sendiri. Padahal ia hanya menatapnya, tidak menyentuh. Tetapi sudah seheboh ini.


"Mesum gimana sih, Yaang?" ucap Ryu sambil menahan kedua tangan Ara lalu secepat kilat pria itu memutar tubuh Ara dan memojokkan ke lemari dari bahan kayu yang kini berada di belakang Ara.


Posisi tangan gadis itu Ryu kunci di sisi kanan dan kiri kepala Ara. Membuat istri kecilnya itu tidak bisa berkutik. Lebih lagi ketika Ryu dengan sengaja menatap wajah lalu turun dan berhenti tepat di bagian indah nan menggoda di depannya.


"Kalau cuma liat gini aja dibilang mesum, apa sekalian aku ...." Ryu sengaja tidak melanjutkan kalimatnya namun tatapan jahil serta senyuman penuh arti itu bisa Ara terjemahkan dan pahami.


"Kaaaakkk!" teriak Ara dengan suara melengking. Ingin menendang sesuatu yang ada di depannya, namun dengan mudah disadari oleh Ryu.


"Jangan berani godain dia, Yaang. Kalau kamu belum mau tanggung konsekuensinya," ujar Ryu seraya menampilkan senyuman seringai. Lalu melepas tangan Ara dan pergi menjauh dari istrinya.


Membuat Ara begitu kesal dan mengepalkan tangannya lalu melayangkan ke udara. Geram sekali dengan suaminya yang jahilnya tiada tanding.


'Liat aja, selesai ujian bakalan aku bales!' dendam Ara pada suaminya sendiri.


Sementara itu, belum sampai di pintu Ryu membalikkan badannya. Membuat Ara cepat-cepat menurunkan tangannya dan menatap ke arah lain.

__ADS_1


"Pakai celana jeans panjang dan kaos yang agak besar aja. Jangan sweater. Aku nggak suka milikku di lihat oleh orang lain, sedangkan aku sendiri belum melihatnya dengan jelas." perintah Ryu yang begitu menyebalkan. Memerintah sesuka hatinya tanpa mengetahui selera Ara.


__ADS_2