
Bab. 103
Tentu, dengan kabarnya Ara hamil baby twins, membuat keluarga Rayyansuah semakin heboh dan tidak sabar untuk menunggu kelahiran penerus keluarga mereka. Di tambah lagi langsung dua. Jelas semakin membuat keluarga besar mereka bertambah ramai.
Seperti halnya sekarang ini. Tepatnya di depan ruang bersalin rumah sakit Citra Medika, di mana rumah sakit ini juga berada di bawah kepimimpinan perusahaan RR Company.
Suasan di depan ruang bersalin, lebih tepatnya di ruang operasi, kini tampak begitu ramai oleh keluarga Rayyansyah. Mereka tidak sabar untuk melihat anggota baru mereka yang sekarang ini tengah berjuang.
"Ck! Lo udah mau punya cucu aja, Yu!" ujar seorang wanita yang begitu cantik, meskipun usianya menginjak kepala lima. Dengan penampilan begitu modis dan elegant.
Grep!
"Muluuuttt!" orang yang diajak bicara itu justru meremas mulutnya tanpa melihat situasi di sekitar. Membuat wanita barusan mencebik kesal.
__ADS_1
"Panggil gue Kakak!" tegas wanita yang bernama Yuan dengan tatapan penuh peringatan.
"Dih! Di sini nggak ada anak-anak, Yu. Si kembar juga entah kemana. Di suruh cepetan kesini malah molor." keluh wanita yang tidak lain ialah Sila
"Ya meski begitu tetap jaga image dan nama keluarga, Sil. Jangan aneh-aneh lagi tingkah lo. Ingat, lo udah mau tua," balas mama Yuan seraya meledek sahabat sekaligus iparnya ini.
"Lah! Kagak punya cermin ini orang memang!" sahut tante Sila melotot tajam ke arah mama Yuan lalu mendorong bahu mama Yuan hingga sedikit tergeser dari tempat duduknya karena terhuyung ke samping.
"Tau nggak sih lo. Mau jadi Grandmy itu rasanya menyenangkan loh, Sil!" ujar mama Yuan begitu antusias. Seolah menyombongkan diri jika dirinya akan menjadi seorang nenek secepat ini. Lalu mama Yuan menoleh ke samping, di mana ipar dan juga sahabatnya itu duduk di sampingnya. "Lo nggak pingin, gitu?" tanya mama Yuan kemudian kepada tante Sila.
Di mana raut jahil yang melekat di wajah tante Sila sedari tadi pun kini berubah sedikit sendu. Wanita yang hampir setengah abad kurang beberapa tahun tersebut menunduk, menatap ke arah kaki yang dia goyangkan di sana. Membuat mama Yuan memicingkan mata. Menelisik, apakah ada kata-kata yang keluar dari mulutnya itu salah, atau palinh tidak menyakiti iparnya.
"Lo kenapa lagi masang muka jelek kayak gitu? Hmm?" protes mama Yuan tidak suka jika Sila memasang wajah seperti ini. "Gue bukan Zacky yang akan kasih lo apa aja, ingat! Gue nggak bakalan lakuin aneh-aneh demi membantu lo." imbuh mama Yuan yang sangat tahu tabiat sahabatnya tersebut.
__ADS_1
Namun, tante Sila menggelengkan kepala. Di mana hal itu semakin membuat mama Yuan tidak mengerti.
"Lalu?" tanya mama Yuan penasaran. Bahkan sampai lupa jika dirinya sekarang ini sedang menunggu menantunya yang tengah berjuang untuk melahirkan keturunan Rayyansyah di dalam sana.
"Gimana gue bisa sebahagia lo, si kembar aja sibuk sama dunia mereka masing-masing. Satunya sibuk kerja, sampe nggak inget umur. Dan ini yang paling gue khawatirin. Soalnya Tami itu cewek. Nah, satunya lagi kelewat santai bahkan sekarang malah sedang buka bisnis baru di luar RR Company. Pusing gue tuh, Yu. Gue juga pingin ngunduh mantu gitu. Adain resepsi besar-besaran. Mau pamerin juga kalau gue juga punya mantu, terus punya cucu. Males banget kalau pas arisan gitu ditanyain mulu. Perasaan dulu kita pada nikah muda, ya? Tapi kenapa anak-anak gue kayak nggak tertarik gitu sama cewek," curhat tante Sila yang memang tidak mengenal tempat. Sampai-sampai membuat suster yang lewat di depan mereka pun diam-diam tersenyum.
"Gampang sih solusinya," sahut mama Yuan begitu santai.
"Apa?"
"Jodohin atau dijebak."
Memang, saran dari wanita yang bernama Yuanita Adisti Rayyansyah itu memang tidak main-main sesatnya. Di tambah lagi seorang wanita yang begitu terobsesi untuk segera memiliki menantu dan cucu pun jelas akan melakukan hal tersebut.
__ADS_1