Terpaksa Menikahi Kakak Angkat

Terpaksa Menikahi Kakak Angkat
TMKA. Tamu Bule


__ADS_3

Bab. 91


Keesokan harinya, sepeti biasa yang dilakukan oleh beberapa orang tak terkecuali dengan apa yang dilakukan Ara saat ini. Ketika membuka matanya, selain meraba orang yang ada di sampingnya masih tetap di sana. Ara juga tidak ketinggalan meraih ponsel dan membuka sosial media miliknya sebentar. Sebelum benar-benar bangun.


Tidak banyak yang Ara lakukan. Hanya mengecek aktifitas apa yang masuk. Hingga pada akhirnya wanita itu dikejutkan dengan sebuah notifikasi yang menandai dirinya begitu banyak. Karena rasa penasaran yang begitu membuncah, akhirnya Ara membukanya dan lebih terkejutnya ternyata dirinya lah penyebab notifikasi itu sangat banyak.


"Kak Ryugaaaaaaaa!" pekiknya sercara spontan dan langsung menggoyangkan lengan pria yang tanpa mengenakan baju atasan tersebut. Sampai-sampai membuat Ryu sedikit pusing. Sebab istri kecilnya ini begitu unik dalam membangunkan dirinya.


"Apa lagi sih, Yaang? Mau lagi? Hmm?" tanya Ryu masih setengah sadar. Pria itu mengerjapkan matanya beberapa kali demi mengumpulkan beberapa kepingan kesadarannya yang belum sempurna.


"Kamu kenapa unggah foto ini, Mas! Terus kapan ngambilnya? Kok aku nggak tau! Arrgghhh! Orang-orang pasti mikirnya aku anu anu semalam sebelum datang ke cafe. Mana temen-temen pada komen juga. Hish! Kak Ryu nyebelin!" amuk Ara seraya memukul lengan suaminya. Menyingkirkan tangan Ryu yang melingkar di perutnya.


Ryu mendes4h pasrah. "Memang, kehidupan setelah nikah iu penuh warna ya, Yaang," gumamnya. "Contohnya ya ini. Bangunin suami nya bukan disayang sayang, dicumi, atau makai kata romantis. Ini malah dibikin babak belur. Huh ... emang udah rejekiku seperti ini." keluh Ryu lagu dengan suara pelan di kalimat terakhirnya.


"Apa kamu bilang, Kak?" Ara melotot ke arah Ryu. "Seperti ini gimana maksud kamu? Hmm? Nyesel gitu?" cecarnya lagi.

__ADS_1


Ryu langsung bangkit ketika sadar jika dirinya sudah salah bicara.


"Emm ... eh, bukan gitu, Yaang. Maksudnya it—"


"Ohh ...!" Ara manggut manggut dengan tatapan penuh arti. "Jadi, setelah dapat semuanya dariku, terus merasa udah puas, sekarang bilangnya gini? Hmm? Oke! Aku bakal minta ke Papa buat daftarin kuliah di Paris nanti!" geram Ara.


Seketika itu juga Ara bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi lalu membanting pintunya hingga menimbulkan dentuman yang begitu keras. Membuat Ryu tersentak kaget. Baru tahu jika istrinya ini juga bisa kasar seperti sekarang.


"Ck! Lo tuh kalau ngomong dipikir dulu! Jadi begini kan endingnya. Jelas ngambeknya seharian ini," rutuk Ryu sambil memukul mulutnya.


Hembusan napas panjang lah yang hanya bisa Ryu lakukan. Ia begitu menyesali karena sudah mencoba mengusik emosi istrinya.


Ternyata, emosi Ara saat bangun tidur tadi rupanya tidak mudah surut begitu saja. Hingga ketika makan siang, wanita itu tidak membuka suaranya sama sekali jika Ryu yang bertanya. Cenderung lebih mengindari Ryu dari pada harus bertegur sapa.


Bahkan, mama Yuan dan papa Rio sampai heran dengan kelakuan putra dan menantunya tersebut. Mama Yuan mengikut suami nya yang tengah menikmati makan siang mereka. Membuat papa Rio menoleh.

__ADS_1


"Kenapa mereka Mas?" tanya mama Yuan dengan nada lirih.


Papa Rio menatap ke arah Ryu dan Ara secara bergantian. Lalu pria setengah baya itu membalas tatapan istrinya.


"Marahan mungkin, Yaang," jawabnya yang seolah bgitu berpengalaman. "Kayak kamu kalau pas ngambek. Pasti cueki aku, kan? Ya itu sekarang Ara kayak gitu," imbuhnya lagi yang langsung mendapat pukulan dari mama Yuan.


"Haish! Kenapa malah aku yang dikaitkan!" kesal mama Yuan.


Papa Rio terkekeh kecil melihat sikap istrinya yang masih begitu menggemaskan seperti ini. Hingga akhirnya papa Rio menghentikan tawanya ketika ada pak Sul yang masuk.


"Maaf, Tuan Besar, Tuan Muda, di luar ada orang yang mencari Tuan Muda," ujar pak Sul. Membuat Ara langsung menoleh dengan tatapan menyelidik.


"Siapa, Pak?" tanya Ara.


Pak Sul menggelengkan kepala. "Bapak juga nggak tau, Non. Orangnya cantik. Kalau diliat dari wajahnya sih bule. Orang Pak Sul nggak ngerti dia ngomong apa. Makai bahasa inggris soalnya. Pak Sul nggak paham. Bi Tijah itu yang ngobrol sama dia sekarang," jawab pak Sul seraya meringis. Lalu segera pergi ketika melihat nona mudanya tersebut menggigit bibirnya.

__ADS_1


Deg!


Maaf, ya, baru bisa apdet. Sibuk banget seharian, Yaang. hayoloh, itu Mbak bule bakalan di pecel apa di rujak sama Ara🙈 mana lagi sewot²nya itu doi. wkwkwkwk


__ADS_2